Potret Muslim Minoritas di Karo yang Hidup Tanpa Masjid

Rp13.006.000

terkumpul dari target Rp265.000.000
4.91% terkumpul 69 hari lagi
Minimum amount is Rp Maximum amount is Rp

Selama Desa itu terbangun, selama itu pula masyarakat muslimnya hidup tanpa masjid.

Detail

Pernahkah kita membayangkan, hidup di desa terpencil dan tinggal di tengah-tengah masyarakat mayoritas non-Muslim? Dimana kita kesulitan untuk menemukan masjid? Gambaran seperti itulah yang dirasakan oleh muslim minoritas di Desa Kaban Tua, Kec. Munte Kab. Karo, Sumatera Utara. Selama Desa itu terbangun, selama itu pula masyarakat muslimnya hidup tanpa masjid.

Tak ada masjid, warga gelar aktifitas shalat berjamaah rutin di rumah salah seorang warga (masjidnusantara.org)

Desa Kaban Tua berjarak sekitar 105 kilometer atau 4 jam perjalanan dari Kota Medan. Dihuni oleh 200 Kepala Keluarga (KK), dimana 50 KK di antaranya merupakan warga muslim dan mualaf. Jumlah muslim di desa ini memang kian meningkat setiap tahunnya. Namun sayangnya, peradaban islam di desa terpencil itu tidak terbangun dengan baik lantaran tak adanya keberadaan masjid.

Untuk menjangkau masjid terdekat, warga harus berjalan atau berkendara selama 5 kilometer jauhnya.

Salah seorang warga, Siti Tarigan mengatakan, warga Karo di Kaban Tua sangat merindukan adanya masjid. Bahkan, selama 26 tahun dirinya tinggal di desa tersebut, hingga kini keberadaan masjid masih dalam angan. “Memang muslim di desa kami ini minoritas sekali pa. Sejak tahun 1994 saya tinggal di desa ini, pembangunan masjid belum juga terealisasi. kata Siti.

Aktifitas mengaji anak-anak di rumah salah seorang warga yang rutin digelar selama 3 kali seminggu (masjidnusantara.org)
Guru ngaji didatangkan dari Kota Medan, lantaran minimnya tenaga dai di lokasi (masjidnusantara.org)

Meski begitu, sebagai kelompok minoritas, semangat keimanan mereka tak tergoyahkan. Mereka tidak mudah hanyut dan larut dengan budaya dan kebiasaan yang menyelisihi rambu-rambu Islam. Lalu, bagaimana dengan aktifitas ibadah mereka?

Muslim minoritas Kaban Tua taat menjalankan shalat berjamaah di salah satu rumah warga. Di lokasi itu pula digelar pengajian rutin selama 3 kali seminggu. Dan Tausyiah rutin selama 1 kali seminggu, dengan dibimbing oleh dai yang jauh didatangkan dari Kota Medan.

“Kami biasa beribadah di rumah tetangga. Disitu pula kami mengadakan pengajian anak-anak maupun orang tua. Rata-rata yang ikut dalam pengajian rutin ini sekitar 20-30 orang,” kata Siti.

Warga Desa Kaban Tua Kab. Karo mengharapkan adanya masjid di kampung mereka (masjidnusantara.org)
Tanah wakaf yang telah disiapkan warga untuk pembangunan masjid (masjidnusantara.org)

Sayangnya, semangat ibadah mualaf dan muslim di pelosok Karo ini tidak ditunjang dengan adanya keberadaan masjid. Tingkat ekonomi warga yang rendah (mayoritas petani), menjadi kendala bagi mereka untuk mendirikan masjid.

“Kami terkendala oleh biaya pa. Jadi, kami sangat berharap sekali adanya bantuan dari donatur, bisa mewujudkan keinginan kami memiliki masjid,” pungkas Siti.

Yuk sobat, bantu wujudkan mimpi muslim dan mualaf Kaban Tua. Bersama kita berswadaya bangunkan masjid pertama untuk muslim minoritas di pelosok Karo.

KLIK ‘LANJUT DONASI’ DI KOLOM ATAS 

NamaJumlahTanggal
Anonymous Rp50.000February 20, 2020
Almer Rp500.000February 20, 2020
Anonymous Rp5.000.000February 20, 2020
Anonymous Rp100.000February 19, 2020
Anonymous Rp1.000February 18, 2020
Anonymous Rp50.000February 18, 2020
Anonymous Rp100.000February 18, 2020
Anonymous Rp100.000February 17, 2020
Anonymous Rp5.000February 17, 2020
Agus Purwantono Rp50.000February 14, 2020
Anonymous Rp50.000February 12, 2020
Agus Gunawan Rp500.000February 12, 2020
Yulwindra suranta Rp100.000February 12, 2020
Anonymous Rp100.000February 12, 2020
Anonymous Rp200.000February 12, 2020
Kiki purnamawati Rp100.000February 11, 2020
Anonymous Rp5.000February 08, 2020
Ohan Ridwanulloh Rp25.000February 07, 2020
Anonymous Rp20.000February 06, 2020
Anonymous Rp10.000February 05, 2020
Anonymous Rp100.000February 01, 2020
Anonymous Rp10.000February 01, 2020
Anonymous Rp30.000January 31, 2020
Anonymous Rp2.500.000January 31, 2020
Anonymous Rp1.000.000January 31, 2020
Hendra Rp1.000.000January 31, 2020
Anonymous Rp50.000January 29, 2020
Agus hariyono Rp50.000January 26, 2020
Anonymous Rp100.000January 26, 2020
Anonymous Rp10.000January 25, 2020
Fany Devita Ritonga Rp50.000January 25, 2020
Fitrah kurniawan Rp320.000January 24, 2020
Anonymous Rp500.000January 24, 2020
Anonymous Rp200.000January 24, 2020
Anonymous Rp20.000January 22, 2020