Jul 31, 2026

Jumat Berkah, Tradisi atau Anjuran dalam Islam?

Setiap hari Jumat, media sosial dipenuhi unggahan tentang Jumat Berkah. Banyak masjid, komunitas, hingga individu yang rutin membagikan nasi kotak, air minum atau makanan ringan kepada masyarakat.

Fenomena ini tentu patut disyukuri. Semakin banyak orang yang terdorong untuk berbagi, semakin banyak pula manfaat yang dirasakan oleh sesama.

Namun, apakah Jumat Berkah memang merupakan anjuran dalam Islam atau hanya tradisi yang berkembang di masyarakat? 

Mari kita pahami bersama.

Apa Itu Jumat Berkah?

Sebenarnya, istilah “Jumat Berkah” tidak ditemukan secara khusus dalam Al-Qur’an maupun hadis sebagai nama sebuah amalan tertentu.

Istilah tersebut lebih merupakan sebutan yang lahir dari budaya masyarakat Muslim Indonesia untuk menggambarkan semangat memperbanyak kebaikan pada hari Jumat.

Karena hari Jumat memiliki banyak keutamaan, masyarakat kemudian menjadikannya sebagai momentum untuk:

  • memperbanyak sedekah,
  • berbagi makanan,
  • membantu sesama,
  • memakmurkan masjid,
  • hingga melakukan berbagai aksi sosial lainnya.

Dengan kata lain, Jumat Berkah adalah sebuah budaya baik yang tumbuh dari semangat mengamalkan nilai-nilai Islam, bukan ibadah khusus yang memiliki tata cara tertentu.

Mengapa Hari Jumat Istimewa?

Dalam Islam, hari Jumat memang memiliki kedudukan yang sangat mulia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik hari padanya matahari terbit adalah hari Jumat.” 

(HR. Muslim, no 854).

Pada hari Jumat lah Nabi Adam عَلَیهِ‌ السَّلام diciptakan, dimasukkan ke dalam surga dan juga diturunkan ke bumi. Selain itu, pada hari Jumat terdapat waktu yang sangat istimewa ketika doa seorang Muslim memiliki peluang besar untuk dikabulkan selama ia memohon kepada Allah ﷻ.

Karena keutamaan inilah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amal saleh pada hari Jumat, seperti:

  • memperbanyak doa,
  • membaca Surah Al-Kahfi,
  • memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ,
  • dan memperbanyak sedekah.

Apakah Ada Perintah Khusus Melakukan Jumat Berkah?

Inilah bagian yang penting untuk dipahami.

Islam tidak pernah mewajibkan adanya kegiatan yang disebut “Jumat Berkah“, misalnya harus membagikan nasi kotak setiap hari Jumat atau melakukan bentuk sedekah tertentu.

Yang dianjurkan adalah memperbanyak amal kebaikan, sedangkan bentuknya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Artinya, seseorang tidak perlu merasa terbebani jika belum mampu membagikan puluhan paket makanan. Sebab, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berbuat baik.

Memulai Jumat Berkah dari Masjid

Masih banyak saudara kita di pelosok Indonesia yang beribadah di masjid dengan kondisi atap bocor, lantai rusak atau fasilitas yang sangat terbatas. Kepedulian yang dimulai dari satu masjid dapat menghadirkan kenyamanan beribadah bagi banyak orang.

[Klik disini untuk ikut berdonasi Bangun Masjid Pelosok sekarang!]

Pada akhirnya, tradisi Jumat berkah ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap pekan selalu ada kesempatan baru untuk berbagi, membantu sesama dan memakmurkan masjid.

Sebab, keberkahan hari Jumat tidak hanya terasa dari apa yang kita terima, tetapi juga dari kebaikan yang kita hadirkan untuk orang lain.

Sumber foto: A il firman – Unsplash.

Categories: Artikel