Apr 24, 2026

BSI Maslahat Perkuat Jantung Spiritual di Jalur Alternatif Wisata

masjidnusantara.org, Manggarai Barat – BSI Maslahat bersama Masjid Nusantara membangun Masjid Nurlaila Naga di Dusun Naga, Desa Matawae, Kecamatan Sanonggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, (22/04/2026) sebagai upaya memperkuat akidah dan kehidupan spiritual masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas ibadah. 

Manager Waqf Group BSI Maslahat, Dwi Ristianto, menyampaikan bahwa selain sebagai pusat ibadah warga, masjid ini juga memiliki potensi peran lebih luas di masa mendatang, mengingat lokasinya yang berada di jalur alternatif menuju Labuan Bajo dan wisata Danau Sanonggoang.

“Potensi lokasinya sangat baik. Ke depan, jalur ini bisa menjadi akses yang lebih ramai. Kami berharap masyarakat dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid agar para musafir atau wisatawan yang singgah merasa nyaman,” ujarnya. 

Selain nilai strategis, pembangunan masjid ini juga menjawab kebutuhan mendesak warga akan tempat ibadah yang layak. Sebelumnya, masjid yang digunakan masyarakat sempat mengalami kerusakan hingga atapnya runtuh.

Tokoh masyarakat setempat, Abdul Jeman, mengungkapkan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama warga dalam memperbaiki masjid secara mandiri. 

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Sudah lama kami memimpikan masjid yang layak. Dulu atap masjid kami sempat runtuh, tapi alhamdulillah tidak terjadi saat waktu shalat,” katanya.

Perwakilan Masjid Nusantara, Iman Handiman, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. 

“Harapannya, masjid ini bisa menjadi pusat pembinaan umat, memperkuat akidah, serta menjadi ruang yang nyaman bagi masyarakat dalam beribadah,” ujar Iman. 

Ia menambahkan, keberadaan masjid di lokasi strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman masyarakat, tetapi juga memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Rangkaian kegiatan pembangunan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung khidmat. Rombongan yang menempuh perjalanan sekitar empat jam menuju lokasi disambut hangat oleh masyarakat dengan prosesi adat berupa penyematan peci dan selendang, serta tarian tradisional dari anak-anak Dusun Naga.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sholat Dzuhur berjamaah sebagai penanda dimulainya pembangunan Masjid Nurlaila.

Categories: Berita