Artikel

Mau Bayar Utang Puasa, Tapi Lupa Berapa Hari

Pada dasarnya, orang yang meninggalkan puasa Ramadhan wajib menggantinya di lain hari. Untuk menggantinya bisa dengan dua cara:

  1. Qadha (mengganti puasa dengan puasa)
  2. Fidyah (mengganti puasa dengan memberi makan dhuafa)
Tapi, gimana kalau kasusnya lupa berapa hari bolong puasanya? Atau misalnya karena kejahilan di masa lalu, tidak pernah mengganti puasa–bahkan tidak berpuasa sama sekali?

Pertama, beristigfarlah dan memohon ampunan Allah atas kelalaian masa lalu. Allah sangat mencela orang yang begitu perhatian urusan dunia, tapi lalai urusan akhirat.

“Mereka mengetahui yang dzahir dari kehidupan dunia, namun dalam urusan akhirat, mereka lalai.” (QS. Ar-Rum: 7)

Kedua, ambillah hitungan yang mendekati keyakinannya. Dalilnya adalah sabda Rasuullah terkait bilangan rakaat shalat yang terlupa.

“Apabila kalian ragu dalam shalat, hendaknya dia buang keraguannya dan dia ambil yang lebih meyakinkan….” (HR. Abu Daud 1024 dan dishahihkan Al-Albani).

Dalam shalat, Rasulullah mengarahkan kita untuk mengambil bilangan yang lebih sedikit. Contohnya, saat shalat Dzuhur terlupa apakah sudah 2 atau 3 rakaat, syariatnya, kita ambil bilangan 2 rakaat, sehingga menggenapi 2 rakaat lagi.

Adapun dalam menghitung jumlah kewajiban mengganti puasa, misalnya apakah 5 atau 7 hari, maka ambillah yang 7 hari. Ambil pilihan yang lebih berat, karena ini akan menenangkan dan menuntaskan hutang puasanya. Daripada ia memilih 5 hari, namun ada 2 hari yang meragukan dan menghantuinya hingga lama.

Agar tidak terlupa jumlah puasa yang harus dibayar, catatlah setiap hari dirinya batal. Jika termasuk yang boleh fidyah, maka bayarlah langsung fidyahnya hari itu.

Jika masih ada kewajiban fidyah yang belum dibayarkan, yuk salurkan sekarang lewat program Masjid Nusantara, bayar fidyah untuk dhuafa di pelosok. Klik di sini.