Sisihkan Harta, Bantu Mualaf Menutup Aurat dengan Sempurna
Yanti Koro, Desti, dan Dinda melangkah malu-malu, saling dorong siapa yang duluan maju. Mereka memakai T-Shirt lengan panjang, dan celana jeans. Sehelai kain menutupi kepala seadanya, namun ukurannya tak cukup besar, sehingga masih ada rambut yang mengintip.

Ketiga muslimah ini adalah mualaf di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sore itu, mereka bukan mau main, tetapi hendak mengaji ke Madrasah Al Ihtida pimpinan Ibu Fachira.

Ada 25 mualaf dhuafa yang mengaji di sini. Sebagian besar belum berjilbab. Maka, setiap jadwal pengajian sepekan sekali, mereka datang mengenakan pakaian seadanya.

“Sayang, kalo ngaji pakai baju yang agak longgar, ya. Lebih bagus lagi kalau menutup aurat,” kata Ibu Fachira, pembimbing MT. Al Ihtida.

“Bunda, katong sonde punya na,” jawab mereka.

“Bunda, kami tidak punya.”

Ibu Fachira, tidak mempermasalahkan keterbatasan pakaian yang dikenakan ini, karena semangat mereka saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

“Namun, ada kalanya mereka urung mengaji, terutama di jadwal yang mendatangkan Ustadz (pria). Katanya mereka malu karena belum menutup aurat dengan sempurna,” ungkap Ibu Fachira.

Muslimah Lansia Pemakmur Masjid di Lombok Timur

Kondisi serupa juga dialami para muslimah lansia jamaah majelis taklim Lingkung Berdaya, di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada sekitar 35 muslimah yang mengaji dengan pakaian seadanya: atasan kaos lengan pendek, bawahan sarung, dan kerudung sederhana.

Seperti sosok Ibu Rinatih, janda berumur 58 tahun. Awalnya, Bu Rinatih menjadi pengrajin tas rotan. Namun, seiring usia, penglihatannya melemah.

Akhirnya kini ia menghidupi diri dan keluarganya dengan berjualan plecing keliling kampung. Sesekali mengasuh anak tetangga untuk menambah penghasilan.

Ada juga Inak Dahlan (60 tahun), seorang janda yang kini tinggal bersama cucunya yang masih kecil. Usia lebih dari separuh abad, namun Inak Dahlan masih berjuang menghidupi keluarganya dengan mencari beras dari bulir-bulir padi yang terbuang saat panen.

Meski kehidupan terasa berat, namun Bu Rinatih dan Inak Dahlan memeroleh ketenangan batin setiap kali shalat Subuh jamaah di masjid, dilanjutkan pengajian yang dipimpin Ustadz Badri.

Maka, mereka hampir dipastikan tidak pernah absen datang ke masjid, meski harus menyusuri pematang sawah di kegelapan subuh.

Bukan Tidak Mau, Tapi Tidak Mampu

Sobat, baik Kak Yanti Koro atau pun Inak Dahlan bukan tidak mau memakai busana muslimah syar’i, tapi ekonomi mereka tidak mampu.

Suami Kak Yanti Koro dan kawan-kawannya adalah buruh nelayan dengan pendapatan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan. Sekarung beras berharga Rp 450 ribu. Belum biaya sekolah anak dan lainnya.

Sementara itu, harga satu stel gamis dan jilbab bisa mencapai Rp 200 ribu di sana. Ada rasa tidak tega dalam hati mereka, jika meminta jatah untuk membeli baju. Akhirnya, keinginan memiliki baju muslimah harus dienyahkan jauh-jauh.

Begitu pula dengan para janda tangguh di Desa Lingkung Berdaya. Penghasilan mereka untuk makan sehari-hari saja jauh dari cukup. Apalagi untuk beli gamis seharga ratusan ribu.

Padahal, para muslimah ini begitu semangat mendalami Islam. Masya Allah, betapa benih-benih berislam dengan baik itu sedemikian kuat di hati mereka. Ada rasa malu karena tidak menutup aurat. Juga ada panggilan hati untuk berpakaian sesuai fitrah muslimah sejati.

Sobat, menabung pahala banyak caranya, salah satunya dengan menyisihkan harta untuk disalurkan menjadi pakaian syar’i.

“Siapa saja yang menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Kita bisa jadi perantara Kak Yanti Koro, Bu Rinatih, Inak Dahlan, dan muslimah lainnya menjadi muslimah sejati, termasuk dengan cara menutup aurat.

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

9 Sep 2021

Hamba Allah
Rp 50.289

7 Sep 2021

KERI
Rp 50.179

4 Sep 2021

Kiki

"Bismillah \^_^/"

Rp 10.011

10 May 2021

Kiki Kimmy
Rp 10.003

13 Mar 2021

Komunitas Pecinta Sedekah

"Smoga sedekah Sahabat KPS diterima Allah SWT, mjd sebab diberikannya keberkahan, kesehatan, kesembuhan dan perlindungan dr wabah & musibah..Aamiin YRA"

Rp 800.358

5 Mar 2021

Sari
Rp 50.011

31 Jan 2021

Rif
Rp 40.063

22 Jan 2021

Sari

"Semoga bermanfaat"

Rp 100.308

20 Jan 2021

Tommy Arjanggi
Rp 25.204

19 Jan 2021

Abi Tsabita
Rp 15.358