Bantu Selesaikan Masjid Dusun Waolo di Tengah Pegunungan Gorontalo

Rp1.058.000

terkumpul dari target Rp210.000.000
0.50% terkumpul 41 hari lagi
Minimum amount is Rp Maximum amount is Rp

Detail

Pertama kali berdiri sejak 2016, Masjid Al Jawwal di Dusun Waolo pelosok Gorontalo kondisinya sungguh mengkhawatirkan.  Masjid satu-satunya di dusun ini 4 tahun lamanya  terbengkalai. Sementara masjid lain lokasinya 7 Km jauhnya. Warga pun belum bisa beribadah secara maksimal di masjid tersebut lantaran pembangunannya yang belum rampung.

Kondisi Masjid tak layak di Dusun Waolo (masjidnusantara.org)
Area dalam masjid, terlihat tembok pada retak dan belum ada lantai ubin (masjidnusantara.org)

Waolo adalah salah satu dusun yang ada di Desa Molotabu Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Memang dusun terpencil ini bisa dikatakan terisolasi. Letaknya berada di tengah-tengah pegunungan.

Untuk menuju dusun ini, kami harus berjalan kaki 3 jam sejauh 7 Kilometer dari Desa Induk. Hal ini karena, kendaraan tidak bisa melewati wilayah ini.

Tak hanya itu, untuk datang ke tempat tesebut, selain jaraknya yang cukup jauh, medan yang dilewati cukup ekstrem dan berbahaya. Tebing yang tinggi, lembah curam, dan berlumpur, serta hutan belantara menjadi tantangan tersendiri.

Dusun Waolo Terletak bawah kaki gunung dengan akses jalan yang terjal (masjidnusantara.org)

Sesampainya di Dusun Waolo, kami menemukan perkampungan sederhana dengan hanya miliki satu masjid. Kondisinya cukup mengkhawatirkan. Masjid itu terlihat usang dari luar. Sementara di area dalam masjid, tembok-tembok sudah terlihat retak. Lantai ubinnya juga belum ada. Toilet dan tempat wudhu nya pun masih dalam angan. Menurut warga setempat, terkadang masjid ini juga dimasuki oleh hewan. Sungguh miris.

Kepala Dusun Waolo, Podu Anton mengatakan warga yang mendiami dusun Waoyo mayoritas muslim, berjumlah 78 KK. Mereka bermata pencaharian sebagai petani jagung dengan rata-rata penghasilan Rp500 ribu per bulan.

Kegiatan mengaji anak-anak Dusun Waolo biasa digelar di rumah Pa Dusun, lantaran kondisi masjid masih belum memungkinkan digunakan (masjidnusantara.org)

Menurutnya, Masjid Al-Jawwal di Dusun Waolo ini belum bisa terpakai secara maksimal. Warga biasa menggunakan rumahnya untuk kegiatan mengaji. Sementara untuk shalat Jum’at dan ibadah hari raya, warga harus berjalan kaki selama 3 jam lamanya untuk menjangkau masjid terdekat.

“Masjidnya belum rampung pa, belum ada ubin dan kondisinya juga gak layak. Fasilitas pendukung ibadah seperti karpet, sound system, dan Al-Qur’an juga kami belum punya. Sehingga masjid ini tak memungkinkan digunakan untuk shalat Jum’at,” kata  Podu.

Warga pun tak mampu untuk melanjutkan pembangunan karena penghasilan mereka yang terbatas. Padahal, masjid ini satu-satunya harapan muslim dusun Waolo dan warga dusun tetangga lainnya. Warga sangat berharap uluran tangan para donatur agar masjid yang sudah terbengkalai ini bisa dibangun kembali.

“Saya pribadi dan juga masyarakat Dusun Waolo, sangat berharap dan sangat senang apabila masjid ini dapat diselesaikan. Kami juga berharap ada donatur yang dapat membantu untuk penyelesaian pembangunan masjid kami ini,” harap Podu.

Yuk Sobat, mari bersama bantu selesaikan pembangunan masjid satu-satunya bagi muslim dusun Waolo di pelosok Gorontalo.