Desa Sekumur, Aceh Tamiang, terisolasi akibat banjir bandang sebulan lalu. Reruntuhan dan lumpur menutup akses, memaksa warga membuka jalan darurat dengan tangan kosong.
“Anak-anak sudah tiga hari tidak makan cukup, nenek-nenek sakit,” ujar Mak Atik (62), warga yang ikut membuka jalan.
Dua puluh hari desa ini terputus dari dunia luar. Listrik padam, malam sunyi mencekam. Pak Puleh (60), ayah dua anak, bercerita, “Anak-anak menangis setiap malam. Mereka takut kegelapan, takut lapar.”
Masjid Nusantara, yang mendirikan posko kemanusiaan di desa tetangga, segera bertindak. “Kita tidak bisa tinggal diam,” kata Pras Purworo (CEO Masjid Nusantara). Senin (5/01/2026).
Tim membawa 100 paket sembako, 200 paket makanan siap saji, 100 Al-Qur’an, dan buku anak-anak. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama anak-anak yang butuh dukungan psikologis dan makanan bergizi.
“Kita tidak hanya ingin membantu mereka bertahan hari ini, tapi juga membangun harapan,” tambah Pras.
Donasi ini hasil kolaborasi Masjid Nusantara, Syaamil Qur’an, Amalsholeh, dan PABPDSI Sumatera Utara.
Saat bantuan tiba, warga menangis haru. Mak Atik mencium paket sembako, “Alhamdulillah, akhirnya ada yang peduli.”
Masjid Nusantara akan terus mendampingi warga, merencanakan rekonstruksi fasilitas umum. “Kita akan terus berada di sini hingga mereka benar-benar pulih,” pungkas Pras.
