May 31, 2026

Ketika Daging Kurban Jadi Barang Mewah yang Harus Diawetkan

Bagi sebagian dari kita, sepiring olahan daging sapi atau kambing mungkin menjadi menu mingguan yang biasa saja. Hidangan tersebut bisa dengan mudah kita temukan di warung makan pinggir jalan, pusat perbelanjaan atau tersimpan rapi di dalam kulkas rumah. 

Namun, berbeda dengan Dusun Harum Manis, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Di sana, daging adalah sebuah kemewahan yang sangat langka, termasuk daging kurban

Saking mewahnya, setiap jengkal daging kurban yang didapatkan tidak bisa langsung dihabiskan begitu saja. Daging tersebut harus dirawat, dijaga dan diawetkan dengan penuh ketelitian melalui tradisi turun-temurun agar bertahan hingga berbulan-bulan lamanya.

Kisah Nenek dan Daging yang Diawetkan

Di Dusun Harum Manis itu, tingga lah Nenek Sahram. Di usianya yang telah menginjak 80-an tahun, ia harus menjalani masa senjanya seorang diri. Anak-anaknya telah menikah dan merantau ke luar kampung. Tanpa mata pencaharian dan tanpa penghasilan tetap, Nenek Sahram hanya bisa bergantung pada apa yang ada di sekelilingnya untuk bertahan hidup dari hari ke hari. 

Ketika tim lapangan Masjid Nusantara berkunjung dan bertanya kapan terakhir kali Nenek Sahram serta penduduk desa setempat mencicipi gurihnya daging, sebuah jawaban pilu terucap. Mereka baru bisa makan daging setahun sekali, itu pun hanya saat ada bantuan program kurban dari luar. Sebelum ada bantuan yang masuk, mereka hampir tidak pernah mengonsumsi daging sapi karena keterbatasan ekonomi. Jika ingin makan protein hewani, warga hanya mengandalkan ayam peliharaan seadanya. 

“Nggak makan daging kalau tidak ada yang kasih. Mau beli pun keuangan sangat terbatas untuk beli daging sapi,” ungkap Nenek Sahram. 

Rarit: Tradisi Mengawetkan Berkah Tanpa Kulkas 

Daging adalah barang berharga yang jarang mereka temui, warga Dusun Harum Manis memiliki cara tradisional tersendiri untuk menyimpannya. Mereka tidak memiliki fasilitas modern seperti listrik yang stabil atau kulkas untuk menjaga kesegaran makanan. Untuk menyiasatinya, mereka merawat daging tersebut dengan tradisi bernama Rarit

Nenek Sahram memperlihatkan bagaimana proses rarit dilakukan dengan cekatan. Daging sapi diiris tipis-tipis, kemudian dicampur dengan bumbu sederhana yang terdiri dari garam dan asam jawa. Setelah bumbu meresap, lembaran-lembaran daging tersebut dijemur di bawah terik matahari selama 2 hingga 3 hari sampai benar-benar kering tanpa sisa kadar air sedikit pun. 

Daging rarit yang sudah kering sempurna ini nantinya disimpan rapat dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Nenek Sahram biasanya baru akan mengeluarkan dan memasak persediaan daging ini apabila ada acara adat atau momen penting keluarga. Cara tradisional ini menjadi benteng ketahanan pangan mandiri bagi warga pelosok di tengah keterbatasan listrik dan kulkas. 

Bukti Nyata Kemanfaatan Program Kurban Masjid Pelosok 

Kehadiran program kurban pelosok dari Masjid Nusantara di Dusun Harum Manis menjadi oase yang menghadirkan kebahagiaan luar biasa. Nyatanya, dalam dua tahun terakhir ini, satu-satunya momen di mana Nenek Sahram dan warga dusun bisa merasakan daging sapi adalah berkat hewan kurban yang disalurkan oleh donatur Masjid Nusantara. 

Program kurban pelosok ini bukan sekedar rutinitas ibadah tahunan, melainkan sebuah aksi kemanusiaan nyata yang berdampak langsung pada pemenuhan gizi masyarakat terpencil. Bantuan ini memutus isolasi akses pangan yang selama ini dialami oleh para lansia tunggal seperti Nenek Sahram. 

Melihat potongan daging yang sedang dijemur di halaman rumahnya, mata senja Nenek Sahram berkaca-kaca penuh rasa syukur. Warga dusun mengekspresikan kebahagiaan mereka dan sangat berharap agar Masjid Nusantara bisa terus hadir melaksanakan ibadah kurban di desa mereka pada tahun-tahun berikutnya. 

Sambung Kebahagiaan Mereka, Hadirkan Senyuman di Pelosok Nusantara

Sepotong daging yang kita kurbankan mungkin akan habis dalam sekali santap di meja makan kita. Namun bagi Nenek Sahram dan warga Dusun Harum Manis, sepotong daging tersebut adalah berkah luar biasa yang mereka awetkan berbulan-bulan sebagai bentuk rasa syukur terdalam. 

Mari bentangkan lebih luas jangkauan manfaat kebaikanmu, bersama Masjid Nusantara. Salurkan sedekah terbaikmu ke pelosok-pelosok sunyi yang paling membutuhkan dan jadilah alasan dibalik tersenyumnya saudara-saudara kita di ujung pelosok negeri. 

Yuk bagikan kebaikan mu sekarang juga, gabung dan klik program ini sekarang:
[Masjid Pelosok – Masjid Nusantara]

Categories: Artikel Kurban Masjid Pelosok