Pernah nggak sih kepikiran kalau rutinitas bangun tidur dan lanjut scrolling itu sebenarnya adalah sebuah kemewahan? Tepat hari ini, 7 April, dunia lagi merayakan Hari Kesehatan Sedunia, tapi faktanya data WHO menunjukkan sebuah realitas yang cukup menyentil.
Di saat kita mungkin cuma pusing milih mau self-reward kopi atau matcha hari ini, ada jutaan orang di luar sana yang bahkan nggak punya akses untuk sekedar cek tensi atau dapat air bersih. Kasus nyata seperti krisis kesehatan di daerah pelosok yang minim fasilitas medis menjadi tamparan keras buat kita yang masih sering take for granted sama kondisi badan yang fit.
Momentum hari ini bukan sekedar soal seremonial, tapi sebuah pengingat bahwa nikmat sehat yang kita punya sekarang adalah aset paling mahal yang seringkali lupa kita syukuri sampai akhirnya harus terlebih dahulu jatuh sakit.
Nikmat Sehat itu bukan “Auto Settings”
Kita sering menganggap bangun tidur dalam keadaan badan segar ialah kondisi otomatis (auto settings) dari hasil tidur semata. Padahal, agar badan terhindar dari rasa nyeri dan pegal perlu pengaturan khusus dari kita, karena sehat jika tidak dijaga dari sekarang akan semakin dekat dengan masa kadaluarsanya.
Sehat merupakan fasilitas premium dari Allah SWT yang wajib kita jaga. Menariknya, Gen Z kebanyakan sudah menyadari pentingnya nikmat sehat tetapi masih banyak aja yang bolak-balik masuk ke fasilitas kesehatan.
Manusia seringkali lupa sebesar apa nikmat sehat itu, sampai-sampai Crazy Rich pun akan menghabiskan seluruh kekayaan dan asetnya hanya untuk mendapatkan kesehatan jika sudah terkena suatu penyakit.
Dari Ibnu Abas berkata, bersabda Rasulullah SAW:
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu Abas).
Hadits diatas bisa jadi tamparan buat kita, yang mungkin di beberapa waktu kebelakang sering menyepelekan kondisi kesehatan kita dan ditukar dengan hal yang sia-sia. Misalnya bela-belain bengong bareng temen di coffee shop sampai larut malam ataupun kegiatan lain yang kurang bermanfaat.
Mulai dari sekarang, ubah settingan hidup sehatnya, seperti memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi tubuh, kurang-kurangi makanan yang memiliki rasa asin dan manis yang strong, jaga pola tidur dan sedikit demi sedikit belajar meditasi untuk mengolah pikiran menjadi lebih tenang.
Health is the Real Flex
Di media sosial, udah banyak tren yang berseliweran mengenai outfit check, rekomendasi tempat ngopi ataupun jajanan receh yang banyak dibagikan. Tapi tau ngga? the real flex paling Top itu ketika kita bisa membagikan momen dimana kita masih diberi nikmat sehat (Health). Misalnya paru-paru masih berfungsi normal tanpa alat bantu atau lambung yang kuat buat diajak makan pedas atau berlemak.
Karena sebenarnya manusia itu sering banget lupa untuk bersyukur mengenai kesehatan tubuh. Tenggelam mendamba-dambakan momen flexing orang lain, yang padahal nikmat itu jauh dibawah berbanding dengan nikmat sehat yang sudah dimiliki.
Ada panduan hidup sehat dalam Al-Qur’an yang bisa dilakukan oleh kita agar bisa menjaga nikmat sehat yakni:
- Konsumsi makananan halal dan thayyib (baik), QS. Al-Baqarah:172.
- Menjaga kebersihan, baik badan maupun pakaian, QS. Al-Muddatsir:4.
- Istirahat dan tidur yang cukup, Q.S An-Naba:9.
- Hidup seimbang, menjaga agar tidak berlebihan dalam segala hal, QS. Al-A’raf:31.
- Sering bersosialisasi dan menjaga hubungan antar sesama manusia, QS Al-Hujurat: 10.
Hustle Culture
Jangan sampai budaya kerja keras bagai kuda demi sebuah self-reward, berujung dompet yang bolong habis dipakai untuk berobat. Hilangkan kebiasaan mengabaikan sinyal-sinyal lelah tubuh dan merasa bersalah ketika memilih untuk beristirahat.
Banyak orang mengira bahwa memaksa tubuh melampaui batas kemampuannya, dianggap sebagai kekuatan. Padahal, setiap paksaan bisa berujung bom waktu yang bisa mendatangkan bahaya di kemudian hari.
Ketika tubuh sudah mengeluarkan sinyal lelah, baik pikiran yang kusut dan wajah yang cemberut. Alangkah baiknya kita beristirahat, duduk sebentar dan berani melangkah lebih pelan agar bisa recharge energi supaya bertahan lebih lama.
Burnout vs Bersyukur
Reminder: health should be fun guys! berolahraga, makan dengan porsi 4 sehat 5 sempurna, menjaga kebersihan badan juga pakaian termasuk tidur yang cukup itu adalah kewajiban kita untuk menjaga nikmat sehat dan bukan menjadi beban. Karena bergaya hidup sehat better daripada gaya hidup metropolitan.
Termasuk dalam pekerjaan, reminder: work should be fun! jadikan sebuah pekerjaan menjadi media untuk bersyukur. Bayangin deh, kita bersyukur masih bisa menggerakan tangan, kaki, meeting, berpikir dan berkoordinasi, terus di akhir bulan kita dapat salary!
Jadi selama tubuh dan pikiran kita sehat kemudian pola pikir “bekerja” menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT karena telah menganugerahkan kenikmatan yang sebegitu banyaknya, maka kita akan terhindar dari burnout.
Semakin sering kita mengambil hikmah dan memperbanyak rasa syukur di tengah waktu pekerjaan kita. Maka, akan semakin meringankan lelah dan mengurangi kemungkinan burnout yang banyak menghantui selama bekerja.
Oke guys, mumpung masih sehat dan energinya full , yuk pakai waktu hidup kita buat hal-hal yang bermanfaat. Nggak hanya membuat diri sendiri, tapi juga bisa berdampak nyata bagi orang lain.
Melalui program Masjid Pelosok, Sobat masjid bisa membantu mereka yang di pelosok agar bisa beribadah dengan lebih baik dan lebih layak. Take action now! Donasi dari sekarang dan jadilah bagian dari perubahan untuk Masjid Pelosok. Karena sejatinya, sehatmu adalah titipan yang akan jauh lebih berkah kalau dipakai untuk menolong sesama.
Sumber foto: Beyza Yilmaz, Unsplash.
Referensi:
- Emasjid.id – Dua Nikmat Seringkali Manusia Tertipu
- Suaramuhammadiyah.id – Panduan Hidup Sehat dalam Al-Qur’an






