Artikel

Kisah Nabi Ayub

Nabi Ayyub as adalah anak dari Ish bin Ishaq bin Ibrohim as., sedang ibunya adalah putri dari Nabi Luth as. bin Harun saudara laki-laki Nabi Ibrohim as. Nabi Ayyub as. adalah seorang yang pandai, bersih, berakhlaq mulia serta bijaksana. Beliau menikah dengan Siti Rahmah anak dari Afrayim putra Nabi Yusuf as. Ayah Nabi Ayyub adalah Ish seorang yang kaya raya yang memiliki peternakan seperti, Unta, Lembu, Kambing, Kuda, Keledai, dan Himar. Tidak seorangpun dinegeri Syam yang menyamai kekayaan bapak Nabi Ayyub as. Ketika Bapaknya meninggal dunia, semua harta kekayaan di wariskan kepada Nabi Ayyub as.

Nabi Ayyub kemudian diutus oleh Allah kepada kaumnya dan mereka adalah penduduk Hauran dan Tih. Beliau diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan beberapa syariat dan membangun masjid untuk kaumnya dan menyeru kaumnya untuk menyembah Allah Swt. Nabi Ayyub adalah seorang yang sangat dermawan yang diceritakan, bahwa dirumahnya ada beberapa meja makan yang disediakan untuk orang-orang fakir-miskin dan serta untuk menjamu para tamu.

Sifat dan sikap kedermawanannya itu terhadap anak-anak yatim, orang-orang miskin, hartanya sedikitpun tidak berkurang malahan hartanya makin bertambah banyak. Kebunnya tidak dilarang bagi siapa saja yang ingin mengambil tanaman ataupun buahnya. Walaupun hartanya semakin banyak, tidak sedikitpun beliau merasa gembira dan hati serta lisannya tak luput dari bersyukur dan berzikir kepada Allah, dan kemudian berkata : “Wahai Tuhanku, ini semua adalah pemberianMu kepada para hambaMu dipenjara dunia ini, maka bagaimana pemberianMu nanti di surga kepada orang-orang yang mendapat kemuliaan dari Engkau..?.

Melihat ketaatan Nabi Ayyub as. kepada Allah, membuat Iblis tidak menyukainya dan sangat dengki kepadanya. Iblis kemudian naik ke langit yang ke tujuh dan berhenti di tempat yang dikehendaki, maka Allah berkata kepada Iblis, “Hai Iblis terkutuk! Bagaimana kau melihat hambaKu Ayyub? Adakah kau bisa mendapatkan darinya meskipun sedikit?” Jawab Iblis, “Tuhanku, sungguh Ayyub rajin menyembah Engkau, karena Engkau telah memberinya keluasan hidup dan kesehatan, kalau sekiranya tidak, tentu dia tidak akan menyembahMu!” Allah berkata : “Hai Iblis terkutuk! Kamu pendusta, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui, bahwa Ayyub akan tetap menyembah dan bersyukur kepadaKu, meskipun dia tidak mempunyai keluasan hidup.” Iblis kemudian minta kepada Allah agar memberinya kekuasaan padanya untuk menggoda Nabi Ayyub, Allah Swt. kemudian mengabulkan permintaan Iblis, kecuali jiwa dan lisannya.

Iblis kemudian turun lagi ke bumi dan mengumpul semua bala tentarannya, yaitu Syetan dan menyuruh betebaran untuk membakar dan memusnahkan harta kekayaan Nabi Ayyub as. Ketika itu Nabi Ayyub sedang melaksanakan sholat di Masjid, maka datanglah Iblis seraya berkata, “Hai Ayyub! Apakah kamu tetap menyembah Tuhanmu? Sedang kamu dalam bahaya, sungguh Tuhanmu telah menuangkan api dari langit yang memusnahkan harta kekayaanmu, sehingga semuanya menjadi abu.” Nabi Ayyub as. tidak menjawab, tetap dalam sholatnya. Setelah selesai, beliau berkata: “Alhamdulillah, yang telah memberi saya, kemudian mengambil pula dari saya. Kemudian beliau berdiri untuk mengerjakan sholat lagi. Dengan tangan hampa Iblis kembali dan terasa terhina serta kecewa atas perkataan Nabi Ayyub. Walau demikian Iblis tidak putus asa, ia kemudian melancarkan serangan yang kedua, yaitu mengancam kepada anak-anaknya Nabi Ayyub.

Nabi Ayyub as. memiliki empat belas anak, yang terdiri dari delapan laki-laki dan enam perempuan. Pada waktu itu mereka berada dirumah saudaranya yang tertua, Hurmula namanya, saat sedang makan bersama, saat itu pula para syetan merobohkan rumah itu dan menimpakan kepada anak-anak Nabi Ayyub as. sehingga mereka semua mati di satu meja makan. Iblis bergegas menemui Nabi Ayyub yang sedang sholat dan Iblis berkata : “Hai Ayyub! Lihatlah Tuhanmu telah melemparkan rumah kepada anak-anakmu, sehingga mereka mati semua. Kenapa kamu tetap menyembah kepadaNya?” Setelah selesai dari sholat, Nabi Ayyub berkata : “Hai Iblis terkutuk! Alhamdulillah, Dia yang memberi kepada saya lalu mengambilnya pula dari saya. Semua harta dan anak adalah ujian bagi laki-laki dan perempuan, maka Allah mengambil semua itu dari saya, sehingga saya bisa bersabar dan tenang untuk beribadah kepadaNya.”

Demikianlah Nabi Ayyub as. yang di uji Allah dengan bermacam-macam cobaan. Mula-mula mendapat ujian dengan habisnya harta kekayaan yang dibakar oleh Iblis dan bala tentaranya (Syetan), kemudian dengan kematian seluruh anaknya, namun Nabi Ayyub tetap sabar dalam menghadapi semua cobaan itu, hati dan lisannya tak henti-henti bersyukur dan berzikir kepada Allah.