Pernahkah kamu membayangkan sebuah masjid unik yang dibangun dari lumpur? Atau masjid unik yang nyaris tidak terlihat karena menyatu dengan lereng bukit?
Alih-alih memaksa lahan rata demi membangun sebuah bangunan. Masjid-masjid ini memilih untuk menyatu dengan alam dan memanfaatkan kondisi lingkungan sebagai bagian dari identitasnya.
Menariknya, cara yang digunakan dalam arsitektur masjid ini tidak mengurangi nilai keindahan dan kemegahannya. Yuk kita virtual tour!
Great Mosque of Djenné, Masjid Lumpur Terbesar di Dunia

Sumber foto: smarthistory
Bayangkan sebuah bangunan megah setinggi gedung bertingkat, dengan material utamanya 100% dari lumpur yang dicampur jerami! Terdengar mustahil? Tetapi masjid ini benar-benar ada di Mali, Afrika Barat. Great Mosque of Djenné adalah bangunan berbahan dasar tanah atau lumpur (adobe) terbesar di dunia yang sudah diakui oleh UNESCO.
Arsitekturnya mengadopsi gaya Sudano-Sahelian. Masjid ini punya tiang-tiang kayu yang menonjol keluar dinding yang disebut toron. Uniknya, tiang kayu ini bukan sekadar hiasan estetika saja, melainkan berfungsi sebagai perancah atau tangga alami saat warga lokal bergotong-royong melumuri ulang dinding masjid.

Sumber foto: eartharchitecture
Setiap tahun, masyarakat setempat berkumpul mulai dari anak-anak hingga orang dewasa melakukan perawatan bersama dengan melapisi ulang dinding masjid menggunakan lumpur segar. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan telah menjadi bagian dari budaya juga identitas masyarakat Djenné.
Sancaklar Mosque, Masjid yang Bersembunyi di Lereng Bukit

Sumber foto: emrearolat
Jika Great Mosque of Djenné memanfaatkan tanah untuk membangun masjid agar bisa menjulang tinggi ke atas. Sebaliknya, Sancaklar Mosque di Turki memilih “menyembunyikan” masjidnya ke dalam tanah.
Sekilas, pengunjung bahkan mungkin tidak menyadari bahwa ada sebuah masjid di lokasi tersebut. Sebab sebagian besar bangunannya dibangun mengikuti kontur lereng bukit dan menyatu dengan lanskap alam di sekitarnya.

Sumber foto: emrearolat

Sumber foto: emrearolat
Konsepnya memang dibuat agar jamaah bisa beribadah dengan fokus tanpa distraksi eksternal, sekaligus menciptakan dialog yang indah antara bukit alami dan ruang buatan manusia.
Ketika Alam Menjadi Bagian dari Ibadah
Satu masjid berdiri kokoh dengan lumpur yang dibentuk oleh tangan masyarakatnya. Satu lagi bersembunyi di balik lereng bukit yang tenang. Keduanya menunjukkan bahwa alam bukanlah sesuatu yang harus ditaklukkan, melainkan dapat menjadi bagian dari ruang ibadah yang menginspirasi.
Di berbagai penjuru dunia, masjid hadir dengan karakter dan keunikannya masing-masing. Namun tujuan utamanya tetap sama, yaitu menjadi tempat mendekatkan diri kepada Allah ﷻ sekaligus menjadi pusat kehidupan masyarakat.
Semangat yang sama juga terus dihidupkan oleh Masjid Nusantara melalui berbagai upaya menghadirkan masjid yang layak, nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat di berbagai daerah pelosok Indonesia. Sebab dimanapun lokasinya, masjid akan selalu menjadi titik temu antara ibadah, kebersamaan dan harapan.
Yuk bantu dan jadi bagian kebaikan dalam program Masjid Pelosok! Uluran tangan mu hari ini menjadi alasan senyuman jamaah di pelosok yang bisa beribadah dengan lebih layak.
Klik disini untuk ikut berdonasi ke program [Masjid Pelosok – Masjid Nusantara]






