“main hp ah, lima menit aja..”
Mungkin kalimat itu sering kita ucapkan saat membuka media sosial. Namun tanpa terasa, lima menit berubah menjadi satu jam. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat, menambah amalan ibadah ataupun berbincang dengan keluarga justru habis untuk menggulir layar tanpa tujuan.
Ada satu hal yang sering luput kita sadari, yakni “screen time” adalah bagian dari waktu hidup kita yang akan dimintai pertanggungjawabannya juga di hadapan Allah ﷻ.
Oleh karena itu, membahas mengenai Hijrah Digital berarti mengubah cara kita menggunakan teknologi agar setiap menit yang kita habiskan membawa beribu manfaat, bukan sekadar untuk hiburan sesaat.
Screen Time Juga Akan Dipertanggungjawabkan
Allah ﷻ berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra’: 36).
Ayat ini mengajarkan bahwa apa yang kita lihat, dengar dan pilih untuk dikonsumsi bukanlah perkara sepele. Konten yang kita tonton, video yang kita putar, hingga akun yang kita ikuti sedikit demi sedikit membentuk cara berpikir dan kondisi hati.
Di sisi lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan…”
(HR. Tirmidzi No. 2417).
Hadis ini menjadi pengingat bahwa setiap jam yang kita habiskan di depan layar juga termasuk bagian dari umur yang kelak akan dipertanyakan.
Baca juga: Mari Jaga Anak-Anak dari Games Online agar Tidak Berujung Petaka.
Jadikan Screen Time sebagai Sarana Menguatkan Iman
Inilah cara-cara mudah untuk melakukan hijrah digital, diantaranya:
1. Isi Feed dengan Konten yang Mengingatkan kepada Allah ﷻ
Media sosial bekerja dengan algoritma. Semakin sering kita menyukai atau menonton konten tertentu, semakin banyak konten serupa yang akan muncul.
Mulailah mengikuti akun-akun yang berisi kajian Islam, tilawah Al-Qur’an, kisah para nabi, motivasi Islami atau informasi tentang kegiatan sosial dan dakwah.
Sedikit demi sedikit, media sosial yang sebelumnya membuat lalai dapat berubah menjadi pengingat untuk berbuat baik.
2. Luangkan Waktu Membaca Al-Qur’an Sebelum Membuka Media Sosial
Banyak orang memulai pagi dengan mengecek beragam notifikasi. Padahal, akan jauh lebih menenangkan jika hari diawali dengan beberapa ayat Al-Qur’an.
Allah ﷻ berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Beberapa menit bersama Al-Qur’an dapat memberi ketenangan yang tidak selalu kita dapatkan setelah berjam-jam scrolling.
3. Gunakan Media Sosial untuk Menyebarkan Kebaikan
Media sosial dapat menjadi ladang amal jika digunakan untuk berbagi manfaat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”
(HR. Bukhari No. 3461)
Membagikan ayat Al-Qur’an, hadis, artikel Islami atau informasi tentang kegiatan sosial yang terpercaya bisa menjadi bagian dari dakwah yang ringan, tetapi bernilai besar di sisi Allah ﷻ.
Baca juga: Solusi Praktis Mengejar Pahala Jariyah di Sela Kesibukan
4. Sisihkan Waktu Digital untuk Beramal
Screen time tidak harus selalu diisi dengan hiburan. Gunakan sebagian waktu tersebut untuk membaca artikel keislaman, mengikuti kajian daring, belajar tajwid atau mendukung program-program kebaikan.
Satu klik yang kita lakukan hari ini bisa menjadi sebab hadirnya manfaat bagi banyak orang.
Mari Jadikan Setiap Klik Bernilai Ibadah
Di tengah kemudahan teknologi, kita juga memiliki kesempatan untuk memperluas manfaat bagi sesama. Salah satunya adalah dengan mendukung pembangunan dan kemakmuran masjid di berbagai pelosok Indonesia melalui program-program Masjid Nusantara.
Bersama Masjid Nusantara, mari hadirkan lebih banyak masjid yang layak agar semakin banyak saudara kita dapat beribadah dengan nyaman hingga pelosok negeri.
[Klik disini untuk ikut berdonasi Bangun Masjid Pelosok sekarang!]
Sumber foto: Haidan – Unsplash.






