Jun 26, 2026

Toxic Relationship Bisa Berujung Penyekapan, Kenali Tandanya

Bayangkan hidup dalam ketakutan, terisolasi dari dunia luar dan kehilangan kebebasan selama bertahun-tahun. Kasus penyekapan seorang wanita selama 3 tahun di Bandung baru-baru ini menjadi alarm keras bagi kita semua. 

Hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship bukan sekadar masalah “sering berantem”, melainkan sebuah pola manipulasi yang jika dibiarkan, bisa berujung pada kekerasan fisik dan hilangnya keselamatan jiwa.

Lantas, bagaimana kita mengenali tanda-tanda awal hubungan yang sudah mengarah ke tahap berbahaya sebelum terlambat?

1. Isolasi Berkedok “Cinta”

Tanda paling awal dan sering tidak disadari adalah upaya pelaku untuk menjauhkan korban dari lingkaran terdekatnya. Kalimat seperti, “Kamu gak usah main sama temanmu lagi, kan sudah ada aku,” atau membatasi komunikasi dengan orang tua sering kali disalah artikan sebagai tanda sayang. 

Dalam Islam, memutus silaturahmi adalah hal yang dilarang karena keluarga adalah benteng perlindungan pertama kita. Jika pasanganmu mulai melarangmu menghubungi orang tua, itu adalah tanda bahaya besar (red flags!)

Solusinya: buat batasan yang tegas. Sampaikan dengan tegas kepada pasangan bahwa keluarga dan sahabat adalah prioritas hidupmu yang tidak bisa diganggu gugat. 

Buat jadwal rutin untuk family time atau sekadar memberi kabar kepada orang tua tanpa harus meminta izin dari pasangan. 

2. Kontrol Penuh dan Manipulasi

Hubungan yang sehat dibangun di atas rasa percaya, bukan kontrol. Pasangan yang toxic akan mengatur dengan siapa kamu bicara, pakaian apa yang kamu kenakan, hingga memeriksa ponselmu setiap detik. 

Mereka juga mahir melakukan manipulasi, membuatmu merasa bersalah atas kesalahan yang sebenarnya mereka lakukan, hingga akhirnya kamu kehilangan rasa percaya diri dan bergantung sepenuhnya pada mereka.

Solusinya: mulai menjadi independen dan meminta pendapat orang lain. Mulailah membuat daftar hal apa saja yang sudah bergantung pada pasangan. Misalnya jika bergantung dalam finansial, pertimbangkanlah mencari pemasukan lain. Kemudian, ceritakan beberapa konflik percintaan mu kepada orang yang bisa dipercaya agar mendapatkan sudut pandang jernih sehingga tidak mudah untuk dimanipulasi.

3. Siklus Kekerasan

Pola hubungan yang tidak sehat (toxic relationship) itu biasanya berulang: setelah melakukan kekerasan, pelaku akan meminta maaf dengan sangat manis (love bombing), berjanji tidak akan mengulanginya, namun kemudian melakukannya lagi dengan intensitas yang lebih parah.

Solusinya: Jangan memberi toleransi pada kekerasan sekecil apapun. Sadarlah bahwa ucapan manis dan bualan janji setelah kekerasan itu adalah bagian dari manipulasi! Jika kekerasan mulai muncul, carilah tempat aman dengan menyimpan nomor keluarga atau sahabat yang dipercaya. Bila perlu laporkan kekerasan tersebut ke pihak yang berwenang.

Islam Mengajarkan Hubungan yang Menenangkan

Islam memandang hubungan sebagai tempat bertumbuhnya kasih sayang, bukan tempat untuk saling menguasai.

Allah ﷻ  berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan diantaramu rasa cinta dan kasih sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini mengingatkan bahwa tujuan sebuah hubungan adalah menghadirkan sakinah, mawaddah dan rahmah. Bukan rasa takut, ancaman atau kekerasan.

Mari Alirkan Kebaikan untuk Sesama

Sama seperti pentingnya membangun benteng perlindungan diri yang aman, saudara-saudara kita di wilayah pelosok juga merindukan tempat bernaung yang aman untuk sujud dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Banyak dari mereka yang harus beribadah di bangunan masjid yang lapuk dan terancam roboh.

Mari tebarkan kepedulian yang lebih luas. Amankan pahala jariyahmu dengan ikut serta dalam Program Bangun Masjid Pelosok bersama Masjid Nusantara. Rumah ibadah yang kokoh akan menjadi benteng spiritual yang menjaga keimanan dan merajut kembali kehangatan sosial masyarakat di pelosok Nusantara.

[Klik di Sini untuk Ikut Patungan Bangun Masjid Pelosok Sekarang!]

Referensi: Toxic Relationship: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya – Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia. 

Sumber foto: Flickr – Pinterest.

Categories: Artikel