Sedekah Jariyah, Patungan Bangun Rumah Imam Masjid
Sedekah Jariyah, Patungan Bangun Rumah Imam Masjid

Rp175.000 donasi terkumpul dari 5donatur

Terkumpul

Rp175.000

Target

Rp150.000.000
Rp

Minimal donasi


Selepas hijrah dari kampung halamannya di Magelang, tujuh tahun sudah Ustadz Saleh tinggal di Dusun Kowang, Sragen, Jawa Tengah. Hari ini, kampung yang pernah disebut sarang preman itu, berubah drastis. Kemaksiatan menurun tajam.

Saat ini, jamaah Ustadz Saleh mencapai 2 RT atau sekitar 78 KK untuk sholat harian, dan bisa mencapai 5 RT saat Jumatan tiba. Masya Allah.

Kini, Ustadz Saleh sudah dianggap pemuka agama di sana, hingga warga pun tidak rela saat ada pihak lain yang mengajak Ustadz Saleh pindah ke tempat baru.

"Sudah cocok. Alhamdulillah sejak ada Pak Imam (panggilan warga kepada Ustadz Saleh), kemaksiatan di sini semakin berkurang," ungkap Pak Agus, salah satu warga yang pertama kali mengundang Ustadz Saleh ke Kowang.

Sebagai bentuk penghormatan, warga mendirikan rumah sederhana di lingkungan Masjid Al Fattah.

Namun seperti yang sudah kita ketahui dari berita viral, Masjid Al Fattah sempat dirobohkan warga yang termakan janji dermawan. Dana tak kunjung datang, tapi masjid telanjur dirobohkan, termasuk rumah Ustadz Saleh.

Kejadian yang menimpa Masjid Al Fattah mengundang banyak simpati, sehingga kini banyak pihak yang membantu pembangunannya, termasuk Masjid Nusantara.

Sayangnya, belum ada berita baik untuk rumah Ustadz Saleh yang sudah dihancurkan.

Saat ini, Ustadz beserta istri dan anak-anaknya tinggal di rumah sementara, yang warga bangun dari triplek dan bahan seadanya. Namun, bangunan ini milik orang lain. Dengan kata lain, Ustadz masih menumpang di sana.

Rumah sementara ini menjadi tempat istirahat, sekaligus tempat beliau mengajarkan Al Quran kepada anak-anak dan orang dewasa di Kowang. Semuanya murni tanpa dibayar.

Untuk pendapatan sehari-hari, Ustadz menggarap lahan seorang warga. Hasilnya, beberapa rupiah yang hanya cukup untuk mengepulkan asap dapur.

Oleh karena itu, warga Kowang berikhtiar mencarikan donatur yang berkenan membantu pembangunan rumah Ustadz yang mereka cintai itu. Untuk lahannya, sudah ada tanah yang siap dibangun, berjarak sekitar 10 meter dari Masjid Al Fattah.

Satu hal lagi, di tengah keterbatasan ekonomi yang beliau alami, tak pernah sedikit pun ada rasa sesal karena memilih pindah dari kampung halaman, meninggalkan kemapanan hidup di sana.

Bahkan, Ustadz dan sang istri kini merawat seorang bayi yatim, anak seorang warga yang meninggal baru-baru ini. Masya Allah.

Sobat Masjid, yuk, patungan wujudkan rumah baru untuk Ustadz Saleh dan keluarganya!

Info Terbaru

Belum ada informasi terbaru untuk program ini

Donatur