Sep 20, 2026

Menemukan Jawaban di Sepertiga Malam: Saat Overthinking Menjadi Doa 

Layar HP sudah dimatikan, lampu kamar sudah padam, tapi pikiran justru semakin ramai. 

Siang hari kita sibuk dengan berbagai aktivitas. Namun, saat semuanya usai dan tubuh mulai berbaring, pikiran yang tadinya tertahan mendadak riuh kembali. 

Urusan pekerjaan, kehangatan keluarga, kecemasan masa depan, harapan tentang hadirnya seseorang, hingga tumpukan keputusan yang masih mencari arah. 

Di saat seperti itu, sepertiga malam bisa menjadi waktu untuk berhenti sejenak. Bukan sekadar mengurangi suara dari luar, tetapi juga memberi ruang untuk membawa segala keresahan kepada Allah ﷻ melalui tahajud dan doa.

Sebab, mungkin tidak semua hal harus kita selesaikan sendiri. Sekuat apapun kita berusaha, pada akhirnya kita tetap membutuhkan pertolongan Allah ﷻ. 

Pikiran yang Ramai, Di Malam yang Sunyi

Ada alasan mengapa overthinking sering terasa lebih kuat ketika malam.

Seharian kita punya banyak hal untuk dikerjakan. Ada aktivitas yang membuat pikiran kita terus teralihkan. Begitu malam tiba, semuanya menjadi lebih tenang. Dan dalam kesunyian itu, pikiran yang selama ini kita tahan mulai bermunculan.

Islam mengajarkan kita untuk tidak menghadapi setiap persoalan seorang diri. Ada Allah ﷻ yang menjadi tempat bergantung dan memohon pertolongan.

Baca juga: “Ketika Hidup Tidak Sesuai Ekspektasi, Inilah Hikmah di Baliknya”

Terbangun di sepertiga malam bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah kesempatan untuk berbisik ke bumi namun terdengar hingga ke langit. Saat kita menggelar sajadah dan menunaikan shalat tahajud, kita sedang memindahkan beban di pundak menuju tempat sujud. Di saat itulah segala overthinking berganti menjadi kepasrahan utuh kepada Allah ﷻ yang Maha Mendengar. 

Ketika Tahajud Menjadi Ruang untuk Pulang

Salah satu waktu yang bisa kita manfaatkan untuk mendekat kepada Allah ﷻ adalah sepertiga malam. Di waktu tersebut, kita boleh membawa banyak hal.

Kita boleh berdoa untuk pekerjaan yang sedang dicari, keluarga yang sedang dikhawatirkan, masa depan yang belum jelas atau hati yang sedang tidak baik-baik saja.

Namun, jangan pula menganggap bahwa setelah tahajud semua masalah pasti langsung mendapatkan jawaban sesuai keinginan kita.

Bisa jadi jawaban itu hadir dalam bentuk ketenangan atau berupa kekuatan untuk menerima. Bahkan, bisa saja Allah ﷻ  memberi jalan yang baru, yang tidak pernah kita bayangkan.

Tidak Semua Jawaban Harus Datang Malam Itu

Kita sedang belajar menyerahkan sesuatu yang memang tidak sepenuhnya berada dalam kendali kita. Setelah itu, tetap ada ikhtiar yang harus kita lakukan.

Cari pekerjaan. Selesaikan tanggung jawab. Perbaiki hubungan. Belajar dari kesalahan. Ambil keputusan dengan pertimbangan yang baik.

Lalu serahkan hasilnya kepada Allah ﷻ.

Mungkin itulah salah satu makna ketenangan yang kita cari di sepertiga malam.

Bukan karena semua masalah tiba-tiba hilang, tetapi karena kita sadar bahwa dalam menghadapi semuanya, kita tidak sendirian.

Dan ketika pagi datang, semoga kita kembali menjalani hari dengan hati yang sedikit lebih lapang dan langkah yang sedikit lebih kuat. Aamiin..

Mari Hadirkan Ruang Bersujud Untuk Umat di Pelosok

Bagi sebagian saudara Muslim di pelosok Nusantara, memiliki tempat ibadah yang layak masih menjadi sebuah kebutuhan yang diperjuangkan.

Melalui program Bangun Masjid Pelosok, Masjid Nusantara mengajak kita bersama-sama menghadirkan masjid yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.

Mari ambil bagian dalam gerakan kebaikan

[Klik disini untuk salurkan infak dan sedekah terbaikmu ke program Bangun Masjid Pelosok!]

Karena mungkin, di tempat yang jauh dari kita, ada seseorang yang kelak menemukan ketenangan dalam sujudnya di masjid yang ikut kita hadirkan.

Sumber foto: Afiq fatah – Unsplash.

Categories: Artikel