Kalau kamu berencana traveling ke Jepang, Korea, atau negara Asia lainnya, kamu wajib banget masukin tempat-tempat ini ke dalam itinerary kamu. Selain bikin hati tenang, vibes-nya juga ada yang Indonesia banget loh!
Siapa sangka, di balik padatnya kota-kota besar yang mayoritas penduduknya non-Muslim, ternyata ada spot-spot tenang dengan arsitektur yang bikin mata langsung sejuk. Itu ialah masjid-masjid megah yang berdiri anggun di tengah hiruk-pikuk kota dengan Muslim yang menjadi minoritas.
Masjid-masjid di negara minoritas ini menyimpan cerita tentang perjuangan, toleransi, dan bagaimana Islam tetap tumbuh di tengah perbedaan.
Mengapa Masjid di Negara Minoritas Punya Vibe Spesial
Bagi Muslim yang hidup sebagai minoritas, masjid seringkali menjadi rumah kedua. Tempat di mana mereka bisa menemukan pusat identitas, budaya dan komunitas di tengah lingkungan yang sangat berbeda.
Ada rasa hangat yang sulit dijelaskan seolah masjid menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian.
Masjid-masjid ini juga sering menjadi simbol toleransi dan keberagaman. Kehadirannya menunjukkan bahwa Islam tetap bisa tumbuh berdampingan dengan budaya dan keyakinan lain. Karena itulah, vibe masjid di negara minoritas sering terasa lebih emosional, lebih personal dan lebih membekas.
5 Masjid Ikonik di Negara Minoritas (Asia) yang Must-Visit
1. Tokyo Camii, Jepang: Si Paling Aesthetic

Tokyo Cami, sumber: tokyocamii.org
Bicara soal masjid ikonik di negara minoritas Muslim, Tokyo Camii jadi salah satu yang paling wajib masuk daftar! Masjid ini dikenal sebagai masjid terbesar dan paling terkenal di Jepang, berlokasi di kawasan Yoyogi Uehara, Tokyo.
Masjid ini merupakan hasil rekonstruksi dan resmi dibuka kembali pada 30 Juni tahun 2000. Desainnya menghadirkan struktur enam setengah kubah yang megah, lengkap dengan detail interior bernuansa Turki yang sangat artistik dan menenangkan.
Ruang shalat utamanya mampu menampung sekitar 630 jamaah. Namun, jika ruang tambahan dibuka, total kapasitasnya bisa mencapai hingga 2.000 jamaah. Hal ini menjadikan Tokyo Camii sebagai salah satu pusat aktivitas Muslim terbesar di Jepang.
Fasilitas pendukungnya pun sangat lengkap, mulai dari perpustakaan, toko buku multibahasa, ruang pameran kerajinan khas Turki, hingga ruang serbaguna untuk berbagai kegiatan sosial dan edukasi.
Di tengah padatnya kehidupan metropolitan Tokyo, Tokyo Camii hadir bukan hanya sebagai masjid, tetapi juga sebagai ruang teduh bagi Muslim lokal, mualaf, hingga para wisatawan Muslim dari berbagai negara. Tempat ini menjadi bukti bahwa syiar Islam tetap tumbuh indah, bahkan di negeri dengan jumlah Muslim yang minoritas.
2. Seoul Central Mosque, Korea Selatan: Pusat Halal di Itaewon

Seoul Central Mosque, sumber: theseoulguide.com
Beralih ke Negeri Ginseng ada masjid Seoul Central Mosque yang menjadi masjid pertama sekaligus terbesar di Korea Selatan, terletak di di Distrik Yongsan, Itaewon, Seoul.
Resmi dibuka pada tahun 1976 dengan bantuan dana dari negara-negara Islam dan hibah lahan seluas 5.000 meter persegi dari pemerintah Korea Selatan.
Ciri khasnya adalah dua menara putih besar yang menjulang tinggi, serta pintu masuk dengan mosaik biru dan kaligrafi. Terdapat juga kalimat “Syahadat” yang sangat ikonik. Para wisatawan Muslim pun banyak yang mengenali Seoul Central Mosque sebagai spot halal utama, karena di sekitar masjid banyak restoran dan jajanan halal, lengkap juga untuk memenuhi kebutuhan berbau Timur Tengah.
Masjid ini buka 24 jam, gratis untuk dikunjungi, dan mampu menampung hingga 8.000 jamaah saat shalat Jumat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga aktif menjadi pusat syiar Islam. Berbagai ceramah dan kajian rutin diselenggarakan dalam bahasa Korea, Inggris, dan Arab, sehingga bisa diakses oleh Muslim lokal maupun internasional.
Seoul Central Mosque bukan sekadar masjid, tetapi menjadi simbol tumbuhnya Islam di Korea Selatan. Di tengah negara dengan populasi Muslim yang minoritas, masjid ini hadir sebagai rumah, tempat pulang, sekaligus ruang hangat bagi para wisatawan Muslim yang berkunjung kesana.
3. Masjid Al-Rahim, Vietnam: Permata di Ho Chi Minh

Masjid Al-Rahim, sumber: mindtrip.ai
Masuk ke Negara Naga Biru, hadir Masjid Al-Rahim yang merupakan masjid tertua di Ho Chi Minh City sekaligus salah satu masjid tertua di Vietnam.
Masjid ini dibangun pada tahun 1885 oleh komunitas perantau asal Pulau Bawean, Indonesia, yang menetap di Vietnam sejak abad ke-19. Kehadirannya menjadi jejak kuat hubungan sejarah antara Indonesia dan Vietnam.
Dulu, masjid ini dikenal dengan nama Chùa Mã Lai atau “Masjid Melayu” karena kolonial Prancis menyebut Muslim Nusantara sebagai Malais. Sekitar tahun 1973, namanya diubah menjadi Al-Rahim untuk mempertegas identitas Indonesia. Jika masjid-masjid lain umumnya mengusung gaya arsitektur khas Asia Selatan seperti India dan Pakistan, Masjid Al-Rahim justru tampil lebih mirip dengan masjid-masjid di Indonesia dan Malaysia.
Masjid ini berada di tengah ramainya pusat aktivitas ekonomi kota. Lokasinya cukup strategis, dekat dengan Saigon Sky Deck, salah satu gedung tertinggi di Ho Chi Minh City, serta tidak jauh dari Pasar Ben Thanh yang menjadi pusat belanja favorit para wisatawan.
Masjid Al-Rahim berdiri sebagai saksi sejarah panjang diaspora Muslim Indonesia di Vietnam. Bukan sekadar tempat ibadah, masjid ini menjadi pengingat bahwa jejak dakwah dan persaudaraan lintas negara telah tumbuh sejak ratusan tahun lalu, menghadirkan rasa dekat bagi Muslim Indonesia yang singgah di sana.
4. Masjid Sultan, Singapura: Ikonik dengan Kubah Emas

Sultan Mosque, sumber: sultanmosque.sg
Sultan Mosque menjadi salah satu masjid paling ikonik di Singapura. Masjid ini terkenal dengan kubah emasnya yang megah dan menjadi destinasi wisata religi favorit wisatawan Muslim yang berkunjung.
Terletak di kawasan Kampong Glam, masjid ini dibangun pada tahun 1824 oleh Sultan Hussein Shah, sultan pertama Singapura. Selama hampir dua abad, masjid ini menjadi pusat sejarah Islam Melayu di negara tersebut.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Sultan juga berstatus sebagai landmark nasional dan pusat budaya Islam. Berbagai kegiatan dakwah, ramadhan, kurban, hingga wisata edukasi rutin digelar di masjid ini.
Mampu menampung hingga 5.000 jamaah. Keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya menjadikan Masjid Sultan sebagai simbol penting bagi komunitas Muslim Singapura.
Sebagai salah satu ikon Islam paling bersejarah di Singapura, Sultan Mosque tidak hanya memancarkan keindahan lewat kubah emasnya, tetapi juga melalui perannya sebagai pusat budaya dan kehidupan Muslim Melayu.
5. Masjid Jawa, Thailand: Jejak Indonesia di Bangkok

Java Mosque, sumber: mosqpedia.org
Nah ini gongnya, yuk melihat jejak kuat Indonesia di Negeri Thailand, ada Java Mosque atau Masjid Jawa yang terletak di Distrik Sathorn, Bangkok dan dibangun oleh komunitas Muslim keturunan Jawa!
Arsitekturnya sangat khas dan terasa familiar bagi orang Indonesia. Atap berbentuk limas, pintu kayu besar berukir khas Jawa, beduk besar, hingga mimbar kayu berundak membuat suasananya mirip masjid-masjid di kampung Jawa. Suasananya terasa sangat dekat dengan kampung halaman di Indonesia.
Didirikan pada tahun 2440 (kalender Thailand), yang bertepatan dengan Muharram 1326 Hijriah atau sekitar tahun 1906 Masehi. Bangunan utamanya berbentuk persegi dengan ukuran 12 x 12 meter dan di bagian depan masjid juga terdapat beberapa ruangan yang digunakan untuk mengaji serta kelas bahasa Indonesia bagi warga keturunan Jawa di Bangkok.
Daya tarik lainnya adalah kemudahan mencari makanan halal di sekitar masjid. Kawasan ini dikenal ramah bagi wisatawan Muslim karena banyak pilihan kuliner halal, mulai dari makanan khas Thailand hingga jajanan kaki lima seperti gorengan halal yang cukup sulit ditemukan di area lain Bangkok. Bagi banyak wisatawan Indonesia, ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menenangkan saat bepergian.
Di tengah modernitas Bangkok, Masjid Jawa bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang menjaga identitas, budaya, dan persaudaraan lintas negara. Masjid ini menjadi bukti bahwa jejak Islam Nusantara tetap hidup, walaupun jauh dari tanah asalnya.
Bukan Hanya Soal Indah, Tapi juga Soal Ibadah yang Layak
Dari semua keindahan masjid yang kita bahas di atas, mari sejenak mengingat saudara-saudara kita di pelosok Indonesia.
Bagi mereka, memiliki tempat ibadah yang aman, bersih, dan layak adalah sebuah kemewahan yang sedang diperjuangkan.
Keindahan masjid sebenarnya tak hanya terpancar dari arsitekturnya, tapi dari seberapa banyak manfaat yang masjid berikan bagi mereka yang membutuhkan.
Yuk, jadi bagian dari kebaikan ini. Mari hadirkan kenyamanan beribadah di pelosok negeri bersama program Masjid Pelosok dari Masjid Nusantara. Sedikit bantuanmu adalah cahaya harapan bagi mereka di sana.
Klik disini untuk ikut berdonasi! [Program Masjid Pelosok]






