Sisihkan Harta, Bantu Mualaf Menutup Aurat dengan Sempurna
Yanti Koro, Desti, dan Dinda melangkah malu-malu, saling dorong siapa yang duluan maju. Mereka memakai T-Shirt lengan panjang, dan celana jeans. Sehelai kain menutupi kepala seadanya, namun ukurannya tak cukup besar, sehingga masih ada rambut yang mengintip.

Ketiga muslimah ini adalah mualaf di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sore itu, mereka bukan mau main, tetapi hendak mengaji ke Madrasah Al Ihtida pimpinan Ibu Fachira.

Ada 25 mualaf dhuafa yang mengaji di sini. Sebagian besar belum berjilbab. Maka, setiap jadwal pengajian sepekan sekali, mereka datang mengenakan pakaian seadanya.

“Sayang, kalo ngaji pakai baju yang agak longgar, ya. Lebih bagus lagi kalau menutup aurat,” kata Ibu Fachira.

“Bunda, katong sonde punya na,” jawab mereka.

Bunda, kami tidak punya.Jawaban polos mereka membuat terenyuh. Mereka belum menutup aurat bukan karena tidak paham, melainkan karena tidak sanggup membeli pakaian muslimah, meski hanya satu stel.

Suami mereka adalah buruh nelayan dengan pendapatan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan. Sekarung beras berharga Rp 450 ribu. Belum biaya sekolah anak dan lainnya.

Sementara itu, harga satu stel gamis dan jilbab bisa mencapai Rp 200 ribu di sana. Ada rasa tidak tega dalam hati mereka, jika meminta jatah untuk membeli baju. Akhirnya, keinginan memiliki baju muslimah harus dienyahkan jauh-jauh.

Padahal, para muslimah mualaf ini begitu semangat mendalami Islam. Mulai belajar Iqra’, mendalami Islam, hingga mengikuti kelas-kelas penambah skill yang sesekali diadakan Ibu Fachira.

Ibu Fachira tidak mempermasalahkan keterbatasan pakaian yang dikenakan ini, karena semangat mereka saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

“Namun, ada kalanya mereka urung mengaji, terutama di jadwal yang mendatangkan Ustadz (pria). Katanya mereka malu karena belum menutup aurat dengan sempurna,” ungkap Ibu Fachira.

Masya Allah, betapa benih-benih keislaman itu sudah muncul di hati mereka. Ada rasa malu karena tidak menutup aurat. Juga ada panggilan hati untuk berpakaian sesuai fitrah muslimah sejati.

Sobat, menabung pahala banyak caranya, salah satunya dengan menyisihkan harta untuk disalurkan menjadi pakaian syar’i.

“Siapa saja yang menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Kita bisa jadi perantara Yanti Koro, Desti, Dinda, dan muslimah lainnya yang tengah berikhtiar menjadi muslimah sejati, termasuk dengan cara menutup aurat.

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

10 May 2021

Kiki Kimmy
Rp 10.003

13 Mar 2021

Komunitas Pecinta Sedekah

"Smoga sedekah Sahabat KPS diterima Allah SWT, mjd sebab diberikannya keberkahan, kesehatan, kesembuhan dan perlindungan dr wabah & musibah..Aamiin YRA"

Rp 800.358

5 Mar 2021

Sari
Rp 50.011

31 Jan 2021

Rif
Rp 40.063

22 Jan 2021

Sari

"Semoga bermanfaat"

Rp 100.308

20 Jan 2021

Tommy Arjanggi
Rp 25.204

19 Jan 2021

Abi Tsabita
Rp 15.358