masjidnusantara.org Kediri— Ikhtiar memancarkan cahaya kebaikan melalui Program 99 Masjid Asmaul Husna kembali mengukir jejak baru di Jawa Timur. Bertempat di Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Asmaul Husna Al-Muqsith resmi dilaksanakan pada Senin (12/10/2026).
Momen membahagiakan ini dihadiri oleh jajaran takmir masjid, aparatur pemerintah desa, alim ulama setempat, para donatur, serta perwakilan lembaga kolaborator. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan rumah Allah ﷻ selalu berlandaskan kebersamaan dan rasa saling gotong royong.
Rasa haru dan syukur terpancar dari wajah warga Desa Maron. Pembangunan masjid yang sempat tertunda kini menemui jalan terang melalui kedermawanan Ibu Puji Astuti selaku muwakif yang menginfakkan hartanya.
Huda selaku Takmir Masjid, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian muwakif dan seluruh pihak yang terlibat. Langkah ini tidak hanya melanjutkan bangunan yang sempat mangkrak, tetapi juga merawat harapan warga untuk memiliki sarana ibadah yang layak.
Semangat kebermanfaatan ini juga ditegaskan oleh Kepala Desa Maron, Riyadi. Menurutnya, menghadirkan masjid di tengah pemukiman warga bukan sekadar mendirikan infrastruktur fisik semata, melainkan bagian dari pembangunan rohani dan karakter masyarakat secara berkelanjutan.
Program 99 Masjid Asmaul Husna sendiri merupakan inisiasi antara Masjid Nusantara dan Cinta Qur’an Foundation (CQF), serta berkolaborasi dengan Kitabisa. Sinergi ini diyakini mampu mempercepat hadirnya masjid-masjid berdaya di berbagai penjuru negeri.
Perwakilan CQF, Tawfiq Iskandar, turut berharap agar Masjid Al-Muqsith kelak tidak hanya ramai oleh ritual ibadah, tetapi juga bertumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi warga serta wadah transfer ilmu kebaikan. Perwakilan Kitabisa, Avifudin, juga menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan seluruh pihak dan berharap seluruh proses konstruksi dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Harapan besar agar masjid ini dapat segera dimanfaatkan diungkapkan langsung oleh muwakif, Puji Astuti. Beliau mendambakan proses pembangunan dapat berjalan cepat agar warga bisa beribadah bersama di bulan suci mendatang.
“Semoga semua yang hadir dan terlibat di acara peletakan batu pertama ini mendapatkan balasan surga dari Allah ﷻ karena telah bersama-sama mengikhtiarkan dan memakmurkan masjid ini. Harapan saya, pembangunan ini bisa rampung sebelum Ramadan tiba, sehingga warga Desa Maron sudah bisa menggunakan Masjid Al-Muqsith untuk menunaikan salat Tarawih berjamaah,” ungkap Puji penuh haru.
Menanggapi harapan besar tersebut, perwakilan Masjid Nusantara, Iman Handiman, menegaskan komitmen tim di lapangan sekaligus mengajak masyarakat untuk menyatukan barisan demi merampungkan pembangunan ini tepat waktu.
“Kunci utama agar pembangunan masjid ini bisa berjalan lancar dan selesai sesuai target adalah kuatnya keterikatan gotong royong antara warga lokal dan tim pembangunan di lapangan. Dengan sinergi serta rasa memiliki dari warga Desa Maron, Masjid Al-Muqsith akan berdiri kokoh serta siap menjadi pusat peradaban yang memakmurkan masyarakat,” ucap Iman.
Rangkaian acara ditutup secara khidmat melalui prosesi peletakan batu pertama secara bergantian oleh perwakilan Masjid Nusantara, Cinta Qur’an Foundation, Kitabisa, aparatur desa, alim ulama, serta muwakif. Langkah awal ini menjadi pemantik semangat untuk terus mengawal pembangunan Masjid Al-Muqsith hingga berdiri kokoh dan siap memakmurkan warga Kediri.**







