Oct 23, 2026

Mihrab, Mimbar dan Menara: Apa Bedanya? Jangan Sampai Tertukar!

Saat melangkahkan kaki ke dalam masjid, mata kita kerap dimanjakan oleh kemegahan arsitektur serta ornamen-ornamen khas yang penuh estetika. Namun, di antara berbagai elemen bangunan yang ada, pernahkah Sobat Masjid bingung membedakan antara Mihrab, Mimbar dan Menara?

Ketiganya memang merupakan elemen penting dalam arsitektur masjid, tetapi masing-masing memiliki bentuk, penempatan dan fungsi yang sangat berbeda. Agar tidak salah sebut lagi, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

1. Mihrab: Penanda Arah Kiblat

Pernah melihat ceruk atau lekukan pada dinding bagian depan ruang shalat? Nah, itulah yang disebut mihrab.

Mihrab pada Masjid Sahib Ata di Konya, Turkey – Dream.co.id.

Mihrab merupakan bagian arsitektur masjid yang berfungsi sebagai penanda arah kiblat, yaitu arah menuju Ka’bah di Makkah ketika umat Islam melaksanakan shalat.

Biasanya, mihrab terletak di tengah dinding kiblat dan menjadi salah satu titik yang mudah dikenali di dalam masjid. Bentuknya beragam, mulai dari ceruk sederhana hingga desain dengan ukiran, kaligrafi dan ornamen yang indah.

Karena posisinya berada di bagian depan ruang shalat, mihrab juga kerap menjadi elemen yang mempertegas tata ruang masjid.

Namun, ada satu hal yang perlu diketahui: mihrab bukanlah tempat yang wajib ditempati imam ketika shalat. Fungsinya yang utama adalah sebagai penanda arah kiblat, sedangkan posisi imam menyesuaikan tata ruang dan kondisi masjid.

Jadi, kalau kamu melihat ceruk pada dinding depan masjid, kemungkinan besar itulah mihrab!

Baca juga: Indahnya! Ketika Cahaya Menjadi Bagian dari Arsitektur Masjid

2. Mimbar: Tempat Khatib Menyampaikan Khutbah

Berbeda dengan mihrab yang berada pada dinding, mimbar umumnya berbentuk panggung kecil atau tempat bertangga yang terletak di dekat mihrab.

Mimbar di dalam Masjid, Umair ashfaq – Unsplash.

Mimbar digunakan oleh khatib untuk menyampaikan khutbah, terutama ketika pelaksanaan shalat Jumat.

Bentuk mimbar bisa berbeda-beda di setiap masjid. Ada yang terbuat dari kayu dengan desain sederhana, ada pula yang dihiasi ukiran dan ornamen yang rumit.

Meski bentuknya beragam, fungsi mimbar tetap sama, yaitu menjadi tempat khatib menyampaikan nasihat, pengingat keimanan, serta pesan-pesan kebaikan kepada jamaah.

Melalui khutbah, jamaah diajak untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki perilaku dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, mimbar juga memiliki nilai sejarah dalam perkembangan masjid. Sejak masa awal Islam, mimbar telah digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat Muslim.

Jadi, kalau kamu melihat tempat bertangga yang digunakan khatib saat khutbah Jumat, itulah mimbar.

3. Menara: Bangunan Tinggi untuk Mengumandangkan Azan

Kalau mihrab dan mimbar berada di dalam masjid, menara biasanya lebih mudah dikenali dari luar bangunan.

Menara masjid, Affan fadhlan – Unsplash.

Menara adalah bangunan tinggi yang berdiri di dekat atau menyatu dengan bangunan masjid. Dalam sejarah arsitektur Islam, menara digunakan sebagai tempat muazin mengumandangkan azan agar panggilan shalat dapat terdengar oleh masyarakat sekitar.

Seiring perkembangan zaman, menara juga menjadi penanda keberadaan masjid di tengah lingkungan masyarakat.

Desainnya pun beragam. Ada menara berbentuk ramping dan tinggi, ada yang berbentuk silinder, bahkan ada pula yang memiliki bentuk khas sesuai tradisi arsitektur daerah setempat.

Di Indonesia, misalnya, masjid memiliki bentuk yang beragam karena dipengaruhi oleh perpaduan tradisi lokal dan perkembangan arsitektur Islam.

Namun, menara bukanlah syarat wajib sebuah bangunan untuk dapat berfungsi sebagai masjid. Masjid tanpa menara tetap dapat digunakan untuk beribadah dan mengumandangkan azan dengan sarana yang tersedia.

Jadi, kalau kamu melihat bangunan tinggi yang menjulang di sisi masjid, itulah menara.

Apa Perbedaan Mihrab, Mimbar dan Menara?

Supaya lebih mudah diingat, berikut ringkasan perbedaan ketiganya.

Bagian masjidBentuk atau letakFungsi utama
MihrabCeruk pada dinding depan ruang shalatMenandai arah kiblat
MimbarPanggung atau tempat bertangga, biasanya di dekat mihrabTempat khatib menyampaikan khutbah
MenaraBangunan tinggi di dekat atau menyatu dengan masjidSecara historis, tempat mengumandangkan azan

Baca juga: Masjid di Negara Minoritas: Masjid-Masjid Ikonik di Destinasi Favorit Asia

Cara paling mudah untuk mengingatnya adalah: mihrab menunjukkan arah, mimbar menjadi tempat khutbah, sedangkan menara menjulang tinggi di sekitar masjid.

Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama menjadi bagian dari sejarah dan perkembangan arsitektur masjid.

Masjid Bukan Hanya Bangunannya, tetapi Juga Aktivitas di Dalamnya

Menjaga masjid bukan sekadar merawat bangunannya, tetapi juga menghidupkan kegiatan ibadah dan memastikan masjid dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di pelosok Nusantara, masih ada saudara-saudara Muslim kita yang membutuhkan tempat ibadah yang layak untuk shalat, belajar Al-Qur’an dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul.

Melalui Program Bangun Masjid Pelosok, Masjid Nusantara mengajak Sobat Masjid untuk menjadikan sebagian rezekinya sebagai jalan menghadirkan masjid yang layak bagi mereka.

[Klik disini untuk ikut berdonasi Bangun Masjid Pelosok sekarang!]

Sebab ketika rezeki kita sampai kepada orang lain dalam bentuk kebaikan, keberkahannya akan terus mengalir kepada kita dan semoga di dalamnya menjadi amal jariyah bagi kita hingga akhirat.**

Sumber referensi: Mosque Architecture — Lumen Learning.

Sumber foto sampul artikel:  Zalex1965 – Tripadvisor.

Categories: Artikel