Aug 28, 2026

Masjid Nusantara Perluas Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna ke Tujuh Titik di Jawa Barat

masjidnusantara.org Jawa Barat — Masjid Nusantara terus memperluas ikhtiar menghadirkan rumah ibadah yang layak bagi masyarakat. Melalui Program 99 Masjid Asmaul Husna yang diinisiasi bersama Cinta Qur’an Foundation (CQF), pembangunan kini memasuki tahap kedua dengan peletakan batu pertama di tujuh titik wilayah Jawa Barat pada 25–28 Agustus 2026.

Tujuh masjid dan musala di Kabupaten Bandung, Garut, hingga Pangandaran menjadi bagian dari tahap pembangunan terbaru program tersebut. Kehadiran pembangunan ini diharapkan tidak berhenti pada berdirinya bangunan fisik, tetapi mampu menghadirkan kembali masjid sebagai ruang yang hidup dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi Masjid Nusantara, pembangunan masjid merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan fasilitas ibadah yang layak sekaligus memperkuat peran masjid di tengah kehidupan masyarakat. Selama lebih dari satu dekade, Masjid Nusantara telah bergerak membantu menghadirkan dan memperbaiki rumah ibadah di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap masjid yang layak.

Program 99 Masjid Asmaul Husna menjadi salah satu ikhtiar lanjutan untuk memperluas dampak tersebut melalui kolaborasi bersama berbagai pihak.

Setelah pembangunan tahap awal dimulai di Aceh pada Juli 2026, tahap kedua kini menyasar tujuh lokasi di Jawa Barat. Rangkaian groundbreaking dimulai pada 25 Agustus 2026 di Kabupaten Bandung melalui pembangunan Masjid Miftahul Huda di Kecamatan Banjaran yang mengusung nama Al-Wahhab, Masjid Al-Muttaqin di Kecamatan Pangalengan dengan nama Al-Baqi, serta Masjid Al-Hidayah di Pangalengan yang mengusung nama An-Nur.

Peletakan batu pertama di masjid Miftahul Huda di Kecamatan Banjaran yang mengusung nama Al-Wahhab.

Peletakan batu pertama di masjid Al-Muttaqin di Kecamatan Pangalengan dengan nama Al-Baqi

Peletakan batu pertama di masjid Al-Hidayah di Pangalengan yang mengusung nama An-Nur.

Pembangunan kemudian berlanjut pada 26 Agustus 2026 ke Kabupaten Garut, meliputi Masjid Al-Hidayah di Kecamatan Talegong dengan nama Al-Hadi, Masjid Al-Manan di Kecamatan Caringin dengan nama Al-Muqtadir, serta di tanggal 27 Agustus 2026 ke Masjid Jami An-Nur di Kecamatan Karang Tengah yang mengusung nama Al-Baari.

Peletakan batu pertama di masjid Al-Hidayah di Kecamatan Talegong dengan nama Al-Hadi

Peletakan batu pertama di masjid Al-Manan di Kecamatan Caringin dengan nama Al-Muqtadir

Peletakan batu pertama di masjid Jami An-Nur di Kecamatan Karang Tengah yang mengusung nama Al-Baari.

Rangkaian tahap kedua ditutup pada 28 Agustus 2026 di Kabupaten Pangandaran melalui pembangunan Musala Al-Mutoharoh di Desa Langkaplancar yang mengusung nama Al-Basith.

Peletakan batu pertama di musala Al-Mutoharoh di Desa Langkaplancar yang mengusung nama Al-Basith.

CEO Masjid Nusantara, Pras Purworo, menyampaikan bahwa pembangunan rumah Allah menjadi amal kebaikan yang memiliki keutamaan besar. Ia juga mendoakan para donatur yang telah mengambil bagian dalam pembangunan masjid melalui Program 99 Masjid Asmaul Husna.

Rasulullah bersabda, barangsiapa yang membangun masjid karena Allah , maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga. Semoga para donatur yang ikut membangun rumah Allah dimudahkan segala hajatnya, mendapatkan pahala jariyah atas donasinya dan Allah bangunkan rumah untuknya di surga,” ujar Pras.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan Program 99 Masjid Asmaul Husna, yaitu menghadirkan masjid yang tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga dapat kembali menjadi pusat aktivitas umat.

Direksi Cinta Qur’an Foundation, Ivan Sopian, mengatakan bahwa pembangunan masjid membawa semangat untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat.

Masih di momen Maulid Nabi , kita mengingat bahwa ketika Baginda Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah, salah satu hal pertama yang beliau bangun adalah masjid. Dari masjid itulah kemudian lahir pembangunan peradaban,” ujar Ivan Sopian. 

Masjid Nusantara berharap pembangunan tujuh masjid dan musala pada tahap kedua ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitarnya. Tidak hanya untuk menyediakan tempat ibadah yang lebih layak, tetapi juga membuka ruang bagi aktivitas keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, serta kebersamaan masyarakat.

Pembangunan setiap masjid diproyeksikan berlangsung sekitar tiga bulan dan dapat berjalan lebih cepat melalui keterlibatan masyarakat setempat dalam semangat gotong royong.

Melalui Program 99 Masjid Asmaul Husna, Masjid Nusantara bersama Cinta Qur’an Foundation berharap semakin banyak masyarakat dapat memiliki akses terhadap rumah ibadah yang layak.

Dari masjid yang hidup, diharapkan akan lahir masyarakat yang semakin kuat. Dan dari masyarakat yang kuat, kebaikan dapat terus tumbuh hingga menjangkau lebih banyak kehidupan.**

Categories: Berita