Nov 6, 2026

Kenapa Imam Selalu Meminta Saf Diluruskan Sebelum Shalat? Ini Alasannya

Pernah mendengar imam mengingatkan jamaah untuk meluruskan dan merapatkan saf sebelum shalat dimulai? Bahkan, terkadang imam mengulanginya beberapa kali sampai barisan terlihat rapi.

Bagi sebagian orang, mungkin hal ini terasa seperti rutinitas biasa sebelum takbiratul ihram. Padahal, meluruskan saf bukan sekadar formalitas. Rasulullah ﷺ  sendiri memberikan perhatian khusus terhadap keteraturan barisan dalam shalat berjamaah.

Lantas, mengapa saf harus lurus dan rapat? Apa sebenarnya alasan di balik anjuran tersebut? Yuk, pahami penjelasannya agar kita tidak lagi menganggap remeh hal kecil sebelum shalat berjamaah.

Meluruskan Saf Termasuk Bagian dari Kesempurnaan Shalat

Salah satu alasan imam selalu mengingatkan jamaah untuk meluruskan saf adalah karena hal tersebut merupakan bagian dari tuntunan Rasulullah lﷺ

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Luruskanlah saf kalian, karena lurusnya saf termasuk kesempurnaan shalat.” (HR. Muslim No. 433)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa keteraturan saf bukan perkara yang bisa diabaikan begitu saja. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam memperhatikan barisan sebelum memulai shalat berjamaah.

Hal serupa juga disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari No. 723 Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk meluruskan saf karena hal tersebut sangat penting untuk shalat yang sempurna dan benar..

Karena itu, imam biasanya memastikan posisi jamaah sudah sejajar sebelum mengucapkan takbiratul ihram. Tujuannya agar setiap orang dapat mengikuti shalat berjamaah dengan barisan yang tertata sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Saf yang Tidak Teratur Bisa Berdampak pada Hati Jamaah

Ternyata, perhatian Rasulullah ﷺ. terhadap saf bukan hanya berkaitan dengan kerapian barisan. Beliau juga mengingatkan adanya dampak ketika jamaah tidak menjaga keteraturan saf.

Dalam hadis riwayat Muslim No. 432a, Abu Mas’ud menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah merapikan posisi bahu para sahabat dan mengingatkan mereka agar berdiri lurus serta tidak saling berbeda posisi. Beliau memperingatkan bahwa ketidakteraturan tersebut dapat menyebabkan hati mereka berselisih.

Pesan ini mengingatkan kita bahwa shalat berjamaah bukan hanya tentang berkumpul di tempat yang sama, tetapi juga belajar menjaga keteraturan dan kebersamaan.

Ketika berdiri dalam satu saf, setiap jamaah memiliki kedudukan yang sama sebagai hamba Allah ﷻ. Tidak ada yang lebih tinggi hanya karena jabatan, kekayaan, pekerjaan ataupun latar belakangnya.

Bagaimana Cara Meluruskan dan Merapatkan Saf dengan Benar?

Setelah mengetahui pentingnya keteraturan saf, kita juga perlu memahami bagaimana cara menerapkannya ketika shalat berjamaah.

Ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan:

a. Berdiri sejajar dengan jamaah di samping

Pastikan posisi berdiri tidak terlalu maju atau mundur dibandingkan jamaah di sebelah. Usahakan barisan terlihat lurus dan sejajar.

b. Perhatikan posisi bahu

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar jamaah menyelaraskan posisi bahu dalam saf. Hal ini menjadi salah satu cara menjaga agar barisan tidak berantakan.

c. Isi celah yang masih tersedia

Jangan sengaja meninggalkan ruang kosong di antara jamaah apabila masih bisa diisi. Dalam hadis riwayat Abu Dawud No. 666, terdapat perintah untuk menata saf, menyelaraskan bahu dan menutup celah di antara jamaah.

d. Jaga kerapatan tanpa mengganggu orang lain

Merapatkan saf bukan berarti harus memaksakan posisi tubuh hingga membuat jamaah di samping merasa tidak nyaman. Lakukan dengan wajar, saling menghormati dan mengikuti arahan imam.

Hal-hal sederhana tersebut mungkin terlihat kecil. Namun, ketika setiap jamaah memiliki kesadaran untuk melakukannya, barisan shalat akan lebih tertata dan nyaman bagi semua orang.

Merapikan Saf, Kebiasaan Kecil yang Mengajarkan Kebersamaan

Kini kita tahu bahwa alasan imam selalu meminta saf diluruskan bukan sekadar agar barisan terlihat rapi. Ada tuntunan Rasulullah ﷺ yang mengajarkan pentingnya menjaga keteraturan saf sebagai bagian dari kesempurnaan shalat.

Lebih dari itu, shalat berjamaah juga menjadi pengingat bahwa kita tidak hidup dan beribadah sendirian. Ada orang lain di sekitar kita yang perlu dihormati, diperhatikan dan dijaga kenyamanannya.

Mari Hadirkan Masjid yang Nyaman untuk Beribadah

Masjid bukan hanya tempat untuk menunaikan salat, tetapi juga ruang bagi umat untuk berkumpul, belajar dan mempererat persaudaraan.

Sayangnya, masih ada saudara-saudara kita di pelosok yang belum memiliki masjid layak sebagai tempat beribadah dan berkumpul bersama.

Melalui program Bangun Masjid Pelosok, kita bisa ikut menghadirkan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman bagi mereka.

Yuk, ambil bagian dalam kebaikan ini. Karena setiap masjid yang berdiri dapat menjadi tempat tumbuhnya ibadah, kebersamaan dan kebaikan yang terus mengalir.

[Klik disini untuk salurkan infak dan sedekah terbaikmu ke program Bangun Masjid Pelosok!]

Semoga waktu dan rezeki yang kita gunakan untuk membangun Masjid di Pelosok ini akan bermanfaat dan menjadi amal jariyah sebagai penolong kita sampai ke akhirat nanti.**

Sumber foto: Masjid pogung  – Unsplash.

Categories: Artikel