masjidnusantara.org Sukabumi – Ikhtiar menghadirkan 99 Masjid Asmaul Husna kembali memasuki tahap pembangunan. Kali ini, Masjid Al-Mu’id di Cikole, Kota Sukabumi, mulai dibangun setelah prosesi peletakan batu pertama atau ground breaking dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026).
Masjid Al-Mu’id menjadi titik baru dalam rangkaian program besar 99 Masjid Asmaul Husna yang diinisiasi oleh Yayasan Masjid Nusantara bersama Cinta Quran Foundation (CQF). Bagi Masjid Nusantara, pembangunan ini bukan sekadar mendirikan struktur fisik bangunan, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang ibadah yang mampu menjadi pusat pembinaan dan penguatan peradaban masyarakat.
CEO Masjid Nusantara, Pras Purworo, sebelumnya menjelaskan bahwa masjid memiliki posisi penting dalam membangun kehidupan umat. Sejak masa Rasulullah ﷺ, masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang untuk merukunkan, mendidik dan menguatkan masyarakat.
“Dari masjid inilah diharapkan lahir pembangunan manusia yang lebih baik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” jelas Pras.

Prosesi peletakan batu pertama ini berlangsung hangat dengan dihadiri oleh berbagai pihak yang menjadi bagian dari sinergi kebaikan tersebut. Ibu Fitri Ardantya beserta keluarga hadir langsung membersamai dimulainya pembangunan dengan penuh sukacita dan haru, melihat niat serta amanah yang selama ini dirawat kini perlahan wujud menjadi bangunan nyata.
Perwakilan dari Yayasan Masjid Nusantara, Iman Handiman, yang turut hadir di lokasi menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi erat antara para wakif, donatur dan masyarakat setempat.
“Program 99 Masjid Asmaul Husna yang diinisiasi oleh CQF bersama Yayasan Masjid Nusantara ini hadir di Sukabumi dengan melibatkan banyak pihak. Kami sangat bersyukur atas sinergi ini, mulai dari kedermawanan almarhum H. Muhidin dan almarhumah Hj. Marwiyah yang diwakili oleh Pak Iyus dan Bu Eti selaku wakif tanah, hingga Ibu Fitri Ardantya beserta keluarga sebagai wakif bangunan masjidnya,” ujar Iman.

Iman menambahkan bahwa gotong royong inilah yang menjadi jiwa dari setiap pembangunan rumah Allah ﷻ di berbagai pelosok. Ia juga menyampaikan doa bagi seluruh dermawan yang terus mendukung program-program pembangunan masjid.
“Semoga setiap kontribusi ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, dan Allah ﷻ senantiasa memudahkan segala urusan serta melimpahkan keberkahan bagi para donatur,” tuturnya.

Kelak, di atas tanah tersebut diharapkan berdiri rumah Allah ﷻ yang dipenuhi sujud dan doa. Tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, jamaah berkumpul, ilmu bertumbuh dan berbagai aktivitas kebaikan berlangsung bersama masyarakat.

Bagi Masjid Nusantara, di situlah makna pembangunan masjid menjadi lebih luas. Bangunan hanyalah awal. Yang diharapkan tumbuh setelahnya adalah kehidupan umat yang semakin kuat di sekitar masjid.**






