Haru dan bahagia menyelimuti warga Kampung Polo’a, Desa Bonto Manai, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Setelah bertahun-tahun beribadah seadanya dan menempuh perjalanan jauh menuju masjid terdekat, kini mereka akhirnya memiliki rumah ibadah sendiri — Masjid Baitus Salam Indonesia (BSI) — hasil kolaborasi antara Masjid Nusantara dan BSI Maslahat.
Peresmian masjid yang berlangsung pada Sabtu (18/10/2025) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga, di antaranya Marketing Manager Masjid Nusantara Suryati, Islamic Ecosystem Business Solutions Manager BSI RO X Makassar Zainal Abidin, Direktur Sales & Distribution BSI Maslahat Nasrudin, Camat Labakkang Bahri, serta Kepala Desa Bonto Manai Erwin.

Masjid yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 200 meter persegi dari pewakif Nor Rahmat Syahib, tokoh masyarakat setempat, mampu menampung sekitar 100 jamaah. Fasilitasnya juga sudah lengkap dengan tempat wudhu dan toilet.
“Hadirnya masjid ini diharapkan bisa membawa keberkahan bagi warga Polo’a dan kampung sekitar. Kami ingin memastikan bahwa umat di pelosok juga memiliki kesempatan yang sama untuk beribadah dengan nyaman,” ujar Zainal Abidin, Islamic Ecosystem Business Solutions Manager BSI RO X Makassar.
Kepala Desa Bonto Manai, Erwin, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya masjid yang telah lama dinantikan warganya.
“Terima kasih kepada BSI Maslahat dan Masjid Nusantara yang telah mewujudkan harapan warga kami untuk memiliki masjid yang layak. Ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih hidup di negeri ini,” tuturnya.
Selama bertahun-tahun, warga dari tiga kampung — Polo’a, Karunrung, dan Tegolakbuah — belum memiliki masjid sendiri. Untuk beribadah berjamaah, mereka harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer atau menyeberangi sungai menggunakan perahu menuju Kampung Mattowanging.

Ketika hujan deras, air sungai kerap meluap, membuat perjalanan berisiko. Jalanan berlumpur di sekitar tambak garam pun menjadi hambatan tambahan.
“Sering kali kami membawa dua pakaian, satu untuk perjalanan, satu untuk shalat. Begitu sulitnya, tapi kami tetap ingin berjamaah,” ungkap Maemuna, warga Kampung Tegolakbuah dengan mata berkaca-kaca.
Kini, warga tak lagi harus berjuang menempuh jarak jauh untuk menunaikan salat berjamaah. Masjid Baitus Salam Indonesia berdiri megah di tengah kampung, menjadi simbol harapan dan kebangkitan spiritual warga.
“Pembangunan masjid ini bukan hanya tentang mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun semangat dan kebersamaan umat di pelosok,” kata Suryati, Marketing Manager Masjid Nusantara.
Melalui kolaborasi ini, Masjid Nusantara dan BSI Maslahat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan masjid-masjid peradaban di wilayah terpencil, memastikan bahwa tidak ada satu pun umat yang tertinggal dari cahaya ibadah.
