masjidnusantara.org, Yogyakarta – Masjid Nusantara berkomitmen penuh dalam memperkuat ekosistem lembaga sosial dan dakwah yang profesional, mandiri, serta berkelanjutan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Seminar Nasional bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” yang sukses diselenggarakan di Loman Park Hotel Yogyakarta, Sabtu pagi (16/5/2026).
Acara strategis ini diinisiasi oleh kolaborasi sinergis antara Masjid Nusantara, Rumah Zakat, Hayfala dan Loman Park Hotel Yogyakarta. Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pengelola masjid, komunitas dakwah, pegiat lembaga sosial, hingga aktivis pemberdayaan umat dari berbagai daerah.
Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, S.Ag., M.Ag. Turut hadir pula Dewan Pembina Masjid Nusantara, H. Yayan Somantri, S.H.I., M.Ag., sebagai salah satu pemateri yang membahas fase-fase penyusunan roadmap lima tahun menuju lembaga umat yang mandiri dan profesional.

Dalam pemaparannya, Prof. Waryono menekankan pentingnya transformasi lembaga sosial dan kemasjidan agar tidak lagi bergerak secara konvensional, melainkan bertransformasi membangun sistem operasional yang sehat dan akuntabel.
“Lembaga yang kuat bukan hanya lembaga yang memiliki program besar, tetapi yang mampu membangun tata kelola, kemandirian operasional, serta kepercayaan publik secara berkelanjutan,” tegas Prof. Waryono.
Menanggapi hal tersebut, CEO Masjid Nusantara, Pras Purworo, menyampaikan bahwa penyusunan Roadmap lima tahun menjadi instrumen krusial agar lembaga memiliki arah kompas yang jelas dalam menghadirkan kemaslahatan jangka panjang bagi umat.
“Kemandirian lembaga tidak dibangun dalam waktu singkat. Dibutuhkan visi yang kuat, kolaborasi yang sehat dan keberanian untuk membangun sistem yang profesional agar lembaga mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang,” ujar Pras Purworo.
Sepanjang acara, diskusi berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengeksplorasi strategi fundraising modern, penguatan kapasitas SDM, branding lembaga, hingga pengembangan unit usaha sosial yang dapat menjadi motor penggerak operasional lembaga. Selain sesi edukasi, seminar ini juga menjadi ruang silaturahmi untuk merekatkan kolaborasi antar penggerak sosial-keagamaan di Indonesia.

Melalui seminar nasional ini, Masjid Nusantara berharap dapat memantik lahirnya lebih banyak lembaga umat dan tata kelola kemasjidan yang mandiri, berintegritas, serta berdaya tahan tinggi menghadapi tantangan zaman di masa depan.






