Kurban Masjid di Pelosok Negeri

Rp1.500.000

terkumpul dari target Rp300.000.000
0.50% terkumpul 27 hari lagi
Minimum amount is Rp Maximum amount is Rp

Detail

“Kalau idul Adha sepi. Nggak ada yang qurban. Disini baru sekali ada yang ngasih qurban,11 tahun yang lalu. Itu juga dari kecamatan. Sampai sekarang nggak ada lagi. Padahal anak saya suka makan daging. Semoga tahun ini ada yang mau kurban ke kampung kami.” Ungkap Bu Laila, Desa Pionoto, Gorontalo.

Bu Laila adalah satu dari banyak ibu di pelosok yang mengalami hal sama. Fakta menunjukan bahwa penyebaran daging kurban di Indonesia belum merata. Masih banyak daerah pelosok yang belum menikmati kebersamaan menyembelih hewan kurban. Kontrasnya, daerah perkotaan yang sudah terbiasa menikmati daging, justru mendapatkan distribusi daging kurban yang melimpah.

Hukum berkurban memang tidak wajib, tapi sunah muakkadah (sangat dianjurkan). Orang yang meninggalkannya tidak berdosa. Hanya saja, para ulama mengatakan jika mampu tapi tidak mau berkurban, mereka telah melakukan perbuatan yang sangat makruh.

Nah, kata “mampu” ini yang sering menjadi pembelaan. Sebenarnya definisi mampu itu apa? Terkadang justru bukan materi yang membedakanya, namun lebih pada kemauan. Kalau kita masih bisa beli kuota internet, makan di café, nyicil motor, jajan tiap hari, kayaknya tinggal menunggu keikhlasan ya buat bisa kurban?

Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Sebagai seorang muslim, tentunya kita meyakini janji Allah. Begitu besar keutamaan berkurban ini sobat. Disebutkan dalam hadist:

Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. ibnumajah)
“Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Yakinlah…! bagi mereka yang berkurban, Allah akan segera memberikan ganti apa yang di keluarkan. Karena setiap pagi Allah mengutus dua malaikat, yang satu berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq.” Dan yang kedua berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (pelit).” (HR. Al Bukhari & Muslim).

Terus kalau sudah niat kurban tapi ingin kurbanya disalurkan ke daerah pelosok, yang memang tidak ada kurban bagaimana? Masjid Nusantara punya solusinya. Dengan tagline #KebahagiaanKurbanHinggaPelosok, kami akan menyalurkanya ke masjid-masjid pelosok yang sudah dibangun. .

Apa saja manfaatnya:

• Menghadirkan kebahagiaan pertama menikmati daging kurban untuk mualaf dan masyarakat pelosok
• Pemerataan distribusi daging kurban
• Memeriahkan syiar Hari Raya Idul Adha
• Memakmurkan Kegiatan Masjid
• Pemberdayaan Peternak Kecil di Pelosok
• Meningkatkan gizi masyarakat pedalaman

Begitu luas kebermanfaatan kurban melalui Masjid Nusantara. Tidak hanya dari dimensi agama, namun juga social dan ekonomi. Mari bersama Masjid Nusantara, kita sebarkan “Kebahagiaan Kurban hingga pelosok”.

Berikut dokumentasi Kurban Masjid Pelosok tahun 2018 :

 

NamaJumlahTanggal
Anonymous Rp50.000July 13, 2019
Anonymous Rp300.000July 13, 2019
Anonymous Rp1.000.000July 12, 2019
Anonymous Rp50.000July 11, 2019
Anonymous Rp50.000July 10, 2019
Anonymous Rp50.000July 06, 2019