Apr 6, 2026

Ketika Godaan Selingkuh, Sedekat Genggaman Layar

Belakangan ini, masyarakat banyak disuguhi oleh kisah mengenai hubungan rumah tangga publik figur yang terkena kasus perselingkuhan di dunia maya.

Tidak sedikit dari mereka yang membagikan luka mengenai pengkhianatan dan kekecewaannya melalui layar HP mereka sendiri.

Jarak bukan lagi penghalang untuk menjalin kedekatan gelap dengan seseorang walaupun sudah berada dalam suatu hubungan yang serius. 

Memang terlihat sederhana, tetapi godaan selingkuh di era digital semakin mudah dan bisa menjadi awal retaknya kepercayaan hubungan.

Godaan Selingkuh di Genggaman

Layar ponsel kita, ternyata bisa berubah menjadi pintu besar yang cukup muat untuk mempertemukan orang asing di seluruh dunia.

Dari fungsi awalnya sebagai media komunikasi hingga hadir sebuah aplikasi yang fokus untuk berkencan dan mencari pasangan. 

Dulu, mungkin godaan selingkuh datang karena ada kesempatan, Tapi sekarang? godaan itu bisa hadir setiap saat karena kini kedekatan bisa dibangun tanpa batas waktu dan mengikis jarak hanya lewat genggaman.

Namun dalam sebuah hubungan, masalahnya bukan lagi di persoalan “ada atau tidaknya godaan”, tetapi, bagaimana kita menjaga diri dan menahan untuk tidak terlena dalam kemudahan berselingkuh di era digitalisasi saat ini.

Dekat Tanpa Bertemu di Hubungan yang Terlarang

Hari ini, seseorang bisa terasa sangat dekat bahkan tanpa benar-benar hadir. Obrolan berjalan intens dan perhatian yang tanpa sadar muncul secara konsisten, membuat seolah-olah hubungan terasa nyata, padahal hanya terjadi di layar ponsel.

Ketika hubungan itu mampu memberi rasa sayang dan perhatian namun berada diluar tanggung jawab dan komitmen yang jelas, maka termasuk pada hubungan terlarang.

Baik secara online maupun offline, godaan selingkuh atas keintiman dua insan yang bukan muhrimnya dan belum terikat hubungan sah sangat dilarang. Karena mengarah pada zina.

Islam sudah sangat jelas melarang tindakan zina, bahkan untuk mendekatinya saja sudah dilarang, sesuai dengan firman  Allah SWT berikut ini:

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).

Sama halnya dengan berselingkuh, artinya seseorang yang berselingkuh telah berani mendekati zina dan bahkan melakukan dua khianat, yakni berkhianat pada amanah pasangannya dan khianat pada perintah Allah SWT.

Ar Raghib al Asfahani menjelaskan secara sederhana bentuk khianat, yakni:

Khianat adalah melanggar hak dan merusak perjanjian secara sembunyi-sembunyi.” (Al Mufradat, 305).

Jadi, meskipun pesan singkat ataupun interaksi kecil yang mesra di media sosial kepada lawan jenis diluar hubungan yang sah tetap disebut sebagai perilaku selingkuh.

Hal tersebut harus dijauhkan karena akan membawa maksiat lainnya dan termasuk kepada dosa besar.

Bukan Teknologinya, Tapi Cara Kita Menggunakannya

Teknologi tidak akan salah, karena ia hanyalah alat. Penentu arah teknologi bisa menjadi baik dan buruk tetap bergantung pada kita sebagai manusia.

Apakah digunakan untuk kebaikan atau justru membuka celah pengkhianatan?

Karena pada akhirnya, disamping teknologi yang semakin canggih.

Kesetiaan di zaman ini bukan soal tidak punya kesempatan, tapi bagaimana untuk memilih tetap setia di tengah banyaknya kesempatan.

Setiap orang memiliki akses tergoda untuk berselingkuh, tetapi tidak semua orang harus ikut terjerumus pada perilaku tersebut.

Hindari yang Semu dan Fokus pada yang Nyata

Di tengah dunia yang penuh gangguan dan godaan ini, kita diingatkan untuk kembali: menjaga diri, menjaga hati, dan menjaga apa yang telah Allah titipkan dalam hidup kita.

Karena hidup bukan tentang apa yang terlihat di layar, tapi tentang apa yang benar-benar kita lakukan di dunia nyata.

Dan salah satu cara menjaga hati tetap hidup adalah dengan berbagi.
Mengalihkan energi kita, dari sekadar mengomentari kehidupan orang lain berubah menjadi aksi nyata yang memberi manfaat bagi yang lain.

Melalui program-program kebaikan di Masjid Nusantara, kita diajak untuk kembali fokus pada hal yang benar-benar berarti: membantu sesama, memperkuat yang lemah dan menebar kebaikan yang nyata.  

Mari berdonasi ke program Masjid Pelosok dan berani untuk ambil peran. Karena dunia tidak butuh lebih banyak komentar, tapi lebih banyak kepedulian.

Referensi:

Muslim.or.id – Selingkuh adalah dosa besar.

Categories: Artikel