Jun 6, 2026

Lama Bersama Belum Tentu Berjodoh

Pernah dengar fenomena “jagain jodoh orang” gak? Biasanya ungkapan itu muncul dari seseorang yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun, tetapi pada akhirnya melihat orang yang ia cintai menikah dengan orang lain.

Melihat fenomena ini muncul pertanyaan yang lebih dalam. Mengapa hubungan yang sudah lama bersama belum tentu berjodoh sampai ke pelaminan?

Dalam Islam, jodoh adalah rahasia Allah ﷻ. Tidak ada yang bisa memastikan siapa yang akan mendampingi kita hingga akhir hayat hanya karena sudah membersamai dalam waktu yang lama.

Maka, sebelum terlalu jauh menggantungkan harapan, ada baiknya kita kembali melihat bagaimana Islam mengajarkan cara terbaik dalam mempersiapkan jodoh.

Realita Hubungan Tanpa Ikatan

Tidak sedikit kisah tentang pasangan yang sudah bersama selama lima, tujuh, bahkan sepuluh tahun, tetapi akhirnya berpisah begitu saja. Di sisi lain, ada pula orang yang baru saling mengenal dalam waktu singkat, lalu menikah dan membangun rumah tangga yang harmonis.

Realita ini menunjukkan bahwa lama bersama belum tentu berjodoh!

Dalam pandangan Islam, hubungan yang belum diikat dengan akad nikah belum memiliki ikatan yang sah. Ketika kita menggantungkan seluruh masa depan pada sebuah hubungan yang belum halal justru bisa membawa kekecewaan ketika takdir Allah ﷻ berjalan berbeda.

Pada surat Al-Baqarah ayat 216, Allah ﷻ berfirman: 

“…….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Sebagai manusia, kita boleh berharap dan berikhtiar. Namun, kita juga perlu menyadari bahwa keputusan terbaik tetap berada di tangan Allah ﷻ. Sebab, hanya Dia yang mengetahui siapa pasangan yang paling baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat kita.

Menghindari Investasi “Rasa” yang Merugi

Hubungan yang berlangsung lama sering kali membuat seseorang menginvestasikan banyak hal seperti waktu, tenaga, perhatian, bahkan seluruh perasaannya.

Sayangnya, ketika hubungan itu tidak berakhir dengan pernikahan, yang tersisa sering kali hanyalah penyesalan dan luka hati.

Dari sudut pandang syariat, ada hal lain yang perlu direnungkan. Jika selama proses tersebut seseorang terjerumus pada aktivitas yang melanggar batasan agama, seperti berduaan tanpa mahram, saling bermesraan atau hal-hal lain yang tidak dibenarkan. Maka, yang terkumpul bukan hanya kenangan, tetapi juga tabungan dosa yang perlu dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ. 

Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk. “ (QS. Al-Isra: 32).

Bukan berarti kita tidak boleh berharap memiliki pasangan hidup. Namun, Islam mengajarkan bahwa tujuan yang baik sebaiknya ditempuh dengan cara yang baik pula. Jangan sampai keinginan untuk menikah justru membuat kita mengabaikan batasan-batasan yang telah Allah ﷻ tetapkan.

Pada akhirnya, tidak ada yang benar-benar rugi ketika menjaga diri. Justru menjaga diri adalah bentuk ikhtiar agar Allah ﷻ menghadirkan jodoh yang penuh keberkahan.

Cara yang Lebih Baik dalam Mencari Jodoh

Islam telah memberikan jalan yang lebih terjaga dalam mencari pasangan hidup, salah satunya melalui proses ta’aruf dan dilanjutkan dengan khitbah apabila kedua belah pihak merasa cocok. 

Ta’aruf bukanlah ‘proses pacaran yang dibungkus label islami’. Ta’aruf adalah proses saling mengenal visi, misi dan karakter satu sama lain secara transparan dengan melibatkan perantara (pihak ketiga yang terpercaya) agar boundaries atau batasan syar’i tetap terjaga. Orientasinya adalah kejelasan masa depan, bukan sekadar menghabiskan waktu bersama tanpa arah. 

Jika setelah bertukar informasi ternyata merasa cocok, proses bisa langsung berlanjut ke khitbah (peminangan) lalu pernikahan. Jika tidak cocok, kedua belah pihak bisa mundur secara terhormat tanpa harus mengalami heartbreak yang berlarut-larut karena belum ada investasi perasaan yang terlalu dalam. 

Daripada sibuk menjaga orang yang belum tentu menjadi jodoh, Sobat Masjid bisa fokus memantaskan diri. Benahi ibadah, perbaiki akhlak dan tata ulang niat agar siap menjadi versi terbaik saat jodoh sejati itu datang di waktu yang tepat. 

Sebar Kebaikan Sambil Menunggu Jodoh

Tidak semua kisah yang berjalan lama akan berakhir bersama. Namun, setiap perjalanan selalu menyimpan pelajaran untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.

Daripada menghabiskan waktu dalam hubungan yang belum tentu bermuara pada pernikahan, mengapa tidak menggunakan waktu tersebut untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri dan menebar manfaat bagi sesama?

Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak sedekah dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan masjid di pelosok Nusantara! Setiap doa yang dipanjatkan, setiap sujud yang dilakukan, hingga setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca di dalam masjid dapat menjadi aliran pahala yang terus mengalir bagi Sobat Masjid yang ikut berkontribusi mewujudkannya.

Mari isi masa penantian dengan amal terbaik. Bersama Masjid Nusantara, ikut ambil bagian dalam menghadirkan masjid yang layak bagi saudara-saudara kita di pelosok Indonesia dan jadikan setiap langkah kebaikan sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Ayo ikut berdonasi dengan klik program ini sekarang! : [Bangun Masjid Pelosok – Masjid Nusantara]. 

Sumber foto: Jonathan borba – unsplash

Categories: Artikel