Artikel

Ingin Dosa Terhapus? Makmurkan Masjid Sekarang!

Masjid adalah sarana penting bagi muslim, dahulu masjid
dibangun sebagai pusat seluruh aktivitas keislaman. Sebab
pada periode awal-awal keislaman, segala kegiatan terpusat
di sana. Mulai dari shalat, belajar agama, melakukan praktik
pengobatan bahkan memikirkan dan membuat strategi
perang.

Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh
Nabi. Saat itu beliau tengah melakukan perjalanan ke Yatsrib
dan kemudian singgah di Quba selama empat hari. Sehingga
selama itu pula Nabi mendirikan masjid yang kemudian
menjadi pusat peribadatan serta pengajaran Islam serta
memikirkan segala strategi perang. Nabi mengangkat Muadz
bin Jabal sebagai imam sekaligus guru agama di sana.
Pun setibanya di Yastsrib, langkah pertama yang diambil
Rasulullah adalah mencari lahan untuk mendirikan masjid.
Hingga kemudian berdirilah sebuah masjid sederhana yang
sekarang dikenal sebagai Masjid Nabawi. Di sebelah timurnya,
Rasulullah mendirikan bangunan yang tentunya lebih
sederhana untuk tempat tinggal beliau, sedang di sebelah
barat masjid didirikan bangunan untuk orang-orang miskin
yang dikenal dengan al shuffah.

Masjid adalah saksi tentang perkembangan Islam dari zaman
Rasulullah hingga sekarang. Masjid adalah juga saksi tentang
langkah-langkah kecil yang berharap akan keberkahan pada
tiap ibadah
Berikut beberapa keutamaan berinteraksi dan memakmurkan masjid :

Menghapuskan Dosa

“Siapa yang berwudhu di rumahnya lalu berjalan menuju salah satu dari
rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari Allah,
maka separuh langkahnya menghapus dosa dan separuh langkah yang
lain meninggikan derajat.” (HR. Muslim)

Mendapat Naungan Allah

Rasulullah SAW bersabda : “Tujuh Golongan yg dinaungi Allah dihari
kiamat yg tiada tempat berteduh selain yg diizinkan Nya swt, Pemimpin
yg Adil, dan pemuda yg tumbuh dengan beribadah pd Tuhannya, dan
orang yg mencintai masjid masjid, dan dua orang yg saling menyayangi
karena Allah, bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah, dan orang
yg diajak berbuat hina oleh wanita cantik dan kaya namun ia berkata :
Aku Takut pd Allah, dan pria yg sedekah dg sembunyi2, dan orang yg
ketika mengingat Allah dalam kesendirian berlinang airmatanya”
(HR. Bukhari)

Mendapat Pahala Berkali Lipat

Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Shalat seseorang (di masjid dengan
berjamaah) itu dilebihkan dengan 25 derajat dari shalat yang dikerjakan
di rumah dan di pasar. Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian
berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu mendatangi
masjid, tak ada keinginan yang lain kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia
melangkah dengan satu langkah pun kecuali Allah mengangkatnya satu
derajat, dan terhapus darinya satu kesalahan…” (Muttafaqun ‘alaihi, dari
shahabat Abu Hurairah)
Tanda Orang-Orang Beriman

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah,
maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan
orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang berada di jantung kota
Propinsi Nanggro Aceh Darussalam, merupakan Masjid yang memiliki
lembaran sejarah tersendiri. Masjid yang dibangun oleh Sultan
Iskandar Muda pada tahun 1612. Pada April 1873 M, masjid ini telah
terbakar habis pada agresi tentara Belanda kedua.
Namun Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini
di tahun 1877, sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan
masjid yang lama.Pembangunan kembali masjid baru mulai
dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada
tahun1883 dan tetap berdiri hingga sekarang.
Mendapatkan Rahmat dan Ketenangan

“Tidaklah berkumpul suatu kaum di dalam rumah di antara
rumah-rumah Allah, untuk membaca Al-Qur’an dan saling mempelajarinya
di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka
ketenangan, mereka akan diliputi oleh rahmat, malaikat akan
menaungi mereka, dan Allah akan menyebut mereka di hadapan
para makhluk yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)