Pernah gak sih ketika lagi kerja, belajar, kuliah ataupun main, tiba-tiba kepikiran:
“Aku kalau meninggal besok, bekal amalnya udah cukup belum ya?”
Pertanyaan random kayak gini emang sering datang tanpa diundang, disisi lain ini juga bisa jadi tanda pengingat naluriah bahwa kita sebenarnya terlalu disibukan dengan huru-hara dunia.
Realitanya, kebanyakan dari kita berangkat ketika matahari belum terang dan pulang juga ketika langit udah gelap. Pokoknya sibuk aja gitu, bisa karena kejar target atau bahkan sibuk geser-geser tempat nongkrong sana-sini. Padahal guys, maut itu gak pernah ngabarin kapan dia mau dateng.
Jadi, kapan mau mulai amankan pahala jariyah? Kita terlalu sibuk bangun aset masa depan di dunia yang sementara ini. Nabung buat beli gadget baru, kredit kendaraan baru atau nyicil hunting tempat ngopi baru. Padahal, di hati kita yang terdalam haus akan aset bekal buat di akhirat nanti.
Nah kabar baiknya, di zaman serba digital ini semua hal bisa diselesaikan hanya lewat jempol, artinya dengan ponsel yang setiap hari kamu pegang, bisa jadi penyelamatmu di akhirat kelak!
Amankan Akhirat, Walau 24/7 Sibuk Kejar Dunia
Persoalan mengejar karir, mencari duit yang halal atau menghabiskan waktu untuk belajar demi masa depan, apakah itu termasuk ibadah? Ya jelas ibadah. Islam gak pernah melarang umatnya buat jadi orang sukses di dunia.
Masalahnya, karena kita keasyikan fokus mengatur antara kerjaan, nongkrong dan istirahat, kita jadi lupa kalau dunia ini sifatnya ‘sementara’.
Jangan lupa untuk amankan pahala jariyah kita guys.
Semua barang hasil gaji kita akan ditinggal di dunia, bakal jadi warisan buat orang lain. Rumah, kendaraan, baju branded bahkan saldo e-wallet pun gak ada yang bakal nemenin kita di dalam tanah nanti.
Nabi Muhammad ﷺ pernah mengingatkan kita lewat hadist yang pastinya udah sering kita dengar:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau do’a anak yang sholeh.”
Di antara ketiganya, sedekah jariyah adalah bentuk investasi paling aktif yang bisa kita siapkan sendiri dari sekarang, tanpa harus bergantung sama orang lain pas kita udah gak ada.
Membangun masjid adalah salah satu bentuk sedekah jariyah terbaik. Selama masjid itu berdiri, selama karpetnya dipakai buat sujud, air wudhunya mengalir dan huruf demi huruf Al-Qur’an dieja oleh anak-anak di sana, pahalanya bakal terus ditransfer ke rekening akhiratmu.
Bahkan ketika kamu sudah terlelap di alam barzakh dan namamu sudah dilupakan di dunia, aliran pahala itu gak bakal berhenti.
Jadi, di sela-sela kesibukanmu ngejar target bulanan dari bos, mari menyisihkan sedikit waktu dan materi buat investasi ke pembangunan masjid, karena ini bisa jadi keputusan paling logis sekaligus penyelamat kamu di akhirat nanti.
Satset Bangun Masjid dengan Patungan Bersama
“Tapi kan bangun masjid butuh biaya ratusan juta, tabungan aku aja masih kembang kempis!”
Nah, ini dia kesalahpahaman terbesar anak muda atau generasi sandwich yang minder duluan buat sedekah. Membangun masjid memang butuh biaya besar, tetapi Allah ﷻ gak pernah minta kamu buat nanggung seluruh biayanya sendirian. Di sinilah indahnya konsep patungan bersama yang bisa dilakukan lewat donasi online di era digital.
Masjid Nusantara punya platform donasi online dengan sistem patungan kebaikan yang sangat super transparan dan gampang banget. Kamu ga perlu beli batu bata sendiri, ngaduk semen sendiri atau menggotong kubah masjid sendiri.
Uang puluhan ribu yang kamu donasikan lewat ponsel bakal dikumpulin bareng donasi dari ribuan orang baik lainnya. Begitu terkumpul, boom! Jadilah sebuah masjid yang kokoh dan layak bagi saudara-saudara kita di pelosok pedalaman.
Coba kita refleksi sebentar deh. Dalam seminggu, berapa kali kita checkout kopi susu atau matcha seharga Rp 20.000 ke atas? Dengan nominal uang yang kamu habiskan untuk ngopi tiap minggu jika dialihkan ke program patungan bangun masjid secara online, nilainya bakal berubah jadi investasi abadi.
Ayo kita amankan pahala jariyah dari sekarang. Di hadapan Allah ﷻ sebutir batu bata atau semen satu sak yang dibeli dari uang donasi mu akan tetap dihitung sebagai andil nyata dalam membangun rumah-Nya. Jadi, gak ada lagi alasan “duit aku ga cukup,” karena beramal sekarang udah se-fleksibel dan se-satset itu.
Dari Layar Ponsel Menuju Pelosok
Hal yang paling keren dari era digital hari ini adalah jarak bukan lagi penghalang untuk berbuat baik.
Kita mungkin tinggal di kota. Sibuk kerja. Sibuk kuliah. Gak punya waktu buat datang langsung ke lokasi pembangunan masjid. Namun, lewat layar ponsel, bantuan kita tetap bisa sampai ke pelosok.
Ke masjid kecil yang sedang dibangun di pelosok, ke tempat ibadah yang butuh renovasi dan ke wilayah yang masyarakatnya masih berjuang agar punya masjid yang layak.
Kita harus mulai sadar kalau investasi terbaik bukan cuma soal tabungan dunia, tetapi juga tentang menyiapkan amal jariyah yang tetap hidup setelah kita meninggal.
Bayangkan suatu hari nanti ada orang yang sholat di masjid yang pernah kita bantu bangun. Ada anak kecil belajar mengaji di sana. Ada doa-doa yang dipanjatkan setiap harinya.
Lalu tanpa kita sadari, pahala itu terus mengalir ke tabungan pahala akhirat kita.
Maut itu rahasia, tetapi persiapan menghadapinya adalah pilihan kita. Kita gak pernah tahu kapan giliran kita tiba, bisa jadi besok, minggu depan atau beberapa tahun lagi.
Selagi jempol masih bisa bergerak, jantung masih berdetak dan aplikasi perbankan di ponsel masih aktif, mulai sekarang kamu bisa amankan pahala jariyah sendiri dalam bentuk rumah masa depan di surga nanti.
Jangan tunda niat baikmu sampai besok. Yuk, berdonasi ke program [Masjid Pelosok] bersama Masjid Nusantara dan alirkan pahala jariyahmu lewat sekali klik hari ini juga!
Klik disini untuk berdonasi online [Masjid Pelosok – Masjid Nusantara]
Sumber foto: Joshua hoehne – Unsplash






