Sumur Masjid Longsor, Warga Kampung Pasir Nangka Kehilangan Sumber Air Bersih

Bertempat tinggal di kaki gunung, seharusnya air bukan masalah. Gunung dengan pepohonannya menjadi penyimpan utama cadangan air.

Namun bagi warga Kampung Pasir Nangka, Desa Cigudeg, Kec. Cigudeg, air jadi barang langka, meski mereka tinggal di perkebunan sawit, di kaki Gunung Ciahok, Sukabumi, Jawa Barat.

Sumber air bersih warga adalah mata air yang dialirkan dengan pipa atau selang sederhana ke rumah-rumah warga sejauh 3 kilometer.

Namun, ini hanya bisa dilakukan oleh warga yang mampu. Mayoritas penduduk berprofesi sebagai buruh tani dan petani kecil. Jadi, bagaimana nasib mereka yang tidak mampu?

Alhamdulillah, mereka bisa mengandalkan sumur Masjid Al Hidayah. Kebutuhan air bersih untuk sehari-hari terpenuhi.

Bahkan di musim kemarau saat mata air mengering, sumur ini tetap makmur, sehingga membantu 250 KK yang menghuni kampung itu.

Lalu, terjadilah peristiwa yang mengubah segalanya.

Sebulan lalu, hujan membawa debit air yang sangat besar. Akibatnya, dinding sumur di bagian bawah longsor, menutup akses warga pada air bersih. Sumur tidak bisa dipakai lagi.

Beberapa warga berinisiatif memasang selang sederhana, mengalirkan air dari mata air ke masjid. Namun, datangnya musim kemarau saat ini membuat debit air semakin mengecil.

Kesulitan air ini diperparah dengan sifat pohon kelapa sawit yang “rakus” air. Satu batang kelapa sawit bisa menyedot 20 – 40 liter air per hari, dengan kedalaman hingga 5,2 meter.

Akibatnya, di musim kemarau ini, masjid yang hanya bermodalkan selang sederhana pun tidak kebagian air.

Akhirnya, warga harus menempuh perjalanan 1 – 3 kilometer berjalan kaki ke sumber air, dengan bermodalkan kompan belaka. Masjid pun ikut sepi, karena untuk beraktivitas di sini warga perlu air, sementara air di rumah sendiri pun seringkali tidak mencukupi.

Sobat, kita bisa membantu warga Kampung Pasir Nangka keluar dari situasi sulit ini. Dengan membangunkan sumur baru untuk mereka, kita bukan hanya membantu menyediakan air bersih yang menjadi sumber utama kehidupan.

Akan tetapi, kita juga membantu meramaikan kembali aktivitas di masjid. Adanya sumur di sana mampu merekatkan ikatan para jamaah dengan masjid, dan otomatis kegiatan keagamaan pun semarak kembali.

Satu-satunya sumber air di Kampung Pasir Nangka
Berbekal alat seadanya, warga berburu air bersih

Membangunkan sumur masjid pun termasuk bentuk sedekah air, yang merupakan sedekah paling utama.

Diriwayatkan dalam suatu kesempatan, Saad bin Ubadah ra. bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air (sedekah air).”

Sedekah air pun menjadi pahala amal jariyah, baik untuk kita sendiri, ataupun dihadiahkan untuk orang tua atau keluarga yang telah meninggal.

Sesungguhnya Sa’id Ubadah datang kepada Nabi ﷺ, lalu ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, tetapi beliau tidak memberiku wasiat. Apakah bermanfaat bagi dirinya kalau aku mengeluarkan sedekah atas namanya? Nabi bersabda: “Ya, dan hendaklah engkau memberikan sedekah dengan air (sedekah air).” 

Sobat Masjid, warga Kampung Pasir Nangka mengetuk hati kita semua untuk membantu mereka menghadapi kemarau dengan membangun sumur air bersih di Masjid Al Hidayah. Klik ‘lanjut donasi’.

    Tidak ada update baru belum

Hamba Allah

23 Oct 2020

Rp 200.085

Putri Ani Rahayu

22 Aug 2020

Rp 100.000

Indah rostiti

13 Aug 2020

Rp 15.000