Sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan menjadi puncak perjalanan spiritual seorang muslim.
Di dalamnya tersimpan satu malam yang lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan mendapatkan pahala selama 83 tahun, malam tersebut adalah malam Lailatul Qadar.
Malam yang penuh kemuliaan dan menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan menghadirkan cahaya bukan hanya untuk jiwa kita, tetapi juga untuk sesama yang membutuhkan.
Sudahkah siap menghadirkan cahaya yang bukan hanya untuk jiwa kita, tetapi juga untuk sesama yang membutuhkan?
Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadhan
Keutamaan malam Lailatul Qadar ialah bagi siapapun yang mengerjakan amal baik di malam tersebut, akan mendapatkan pahala setara seribu bulan beribadah atau setara pahala selama 83 tahun.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Qur’an yang berbunyi:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?
Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5)
Karena itu, momen kemuliaan ini sangat dimanfaatkan dengan maksimal oleh Rasulullah SAW.
Bahkan, ada riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan ibadahnya dalam niat mengejar keutamaan malam tersebut.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).
Hadits ini menjadi pengingat bahwasannya pada momen spesial ini, sebaiknya umat Muslim menguatkan tekad untuk meningkatkan kekurangan ibadah yang sebelumnya. Karena Rasulullah SAW saja meningkatkan kesungguhan ibadah untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Makna Malam Lailatul Qadar
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai penamaan dan makna dari malam Lailatul Qadar. Diantaranya:
Al-Qurthubi mengartikan Lailatul Qadar sebagai Lailatul Hukmi yang memiliki makna “malam penetapan atau malam takdir”.
Artinya, Allah SWT menetapkan sesuatu seperti ajal, rezeki dan sebagainya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya untuk ditetapkan pada tahun berikutnya.
Urusan-urusan tersebut diserahkan kepada para penanggung jawab urusan yakni empat malaikat, diantaranya: Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail.
Sedangkan, Syekh Mushthafa al-Hadidi berpendapat bahwa penamaan Lailatul Qadar ialah waktu kemuliaan sebagai titik tolak turunnya wahyu ilahi.
Amalan Penting, Menghidupkan Lailatul Qadar
- Memperpanjang Shalat Malam
Rasulullah SAW beserta keluarga dan para sahabatnya menghidupkan malam-malam kemuliaan tersebut dengan meningkatkan ibadah seperti shalat, berdzikir dan melakukan amalan-amalan baik lainnya.
- I’tikaf
I’tikaf merupakan bentuk amalan dengan cara berdiam diri di Masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT dengan aktivitas ibadah seperti berdzikir, berdoa, membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalat sunnah, bershalawat, bertaubat, beristighfar dan amalan baik lainnya.
- Meningkatkan Sedekah
Sedekah menjadi salah satu amalan dan sebuah bentuk syukur atas nikmat dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Selain itu, karena sedekah termasuk kepada ibadah sosial. Sehingga, menjadikan amalan sedekah ini sebagai wujud penyeimbang ibadah sosial dengan ibadah ritual.
Di sepuluh malam terakhir ini, mari kita jadikan sedekah sebagai amalan pelengkap dalam mengejar keberkahan dan kemuliaan Lailatul Qadar. Sehingga, cahayanya bukan hanya sampai kepada kita, tetapi bisa menjadi penerang bagi sesama yang membutuhkan.
Melalui program di Masjid Nusantara, setiap donasi yang Sobat Masjid titipkan dapat menjadi cahaya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan dan Insya Allah menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat kelak.
Ayo sedekah! dan bantu Masjid Pelosok.
Niatkan untuk meraih malam Lailatul Qadar, jadilah bagian dari mereka yang mendapatkan malam kemuliaan dan pahala setara 83 tahun beribadah.
Sumber Foto: Ganapathy Kumar, Unsplash
Referensi:
- Muslim.or.id – Bersungguh-sungguh dalam Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
- Universitas Muhammadiyah Jakarta – Malam Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan dan Kedamaian
- MadaniNews – Amalan Penting Menghidupkan Malam 10 Hari Terakhir Ramadhan






