Artikel

Rasa Malas Dapat Hancurkan Kehidupan

Selain penyakit fisik, ada juga penyakit yang berhubungan dengan perilaku dan sikap seseorang. Salah satunya adalah rasa malas yang dapat hancurkan kehidupan. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

Dampak Malas yang Perlu Kita Tahu

Apabila kita biarkan dalam waktu lama, rasa malas akan menghancurkan kehidupan seseorang di masa mendatang. Tidak hanya menghancurkan secara mental dan perilaku saja, di sisi lain rasa malas ini juga dapat menghancurkan fisik kita secara perlahan. Berikut ulasannya yang penting untuk kita ketahui.

Tak Bersemangat

Rasa malas akan membuat seseorang kurang bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Baik itu aktivitas yang berhubungan dengan rumah tangga maupun pekerjaan.

Parahnya lagi adalah, ketika seseorang malas untuk beribadah tentu ini akan merugikan diri sendiri. Terlebih untuk ibadah sehari-hari seperti salat.

Jauh dari Rezeki

Hilangnya rasa malas tersebut juga berdampak pada rezeki yang kita peroleh. Sebab sebenarnya Allah telah menebarkan nikmat dan rezekinya di muka bumi dan kita sebagai umat manusia hendaknya menggapai rezeki tersebut dengan cara-cara yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika menunda-nunda pekerjaan, maka akan memberatkan kita di kemudian hari.

Saat kita memperoleh rezeki tersebut, sebaiknya jangan lupa untuk selalu bersyukur. Ini sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ibrahin ayat 7:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Mudah Terserang Penyakit

Rasa malas yang berdampak pada kesehatan fisik memang bukanlah mitos belaka. Sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai sebagai dampak malas ini seperti hipotiroid, gangguan kesehatan mental, hingga anemia.

Maka dari itulah, ada baiknya kita untuk selalu aktif seperti berolahraga dan menjalani aktivitas fisik guna menghindari penyakit-penyakit tersebut.

Cara Menghilangkan Malas ala Rasulullah

Rasa malas bukanlah sebagai sesuatu yang tak bisa dihilangkan, hal tersebut dapat dihindari dan dihilangkan. Sebisa mungkin kita hendaknya mencegah rasa malas muncul sebelum menjangkiti diri kita. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk itulah, Rasulullah memiliki cara-cara tersendiri dalam mengatasinya.

Cara ini memang terlihat mudah dilakukan, akan tetapi bagi mereka yang belum atau tidak terbiasa tentu akan sulit menjalankannya. Maka dari itulah, penting untuk meluruskan niat terlebih dahulu sebelum melakukan cara menghilangkan malas ini. Adapun cara-cara tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

Manajemen Waktu

Cara pertama yang bisa dilakukan dalam menghilangkan rasa malas adalah memiliki manajemen waktu yang baik. Sebab, waktu terkadang tidak dapat diprediksi dan bisa saja meskipun telah direncanakan, di lain sisi akan ada kesibukan lain sehingga menunda-nunda pekerjaan yang sudah direncanakan. Mengenai masalah manajemen waktu ini, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah yaitu:

“Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah waktu sehatmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.” (HR. Imam Bukhari)

Segera Bertindak dalam Kebaikan

Selanjutnya atau cara kedua dalam menghilangkan rasa malas seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah hendaknya kita segera bertindak dalam melakukan kebaikan. Terlebih lagi dalam hal beribadah. Misalnya saja ketika mendengarkan adzan, kita hendaknya segera menjalankan salat. Alangkah baiknya lagi jika salat tersebut dilakukan secara berjamaah.

Berdoa dan Meminta Pertolongan Allah

Cara terakhir adalah senantiasa berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah. Rasulullah memiliki doa tersendiri untuk menghadapi rasa malas tersebut. Hal ini sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dari Annas bin Malik Radhiyallahuanhu. Doa tersebut yakni:

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung pkeadaMu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.”

Itulah setidaknya dampak dari rasa malas yang dapat hancurkan kehidupan. Hendaknya pula kita untuk selalu bersyukur dan berdzikir kepada Allah atas nikmat yang telah Dia beri, dan sebaiknya tidak bermalas-malasan dalam menuju kebaikan.


Referensi: ICC Jakarta, Hidayatullah, Tebuireng Online