Anak Pelosok Sumbawa Rindukan Tempat Ibadah dan Belajar yang Layak

Rp1.281.000

terkumpul dari target Rp750.000.000
0.17% terkumpul 72 hari lagi
Minimum amount is Rp Maximum amount is Rp

“Saya ingin sekali belajar di tempat yang nyaman dan beribadah di tempat yang layak,”

Detail

Miris sekaligus prihatin, menyaksikan anak-anak Pondok Pesantren di daerah pelosok Sumbawa sedang  menuntut ilmu agama dan beribadah di tempat yang jauh dari layak.

Ponpes Khairu Ummah ini letaknya berada di Desa Jorok, Kampung Utan, Sumbawa Besar, NTB. Ponpes berdiri sejak tahun 2016, dihuni oleh 60-an santri yang mayoritas anak yatim dan anak putus sekolah.

“Kebanyak dari mereka menjadi korban perceraian, ada juga anak yang ditinggal pergi orang tuanya yang jadi TKW atau TKI. Jadi anak-anak santri disini kurang mendapat perhatian, sehingga mau gak mau mereka juga harus kerja sebagai tulang punggung keluarga,” ungkap Bu Dewi, tenaga pengajar Ponpes.

Melihat kondisi tersebut, pihak Ponpes memutuskan untuk memprioritaskan anak-anak kurang beruntung itu sebagai anak didik. Namun mereka menuntut ilmu dengan segala keterbatasannya.

Bangunan ruang belajar dan beribadah mereka kondisinya sangat jauh dari layak. Tak ada sekat tembok yang bisa melindungi mereka dari angin, panas dan hujan. Mereka belajar dan beribadah beralaskan tanah. Saat hujan tiba, kegiatan belajar kerap terhenti lantaran cipratan air hujan kerap memasuki ruangan dan menimbulkan becek.

Bahkan untuk mengajar saja, para guru hanya bisa memanfaatkan keramik yang disulap menjadi ‘papan tulis’.

“Saya sebagai guru dari anak-anak yang kurang beruntung ini, harus terus memotivasi mereka untuk jangan putus sekolah. Walaupun kita belajar dan menimba ilmu agama ditempat yang seadanya,” tutur Bu Dewi.

Ahmad, salah seorang anak didik Ponpes Khairu Ummah juga memiliki harapan untuk bisa menimba ilmu seperti anak normal seusianya. Tak mudah memang bagi Ahmad yang belajar juga harus bekerja di ladang untuk membantu menafkahi diri dan keluarganya.

“Saya ingin sekali belajar di tempat yang nyaman dan beribadah di tempat yang layak,” harap Ahmad.

Keterbatasan tidak menghalangi mereka menentukan masa depan. Mari sobat, wujudkan cita-cita anak-anak pelosok Sumbawa miliki masjid dan bangunan kelas yang jauh lebih baik.

NamaJumlahTanggal
Anonymous Rp100.000June 15, 2019
Anonymous Rp200.000June 14, 2019
Anonymous Rp200.000June 04, 2019
Anonymous Rp500.000June 03, 2019
Anonymous Rp150.000June 02, 2019
Anonymous Rp100.000May 31, 2019
Anonymous Rp21.000May 31, 2019
Anonymous Rp10.000May 30, 2019