Oct 2, 2026

Bergemanya Jeritan Gaza di Lapangan Hijau

Selama 90 menit, kita bisa lupa sejenak pada pekerjaan, masalah hidup atau penatnya hari. Kita duduk di depan layar atau memenuhi stadion, lalu ikut tegang ketika bola mendekati gawang.

Namun, ada satu hal yang belakangan sulit dipisahkan dari dunia sepak bola: Palestina.

Di tengah sorak-sorai suporter, bendera Palestina muncul di tribun. Para pemain membawa pesan solidaritas. Nama Gaza disebut di media sosial. Bahkan beberapa pesepak bola dunia menggunakan sorotan yang mereka miliki untuk menyuarakan kepedulian terhadap Palestina.

Sepak bola telah mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar menang dan kalah. Ini tentang kemanusiaan.

Nilai yang Menembus Garis Lapangan

Sepak bola punya bahasa universal. Kita bisa berbeda klub favorit, bangsa atau budaya, namun kita sama-sama paham arti perjuangan, pahitnya kekalahan dan indahnya keadilan dalam bermain.

Ketika kabar tentang duka Gaza mencuat, panggung olahraga ikut bergetar. Anak-anak yang kehilangan tempat bermain, keluarga yang kehilangan rumah, hingga pesepak bola yang kehilangan stadionnya, mereka semua adalah manusia yang kehilangan mimpinya. 

Di sinilah sepak bola dan Palestina bertemu.

Ternyata bukan melalui hubungan politik, melainkan terhubung lewat ketulusan empati.

Bintang Bola Menjadi Penyambung Lidah

Dunia sepak bola memiliki komoditas termahal yakni perhatian publik. Satu gestur bintang lapangan bisa menjangkau jutaan nurani dalam hitungan detik.

Para pesepak bola dunia menggunakan ruang tersebut dengan cara mereka masing-masing:

Lamine Yamal: membawa bendera Palestina dalam parade kemenangan klubnya.

Sumber foto: Instagram @hsmramy

Mohamed Salah: vokal mempertanyakan kepedulian lembaga olahraga atas gugurnya pesepak bola Gaza, Suleiman al-Obeid.

Sumber foto: Instagram @Mosalah

Anwar El Ghazi: rela mengorbankan karier club-nya demi membela Gaza, lalu mengalokasikan dana kompensasi kontraknya untuk anak-anak Palestina.

Sumber foto: Instagram @elghazi21

Eric Cantona: memanfaatkan status legendanya untuk menyuarakan keadilan.

Sumber foto: Instagram @ericcantona

Aksi mereka bervariasi ada yang berbicara, mengibarkan simbol, menyumbang dana, hingga memanfaatkan media sosial. Namun tujuannya satu: menjaga agar penderitaan Palestina tidak lenyap dari ingatan dunia!

Gemuruh dari Tribun

Tidak hanya datang dari para bintang di dalam lapangan, gema solidaritas ini juga membakar tribun penonton. Sepak bola sejak awal diciptakan oleh dan untuk rakyat biasa. Karena itulah, tribun stadion sering kali berubah menjadi megafon raksasa tempat suara keadilan dilantangkan.

Kita melihat bagaimana kelompok suporter seperti Green Brigade (Celtic FC) di Skotlandia secara konsisten memajang ribuan bendera Palestina dan menggalang dana kemanusiaan, meski berulang kali diancam sanksi oleh federasi. 

Sumber foto: X dari akun @footballtweet

Fenomena serupa hadir di Tanah Air: suporter sepak bola Indonesia kerap membentangkan bendera raksasa, membuat koreografi bersimbol Palestina, hingga mengheningkan cipta sebelum laga dimulai. 

Misalnya suporter Bobotoh dari klub Persib Bandung juga sering vokal dan ekspresif dalam menyuarakan dukungannya terhadap perjuangan saudara-saudara kita di Palestina. 

Sumber foto: REPUBLIKA/Abdan Syakura

Aksi dari tribun ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan pesanan pihak manapun. Ia adalah gerakan murni dari arus bawah dari rakyat biasa yang menolak amnesia terhadap penderitaan sesamanya.

Mari Menjadi Suara yang Menolak Bisu

Pemain bola bukanlah diplomat dan lapangan tak bisa langsung menghentikan perang. Namun, mereka punya megafon luar biasa untuk mengetuk hati dunia.

Sepak bola telah membuktikan bahwa kemanusiaan tidak pernah mengenal batas garis stadion. Kini, saatnya kita mengalirkan empati tersebut menjadi aksi nyata. 

Mari berdiri bersama saudara-saudara kita di Palestina dengan menyalurkan donasi dan sedekah terbaikmu melalui Program 4 in 1 untuk Palestina bersama Masjid Nusantara. 

Bantuanmu akan menghadirkan air bersih, makanan, tempat beralas yang layak, hingga pemulihan sarana ibadah bagi mereka yang membutuhkan. Karena sekecil apa pun kepedulian yang kita berikan, ia akan menjadi jejak kebaikan yang abadi. 

[Klik di sini dan hadirkan manfaat utuh melalui Program Sedekah 4 in 1 untuk Palestina!]

Mari bersama Masjid Nusantara mengambil bagian membantu saudara di Palestina. Banyak orang Indonesia juga masih bergerak dan Dunia pun masih bersuara.

Sumber foto sampul artikel: CNN Indonesia – Reuters/JASON CAIRNDUFF

Categories: Artikel