Artikel

“All Eyes on Rafah”, Apa Artinya?

Beberapa hari terakhir, kalimat “All Eyes on Rafah” memenuhi layar media sosial kita. Tak terhitung jutaan Instagram Story, cuitan di X, atau pun video FYP di TikTok yang berbicara tentang ini. Sebetulnya, apa, sih, artinya?

“All Eyes on Rafah” adalah ungkapan yang mengajak kita–warga dunia–untuk memperhatikan dan fokus pada kota Rafah.

Tentang Rafah

Bayangkan sebuah wilayah bernama Jalur Gaza, yang membentang di bagian barat daya Palestina. Rafah terletak di ujung selatannya.

Kota Gaza adalah ibu kota de facto Jalur Gaza. Kota yang terletak di utara inilah yang menjadi target serangan utama Israel di awal genosida.

Seiring genosida yang terus berlanjut, penduduk Kota Gaza (sisi utara) mengungsi ke Rafah (sisi selatan).

Banyak pihak menilai Rafah lebih aman, karena berbatasan langsung dengan negara Mesir. Selain itu, penjajah Israel pun menjamin kota ini sebagai ‘zona aman’.

Maka, berbondong-bondonglah para pengungsi Gaza ke Rafah. Media mencatat, ada lebih dari 1,7 juta pengungsi di sana. Mereka menyebut Rafah sebagai ‘tempat perlindungan terakhir’.

Genosida Rafah

Pada Minggu, 26 Mei 2024, tentara Israel menjatuhkan bom seberat 1.000 kilogram di atas tenda-tenda para pengungsi. Kamu tidak salah baca. Israel-membom-tenda-pengungsi.

Setidaknya 50 orang meninggal, mayoritas anak-anak yang sedang tertidur lelap. Api juga melumat apapun yang ada di sekitar tenda-tenda itu, membakar orang-orang yang tak sempat menyelamatkan diri. Innalillahi wa innaa ilaihi raaji’un…

all eyes on rafah

Video dan foto-foto bermunculan di media. Pemandangan memilukan dari tubuh-tubuh kecil yang tak berdosa, yang hidupnya tercerabut oleh kekejian Israel.

Daftar Kejahatan Israel

Seolah tidak takut siapapun, Israel terus melakukan kejahatan kemanusiaan di Palestina. Padahal, pada Jumat, 24 Mei 2024, International Criminal Court (ICC) memerintahkan Israel untuk menghentikan semua operasi di Rafah.

all eyes on rafah

Namun, apa yang Israel lakukan justru sebaliknya. Setelah perintah ICC keluar, Israel telah menjatuhkan lebih dari 60 bom di kota itu.

all eyes on rafahInilah daftar kejahatan Israel 48 jam setelah perintah ICC keluar:

  • Sabtu, Israel menyerang kamp pengungi Shaboura dan area dekat Rumah Sakit Kuwaiti.
  • Minggu pagi, tentara Israel melanjutkan serangan, membunuh setidaknya 6 orang di area Khirbet al-Adas. Wafa Agency juga memberitakan, setidaknya 1 orang tewas dan beberapa terluka dalam serangan udara yang mengenai sebuah rumah.
  • Minggu malam, Israel membom kamp pengungsi di area yang mereka sebut ‘safe zone’. Lebih dari 50 orang meninggal dunia.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan? Sobat, diammu tak membantu. Netral bukanlah pilihan. Satu aksimu untuk mendukung Palestina, berdampak besar untuk mempercepat kemerdekaan mereka.

Boikotmu berdampak. Donasimu berdampak. Suaramu berdampak. Share post-mu juga berdampak. Jadi, mulailah beraksi dan lanjutkan terus hingga Palestina merdeka!


Foto: Farah Adiba; Medium; Ahmad Ibraa; TRT World; Republika