masjidnusantara.org Jakarta – Masjid Nusantara turut ambil bagian dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan 15 Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya pada rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Jum’at (24/7/2026). Kolaborasi ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat sinergi pelayanan umat melalui berbagai program strategis yang dipimpin oleh MUI.
Bagi Masjid Nusantara, kehadiran dalam forum nasional ini bukan sekadar menghadiri sebuah agenda seremonial, tetapi menjadi bentuk komitmen untuk berkhidmat kepada ulama dan mengambil bagian dalam ikhtiar membangun umat melalui kolaborasi.

CEO Yayasan Masjid Nusantara, Pras Purworo, mengatakan bahwa ulama memiliki peran penting dalam membangun pengetahuan dan peradaban Islam di Indonesia. Karena itu, Masjid Nusantara memandang kesempatan berkolaborasi bersama MUI sebagai sebuah amanah sekaligus kehormatan.
“Masjid Nusantara hadir untuk mengabdi atau berkhidmat kepada para ulama. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dedikasi para ulama yang terus membimbing umat dan mengajak berbagai lembaga untuk bersama-sama menjalankan program yang bermanfaat. Bagi kami, ini adalah kesempatan emas untuk berkontribusi, tidak hanya kepada para ulama, tetapi juga kepada umat. Semoga menjadi jalan keberkahan bagi lembaga,” ujar Pras.

Melalui kolaborasi ini, Masjid Nusantara berharap lahir sinergi yang semakin kuat antar lembaga Islam dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pras menuturkan bahwa doa dan bimbingan para ulama menjadi harapan besar bagi perjalanan lembaga agar tetap istiqamah menjalankan amanah.
“Kami berharap kolaborasi ini mendatangkan keberkahan. Ke depan tentu akan ada banyak tantangan, sehingga kami memohon doa para ulama agar Masjid Nusantara senantiasa diberikan kekuatan untuk tetap amanah dan istiqamah dalam melayani umat. Kami juga berharap lembaga-lembaga dengan visi yang sama dapat saling menguatkan sehingga kegiatan Islam yang dipimpin oleh para ulama semakin berkembang. Semoga umat Islam semakin bersatu, semakin kuat, dan semakin memberikan manfaat bagi bangsa,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU tersebut, Masjid Nusantara bersama MUI telah mengidentifikasi sejumlah program yang akan menjadi fokus kolaborasi.
Salah satunya adalah pengembangan Eco Masjid, yaitu konsep masjid yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan di sekitarnya. Melalui arahan dan pendampingan para ulama di MUI, Masjid Nusantara akan berupaya menyusun prototipe Eco Masjid yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan program pengutusan dai ke pelosok Indonesia. Program ini dinilai selaras dengan kiprah Masjid Nusantara yang selama ini membangun dan memakmurkan masjid-masjid di wilayah pelosok, sehingga diharapkan mampu menghadirkan sinergi antara pembangunan sarana ibadah dan pembinaan masyarakat.
Melalui kolaborasi bersama MUI dan lembaga-lembaga filantropi Islam lainnya, Masjid Nusantara optimistis dapat terus memperluas manfaat, memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, serta menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.**






