masjidnusantara.org Luwu – Harapan baru akhirnya hadir bagi sekitar 30 kepala keluarga (KK) muslim di Dusun Saluttara, Desa Posi, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Setelah bertahun-tahun bertahan dengan kondisi masjid yang terus mengalami kerusakan, pembangunan Masjid Al-Istiqamah akhirnya resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama dalam program Jelajah Masjid Nusantara (JMN) Season 8.
Masjid Al-Istiqamah telah menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan warga sejak didirikan pada 1999. Namun, sejak 2004 kondisinya terus menurun. Atap yang bocor, kayu penyangga yang lapuk, serta bangunan yang dikhawatirkan roboh membuat warga harus beribadah dalam keterbatasan. Di tengah kondisi tersebut, tidak adanya masjid ataupun mushola lain di Dusun Saluttara menjadikan pembangunan masjid ini sebagai kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat.
Selama bertahun-tahun, warga berupaya mempertahankan Masjid Al-Istiqamah melalui gotong royong dan iuran seadanya. Namun, keterbatasan ekonomi membuat kerusakan yang terjadi tak lagi mampu ditangani secara mandiri. Kondisi inilah yang membawa Masjid Al-Istiqamah menjadi salah satu lokasi pembangunan dalam Jelajah Masjid Nusantara Season 8.
Sebagai penanda dimulainya pembangunan, Masjid Nusantara menggelar prosesi peletakan batu pertama pada Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Kepala Desa Posi Hj. Sanawiah, Kepala Dusun Saluttara Arwin, tokoh masyarakat Nizwar, serta influencer Septa Andrian dan Aisyah Putri. Kehadiran berbagai pihak menjadi wujud dukungan dan kolaborasi dalam menghadirkan masjid yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.
Bagi warga Dusun Saluttara, pembangunan ini bukan sekadar mengganti bangunan yang telah rapuh. Lebih dari itu, pembangunan Masjid Al-Istiqamah menjadi ikhtiar menjaga agar adzan tetap berkumandang, anak-anak tetap memiliki tempat belajar mengaji dan masyarakat tetap memiliki ruang untuk berkumpul serta menguatkan ukhuwah.
Melalui Jelajah Masjid Nusantara (JMN), Masjid Nusantara berharap semakin banyak daerah yang selama ini bertahan dengan keterbatasan dapat merasakan hadirnya masjid yang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga mampu menjadi pusat tumbuhnya kehidupan umat.






