Krisis Air Bersih, Warga Mencari di Sela-sela Batu
Saat melewati Desa Bileon, di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT) sana, sekelompok remaja tengah menunduk-nunduk di atas bebatuan. Sobat, mereka sedang mencari sisa-sisa air. Namun, apa yang bisa diharapkan dari sungai yang telah kerontang?

Bagi warga Bileon dan desa sekitarnya, kemarau bermakna perjuangan mencari air ke manapun kaki mereka kuat melangkah. Ada yang mencari di sela-sela bebatuan sungai, beberapa malah menggali tanah sekitar sungai.

Tahukah Sobat, berapa banyak air yang didapatkan? Paling banyak beberapa gayung saja, itupun terkumpul dalam waktu lama. Keruh pula.

Bileon terletak di Kab. Timor Tengah Selatan, satu dari 14 wilayah yang diprediksi krisis air bersih oleh BMKG.

Daerah lainnya adalah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sikka Lembata, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote, Timor Tengah Utara, dan Belu.

“Itu yang sudah statusnya awas, dan peluang ke depannya curah hujannya juga rendah. Jadi kami memberikan peringatan dini kekeringan meteorologis,” kata Fera Adrianita, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kupang, pada September lalu.(*)

Tak pelak lagi, musim hujan yang datang terlambat membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Jangankan untuk mandi atau mencuci, untuk minum saja mereka harus berhemat.

Sebetulnya, ada sumur masjid yang menjadi harapan warga, dan bagi warga Bileon, sumur masjid Al Ijtihadlah yang menjadi tumpuan. Namun di musim kemarau, sumur ini kering total.

Beberapa pihak pun pernah mencoba proyek pengeboran sumur, namun hingga kedalaman 100 meter, air tak kunjung keluar. Akibat curah hujan yang kurang, ketersediaan air tanah pun minim.

Akhirnya, warga mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah atau dari para donatur, seperti Masjid Nusantara yang telah menyalurkan bantuan air bersih di Fautmolo, beberapa waktu lalu.

Sobat, salah satu sedekah terbaik adalah sedekah air, karena dari setiap tetesnya akan menjadi pahala bagi yang menyedekahkan.

“Barangsiapa menggali air, maka tiada meminum darinya mahluk hidup dari bangsa jin, manusia, dan burung kecuali Allah akan memberinya pahala di hari kiamat.” (Al-Hadits)

Yuk, bantu saudara-saudara kita di NTT dan juga daerah yang dilanda kekeringan lainnya di Nusantara. Ingat, setiap tetes airnya adalah penambah timbangan amal baik kita, insya Allah. Klik ‘bantu sekarang’.


(*) Dikutip dari artikel Tirto. id, “BMKG: 14 Daerah di NTT Berisiko Alami Kekeringan

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

12 May 2021

SRI SUDARSIH ANDARWATI

"Semoga berkah dunia akhirat buat semua"

Rp 1.000.106

11 May 2021

Hamba Allah
Rp 50.127

11 May 2021

Hamba Allah
Rp 50.222

28 Apr 2021

HAMBA ALLAH
Rp 250.444

3 Mar 2021

Santhy angriany
Rp 250.363

12 Feb 2021

Sulistiyowati
Rp 25.077

22 Jan 2021

Ayu Puji Lestari

"Semoga dapat bermanfaat bagi warga masyarakat disana yang membutuhkan air bersih dan menjadikan kebaikan bagi kita semua. Aamiin..."

Rp 25.161

16 Jan 2021

Tommy Arjanggi
Rp 50.277

8 Jan 2021

Serlys Matturungan
Rp 50.315

4 Jan 2021

Nurlita Apriani

"Terima kasih sudah membantu saya untuk mendapatkan amal jariyah saya"

Rp 50.049