Artikel

Istiqlal, Masjid Kemerdekaan Indonesia

Masjid Istiqlal didirikan pada 1961 dan diresmikan pada 22 Februari 1978, sehingga 22 Februari ditetapkan sebagai Hari Istiqlal. Berasal dari bahasa Arab, ‘istiqlal’ artinya merdeka. Maka Masjid Istiqlal menjadi simbol sekaligus hadiah kemerdekaan bagi umat Islam di Indonesia.

Letak masjid berdaya tampung 200 ribu jamaah ini tepat di pusat kota. Ini adalah simbol bahwa kemerdekaan negara ini bukan hanya diisi pembangunan material, tapi juga spiritual.

Istiqlal juga berdekatan dengan Istana Kepresidenan dan Monumen Nasional (Monas), mengadopsi tata letak perkotaan tradisional—terlebih di era kerajaan Islam di Jawa.

Masjid terbesar di Asia Tenggara ini pun terletak bersebelahan dengan Gereja Katedral. Ini adalah simbol toleransi dan persatuan rakyat Indonesia yang majemuk, dengan bermacam latar belakang agama, budaya, dan suku.

Beberapa tokoh negara tercatat pernah mengunjungi Masjid Istiqlal, di antaranya Barack Obama, Pangeran Charles, Erdogan, dan Angela Merkel. Pada Maret 2017, Raja Salman mengunjungi Istiqlal, sekaligus menghadiahkan kiswah atau kaligrafi bertuliskan ayat Al Quran dari benang emas.

Simbol dalam Arsitektur Istiqlal

Dalam rancangan arstitektur Isiqlal bertebaran simbol yang memiliki makna tertentu. Ada tujuh gerbang masuk masjid, yang dinamai berdasarkan Asmaul Husna. Angka tujuh sendiri bermakna tujuh lapis langit dan tujuh hari dalam seminggu.

Istiqlal memiliki 2 bangunan: bangunan utama masjid dan bangunan pendamping. Juga ada dua kubah, kubah utama dan kubah pendamping. Angka dua melambangkan dualisme yang saling berdampingan dan melengkapi: langit dan bumi, kepentingan dunia dan akhirat, lahir-batin, serta hablum-minallah (hubungan manusia dengan Allah)  dan hablum-minannas (hubungan manusia dengan sesamanya).

Bangunan utama masjid dihiasi kubah berdiameter 45 meter, merujuk pada 1945, tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Puncak kubah dihiasi lambang bulan dan bintang setinggi 17 meter, yang bermakna tanggal kemerdekaan negeri ini. Di gedung lama, terdapat kubah kecil berdiameter 8 meter, bermakna bulan kemerdekaan, Agustus.

Kubah utama ditopang 12 tiang raksasa, yang melambangkan hari kelahiran Rasulullah, 12 Rabiul Awwal, juga banyaknya bulan dalam kalender Hijriyah. Ada empat tingkat balkon dan satu lantai utama—berjumlah lima—yang melambangkan Rukun Islam sekaligus Pancasila.

Istiqlal memiliki satu menara—melambangkan keesaan Allah Ta’ala—yang berfungsi sebagai tempat mengumandangkan azan. Tingginya 6.666 centimeter—simbol jumlah ayat dalam Al Quran. Pada puncak menara terdapat besi baja yang menjulang setinggi 30 meter, yang dinisbatkan pada jumlah juz dalam kitab suci umat Islam.


Nah, Sobat, masjid sebagai tempat kita beribadah haruslah dijaga dengan baik. Sebagai lembaga yang concern pada keberadaan masjid, Masjid Nusantara banyak menemukan kondisi masjid di pedalaman yang berbeda drastis dengan masjid perkotaan yang kokoh dan terawat.

Untuk itu, Masjid Nusantara mengajak Sobat Masjid untuk bersama-sama menjaga dan merawat masjid pelosok dengan cara berdonasi untuk renovasi masjid pelosok melalui link berikut:
https://www.masjidnusantara.org/produk/renovasi-100-masjid-musholla-di-pelosok/

 

Referensi dan foto: Wikipedia