Mar 22, 2026

Hari Air Sedunia: Apakah Nikmat Air Masih Mengalir di Setiap Tempat?

Bagi sebagian orang, air sangat mudah ditemukan dan bahkan selalu tersedia. Namun, bagi sebagian lainnya, air adalah sesuatu yang harus diperjuangkan bahkan di setiap harinya.

Di banyak rumah, air mengalir begitu saja dari keran. Kita menggunakannya untuk minum, memasak, mandi, hingga berwudhu sebelum menunaikan shalat. 

Nikmat ini terasa begitu dekat dan sering kali dianggap biasa. Namun, jika kita melihat lebih jauh, tidak semua orang memiliki kemudahan yang sama untuk mendapatkan air bersih.

Peringatan Hari Air Sedunia setiap 22 Maret menjadi pengingat bahwa air ialah sumber kehidupan yang perlu diusahakan bagi semua orang.

Mengingat Nikmat Air

Air adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan kepada makhluk-Nya. Tanpa air, kehidupan tidak akan berlangsung. 

Di dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa air adalah asal mula kehidupan.

“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al-Anbiya: 30).

Air tidak hanya menjadi kebutuhan alami manusia, tetapi juga bagian penting dalam ibadah. 

Setiap hari umat Muslim menggunakan air untuk bersuci melalui wudhu, mandi, dan berbagai bentuk bersuci lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa air memiliki peran yang sangat mendasar dalam kehidupan spiritual maupun fisik.

Namun sering kali manusia baru menyadari besarnya nikmat ini ketika air tidak lagi tersedia dengan mudah.

Perubahan Kondisi Air

Kenyataan di lapangan, pada beberapa tempat masih menunjukkan bahwa jalan atau saluran untuk mendapatkan air bersih masih sulit.

Meskipun banyak wilayah sudah mengalami kemajuan. Tetapi, sebagian orang masih ada yang belum bisa merasakan nikmatnya air bersih yang layak untuk digunakan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 92,64% rumah tangga di Indonesia telah memiliki akses air minum layak, tetapi masih ada sekitar 7,36% rumah tangga yang belum memiliki akses tersebut. 

Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk, kondisi ini berarti puluhan juta orang di Indonesia masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih yang layak.

Selain itu, laporan dari UNICEF juga menekankan bahwa upaya memperluas akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan masih menjadi tantangan penting untuk menjangkau keluarga yang paling rentan di Indonesia.

Di beberapa daerah, terutama wilayah yang mengalami kekeringan, masyarakat harus berjalan jauh untuk mengambil air atau mengandalkan bantuan air tangki. 

Perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan pencemaran sumber air juga semakin memperparah kondisi masyarakat untuk mendapatkan nikmat air yang bersih dan layak.

Dengan melihat data WHO dan UNICEF, ternyata kesenjangan akses air bersih pada skala global pun juga masih terjadi. Karena, masih ada jutaan orang di dunia yang belum memiliki akses terhadap layanan air yang bersih  dan aman.

Kondisi ini menunjukkan bahwa nikmat air yang terasa begitu dekat bagi sebagian orang ternyata masih menjadi perjuangan yang sulit dan penuh tantangan bagi banyak orang lainnya.

Kebaikan yang Mengalir

Dalam Islam, membantu orang lain untuk mendapatkan air bersih dan layak menjadi salah satu amalan soleh  yang sangat dianjurkan. 

Ini disebabkan, karena air bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga sarana untuk menjaga kehidupan, kesehatan, dan ibadah.

Siapapun yang berusaha dan terlibat dalam menyediakan sumber air bersih bagi orang yang membutuhkan akan mendapatkan sebuah amal jariyah, yaitu kebaikan yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan.

Misalnya Sobat Masjid berperan dalam program sumur yang dibangun, instalasi air yang disediakan atau fasilitas air bersih yang dihadirkan untuk masyarakat dan akan terus memberikan manfaat bagi banyak orang. 

Setiap tetes air yang digunakan untuk minum, memasak, atau berwudhu dapat menjadi kebaikan yang terus mengalir bagi mereka yang menghadirkannya.

Karena itulah, berbagi air tidak sekadar membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang menghadirkan keberkahan bagi banyak kehidupan.

Mengalirkan Kebaikan Melalui Sedekah Air

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah yang paling utama adalah memberi air.” (HR. Abu Dawud)

Ketika kita menikmati air yang mudah didapatkan, mungkin ada saudara kita yang harus berjalan jauh untuk mendapatkannya. 

Hari Air Sedunia mengingatkan kita bahwa nikmat air bukan hanya untuk disyukuri, tetapi juga untuk dibagikan.

Melalui program Sedekah Air dari Masjid Nusantara, kita dapat ikut menghadirkan sumber air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi jalan hadirnya air bersih yang bermanfaat bagi banyak orang.

Dengan begitu, setiap tetes air yang mengalir tidak hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga menjadi kebaikan yang terus mengalir sebagai amal jariyah

Sumber foto: Galery DS, Unplash

Referensi:

  1. UNICEF Indonesia – Air, Sanitasi dan Kebersihan (WASH)
  2. Independen.id – Berapa Juta Orang Indonesia Belum Terjangkau Air Bersih?
  3. Data UNICEF – Air Minum
Categories: Artikel