Krisis Air Bersih, Warga Mencari di Sela-sela Batu
Krisis Air Bersih, Warga Mencari di Sela-sela Batu

Rp5.415.430 donasi terkumpul dari 10donatur

Terkumpul

Rp5.415.430

Target

Rp150.000.000
Rp

Minimal donasi Rp5.000


Saat melewati Desa Bileon, di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT) sana, sekelompok remaja tengah menunduk-nunduk di atas bebatuan. Sobat, mereka sedang mencari sisa-sisa air. Namun, apa yang bisa diharapkan dari sungai yang telah kerontang?

Bagi warga Bileon dan desa sekitarnya, kemarau bermakna perjuangan mencari air ke manapun kaki mereka kuat melangkah. Ada yang mencari di sela-sela bebatuan sungai, beberapa malah menggali tanah sekitar sungai.

Tahukah Sobat, berapa banyak air yang didapatkan? Paling banyak beberapa gayung saja, itupun terkumpul dalam waktu lama. Keruh pula.

Bileon terletak di Kab. Timor Tengah Selatan, satu dari 14 wilayah yang diprediksi krisis air bersih oleh BMKG.

Daerah lainnya adalah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka Lembata, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote, Timor Tengah Utara, dan Belu.

“Itu yang sudah statusnya awas, dan peluang ke depannya curah hujannya juga rendah. Jadi kami memberikan peringatan dini kekeringan meteorologis,” kata Fera Adrianita, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kupang, pada September lalu.(*)

Tak pelak lagi, musim hujan yang datang terlambat membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Jangankan untuk mandi atau mencuci, untuk minum saja mereka harus berhemat.

Sebetulnya, ada sumur masjid yang menjadi harapan warga, dan bagi warga Bileon, sumur masjid Al Ijtihadlah yang menjadi tumpuan. Namun di musim kemarau, sumur ini kering total.

Beberapa pihak pun pernah mencoba proyek pengeboran sumur, namun hingga kedalaman 100 meter, air tak kunjung keluar. Akibat curah hujan yang kurang, ketersediaan air tanah pun minim.

Akhirnya, warga mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah atau dari para donatur, seperti Masjid Nusantara yang telah menyalurkan bantuan air bersih di Fautmolo, beberapa waktu lalu.

Sobat, salah satu sedekah terbaik adalah sedekah air, karena dari setiap tetesnya akan menjadi pahala bagi yang menyedekahkan.

“Barangsiapa menggali air, maka tiada meminum darinya mahluk hidup dari bangsa jin, manusia, dan burung kecuali Allah akan memberinya pahala di hari kiamat.” (Al-Hadits)

Yuk, bantu saudara-saudara kita di NTT dan juga daerah yang dilanda kekeringan lainnya di Nusantara. Ingat, setiap tetes airnya adalah penambah timbangan amal baik kita, insya Allah. Klik ‘bantu sekarang’.


(*) Dikutip dari artikel Tirto. id, “BMKG: 14 Daerah di NTT Berisiko Alami Kekeringan

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/BSI/Bank Muamalat/Shopeepay
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Info Terbaru

Belum ada informasi terbaru untuk program ini

Donatur