Pernahkah kita bertanya, apakah masih ada Kaum Anshar di zaman sekarang? Banyak orang mengira kisah mereka telah berakhir, bersamaan dengan berlalunya masa para sahabat Rasulullah ﷺ.
Padahal, yang berakhir hanyalah zamannya, bukan semangatnya. Selama masih ada orang yang rela mendahulukan saudaranya, menguatkan dakwah dan memudahkan saudara sesamanya dalam beribadah, selama itu pula ‘nilai semangat’ Kaum Anshar tetap hidup termasuk di abad ke-21.
Kaum yang Dipuji Langsung oleh Allah ﷻ
Kaum Anshar adalah penduduk Madinah yang menyambut Rasulullah ﷺ dan kaum Muhajirin dengan tangan terbuka. Mereka tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga berbagi harta, tenaga, bahkan mendahulukan kebutuhan saudaranya di atas kepentingan diri sendiri. Kemuliaan mereka begitu besar hingga Allah ﷻ mengabadikannya dalam Al-Qur’an:
“…Mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) daripada dirinya sendiri, meskipun mereka juga mempunyai keperluan yang mendesak…” (QS. Al-Hasyr: 9)
Ayat ini menunjukkan bahwa yang Allah ﷻ muliakan bukan sekadar identitas “Kaum Anshar”, melainkan akhlak dan pengorbanan mereka. Mereka mencintai saudaranya karena dasar cinta kepada Allah ﷻ, mereka gerak membantu tanpa mengharap balasan dan menjadikan tegaknya agama sebagai tujuan bersama.
Bisakah Kita Menjadi Kaum Anshar Hari Ini?
Menjadi Kaum Anshar hari ini berarti peka terhadap kebutuhan saudara Muslim, rela berbagi sesuai kemampuan dan mengambil bagian dalam setiap kebaikan yang menguatkan umat.
Salah satu wujud nyatanya adalah membantu menghadirkan masjid yang layak di pelosok negeri. Di berbagai daerah, masih ada saudara kita yang beribadah di masjid dengan bangunan sederhana, alat ibadah yang terbatas atau Al-Qur’an yang sudah tidak layak digunakan.
Ketika kita ikut membangun masjid, menyediakan sajadah, mukena, sarung atau mushaf Al-Qur’an, sejatinya kita sedang memudahkan mereka untuk beribadah kepada Allah ﷻ.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Kita mungkin tidak hidup di zaman Rasulullah ﷺ. Namun, kesempatan untuk meneladani orang-orang yang dipuji-Nya (Kaum Anshar) tetap bisa kita lakukan.
Bayangkan niat kita dalam memudahkan ibadah saudara Muslim di pelosok, menjadi beribu kebaikan pahala yang kembali kepada diri kita sendiri.
Ayo Menjadi Kaum Anshar di Abad 21!
Mari ambil bagian dalam Program Bangun Masjid Pelosok bersama Masjid Nusantara. Jadikan setiap batu yang berdiri, setiap sajadah yang terbentang dan setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca sebagai saksi bahwa semangat Kaum Anshar masih hidup melalui kepedulian kita hari ini.
[Klik disini untuk ikut Membangun Masjid Pelosok sekarang!]
Sumber foto: Aakash Malik -Unsplash






