Bulan Muharram dikenal sebagai awal tahun dalam kalender Hijriah. Di bulan ini, banyak umat Islam mulai menyusun harapan baru, memperkuat ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Rasulullah ﷺ pernah menyebut Muharram sebagai “Syahrullah” atau Bulan Allah?
Mengapa hanya Muharram yang mendapat penyebutan istimewa ini, padahal seluruh bulan adalah milik Allah ﷻ?
Rasulullah ﷺ Menyebut Muharram sebagai “Syahrullah”
Landasan penyebutan Muharram sebagai Syahrullah berasal dari hadis shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim No. 1163).
Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menggunakan istilah Syahrullah Al-Muharram yang berarti “Bulan Allah, yaitu Muharram.”
Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram…”
(QS. At-Taubah: 36)
Keempat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal saleh.
Dengan demikian, penyebutan Muharram sebagai “Bulan Allah” memiliki dasar yang jelas dalam hadis sahih dan sejalan dengan kemuliaan bulan ini sebagaimana diterangkan dalam Hadits dan Al-Qur’an.
Apa Makna Penyebutan “Bulan Allah”?
Jika semua bulan adalah milik Allah ﷻ, mengapa hanya Muharram yang disebut sebagai Syahrullah atau ‘Bulan Allah’’?
Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran sesuatu kepada Allah ﷻ merupakan bentuk tasyrif atau pemuliaan. Artinya, penyebutan tersebut bukan karena Allah ﷻ hanya memiliki bulan Muharram, melainkan untuk menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan bulan tersebut.
Kita dapat menemukan konsep yang sama pada penyebutan Baitullah (Rumah Allah ﷻ) untuk Ka’bah. Tentu Allah ﷻ tidak membutuhkan tempat tinggal, tetapi penyandaran itu menunjukkan bahwa Ka’bah memiliki kedudukan yang mulia.
Begitu pula Muharram. Rasulullah ﷺ menyebutnya Syahrullah Al-Muharram sebagai isyarat bahwa bulan ini memiliki kehormatan yang patut dimuliakan oleh setiap Muslim.
Karena itulah, para ulama menganjurkan agar Muharram tidak hanya dipandang sebagai awal tahun Hijriah, tetapi juga sebagai momentum memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan dosa.
Bagaimana Cara Memuliakan Bulan Muharram?
Jika Muharram adalah bulan yang begitu dicintai Nabi ﷺ dan dimuliakan Allah ﷻ, lalu apa yang sebaiknya kita lakukan pada hari-hari di bulan ini?
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Asyura dan Tasu’a. Selain itu, Muharram juga menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjaga lisan, serta meninggalkan kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan.
Baca juga : Muharram: Momentum Memulai Kebiasaan Baik yang Baru
Allah ﷻ mengingatkan,
“…Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…”
(QS. At-Taubah: 36)
Menurut para ulama tafsir, larangan tersebut mengandung anjuran agar seorang Muslim lebih menjaga diri dari dosa, karena kemuliaan bulan-bulan haram menjadikan setiap amal memiliki nilai yang lebih besar di sisi Allah ﷻ.
Muharram juga bisa menjadi waktu terbaik untuk memulai perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. Sebab, perubahan yang bertahan lama biasanya lahir dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dijaga setiap hari.
Mari Isi Muharram dengan Kebaikan yang Terus Mengalir
Muharram adalah momentum yang tepat untuk memperbanyak amal saleh, termasuk berbagi manfaat kepada sesama. Salah satu amal yang pahalanya terus mengalir adalah membantu menghadirkan masjid yang layak bagi saudara-saudara Muslim di berbagai pelosok Indonesia.
Melalui Program Bangun Masjid Pelosok bersama Masjid Nusantara, Sobat Masjid bisa menjadi bagian dari ikhtiar membangun dan merenovasi masjid yang akan digunakan untuk shalat, mengaji dan berbagai kegiatan dakwah.
[Salurkan donasi terbaik mu untuk Bangun Masjid Pelosok dengan klik link ini sekarang!]
Mari jadikan Muharram sebagai awal langkah menuju kebaikan yang lebih luas. Semoga setiap sedekah yang kita titipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi salah satu cara memuliakan bulan yang dimuliakan Allah ﷻ .
Referensi:
Rumaysho – Anjuran Puasa Muharram
Qur’an Kemenag – Surat At-Taubah ayat 36
MUI – Mengapa Muharram Dinamakan dengan Syahrullah atau Bulannya Allah SWT?
Sumber foto: Mahdi Soheili – Unsplash.






