Mirisnya Kondisi Rumah Ibadah Para Mualaf di Uwemalingku

Miris rasanya menyaksikan saudara mualaf kita yang berada jauh di pelosok beribadah di bangunan kayu yang sudah usang. Tanpa penerangan dan tidak terlindungi dengan tembok yang kokoh. Tak ada tempat yang nyaman bagi mereka untuk menimba ilmu agama.

Sedikitnya 11 KK atau 32 warga muslim dan mualaf mendiami dusun Uwemalingku (masjidnusantara.org)

Setidaknya kondisi itulah yang dirasakan 30-an lebih warga mualaf di Dusun Uwemalingku, Desa Kolo Atas, Kec. Mamosalato, Kab. Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Dusun ini letaknya berada jauh di pelosok dan masyarakatnya hidup terisolir.

Di dusun tersebut, berdiri sebuah bangunan kayu berukuran 7×6 persegi yang menjadi satu-satunya tempat bagi para dai mengajarkan ilmu agama kepada mualaf setempat.

Ust Ujang, Dai pedalaman mengatakan, para mualaf di dusun Uwemalingku sangat membutuhkan fasilitas rumah ibadah yang layak. Terlebih, kata dia, jumlah mualaf di dusun ini selalu bertambah setiap tahunnya.

“Awalnya hanya 10 orang mualaf saja, alhamdulillah kini jumlah warga muslim bertambah menjadi 11 KK atau sekitar 32 orang,” kata ust Ujang.

Dengan kondisi tersebut, ia dan teman-teman dai tergerak untuk membangunkan masjid sementara yang rupanya seperti rumah panggung. Bangunan sederhana itu digunakan untuk shalat 5 waktu dan ibadah shalat jumat. Mereka bergotong royong dengan dana seadanya demi memfasilitasi warga mualaf untuk menimba ilmu agama.

Mirisnya, saat ini bangunan kayu itu sudah tidak lagi layak, dan tidak cukup menampung kehadiran jamaah. Dinding kayunya sudah mulai lapuk. Saban hujan, ‘masjid’ ini tak bisa digunakan karena dipastikan basah oleh cipratan air hujan.

Sementara lokasi masjid lain jaraknya sangatlah jauh. Sekitar 12 kilometer berjalan kaki dengan medan yang sangat ekstrim.

Para Dai tengah mengajarkan warga mualaf Uwemalingku membaca Iqra (masjidnusantara.org)
Kondisi jalan menuju Dusun Uwemalingku di Pelosok Morowali Utara (masjidnusantara.org)

“Sudah 2 tahun lamanya para mualaf beribadah di situ. Untuk menjangkau masjid lain jaraknya sangat jauh mas. Untuk berangkat ke masjid terdekat, kami harus berjalan kaki menyusuri jalanan berlumpur,” tambahnya.

Warga Dusun Uwemalingku sendiri mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Tingkat ekonomi mereka pun sangatlah rendah. Sehingga cukup sulit bagi mereka bisa mendirikan masjid yang layak.

Para mualaf menaruh harapan adanya bantuan dari para donatur untuk bisa mewujudkan masjid yang kokoh dan nyaman. Yuk, sama-sama kita bangunkan masjid yang layak untuk para mualaf di pelosok.

    Tidak ada update baru belum

Tommy Arjanggi

11 Oct 2020

Rp 50.158

Hamba Allah

10 Oct 2020

Rp 200.128

Tommy Arjanggi

10 Oct 2020

Rp 15.128

Hamba Allah

9 Oct 2020

Rp 50.295

Hamba Allah

9 Oct 2020

Rp 250.295

Hamba Allah

"Semoga bermanfaat dan berkah. Aaamiiin..."

9 Oct 2020

Rp 100.295

Hamba Allah

6 Oct 2020

Rp 100.416

Hamba Allah

6 Oct 2020

Rp 100.243

Hamba Allah

4 Oct 2020

Rp 15.137

Hamba Allah

4 Oct 2020

Rp 50.254

Hamba Allah

"Bismillah, semoga Allah jaga para ustadz dan mudahkan para saudara mualaf di sana dalam menuntut ilmu agama."

3 Oct 2020

Rp 250.438

Hamba Allah

"Semoga dapat membantu"

1 Oct 2020

Rp 50.246