Bangunan Retak Parah, Jamaah Khawatir Masjid Ambruk
“Adem banget kayak ubin masjid…”

Begitulah celetukan yang kerap terlontar saat melihat sesuatu yang menarik mata. Itu memang candaan, tapi lahir dari sebuah rasa yang sama: ubin atau lantai masjid memang terasa menenangkan, karena ia adalah bagian dari bangunan tempat kita mencari kedamaian: masjid.

 

Hal yang sama dirasakan jamaah Masjid Nurul Asror di Dusun Camplok, Situbondo, Jawa Timur. Mereka mencari ketenangan jiwa di masjid itu, meski ada kalanya dipenuhi rasa was-was bangunan ambruk.

Sejak dibangun 40 tahun lalu, masjid belum pernah direnovasi. Jikalau ada perbaikan, itu hanya tambal-sulam saja. Padahal, Nurul Asror menjadi satu-satunya tempat warga shalat berjamaah, baik Jumatan, tarawih, shalat Hari Raya, maupun shalat lima waktu.

 

Kini, masjid semakin rapuh. Atapnya bocor. Temboknya retak parah, ubinnya banyak yang sudah pecah, dan atapnya bocor, sehingga shalat dengan tetesan air hujan sudah hal lumrah bagi mereka.

Tapi ‘terbiasa’ bukan berarti tidak bisa diubah, kan? Semangat beribadah warga Dusun Camplok semakin tinggi, namun kondisi masjid berbanding terbalik.

Dari hari ke hari semakin rusak, dan jika—na’udzubillah—masjid ini hancur, tak ada lagi tempat ibadah umat Islam di Camplok.

 

Jarak dusun mereka ke kota terdekat 45 kilometer, menempuh sekitar 2 jam menggunakan mobil atau motor karena kontur jalan yang curam dan berbatu. Harga material bangunan jadi melambung karena terkena biaya tambahan akibat akses jalan yang rusak ini.

 

Warga yang berjumlah 100 KK sudah patungan dari hasil mereka bertani dan beternak sederhana. Namun bertahun-tahun patungan, dana mereka hanya cukup untuk mengganti atap bocor, dan membeli sedikit batu untuk fondasi.

Dengan pendapatan Rp 500 ribu per bulan, ikhtiar mereka patut diapresiasi. Kini, ikhtiar mereka mempertemukan kita dengan mereka.

Sobat, yuk patungan lagi, kita bantu warga Dusun Camplok beribadah dengan tenang di Masjid Nurul Asror yang baru.

Klik ‘lanjut donasi’, ya…

    Tidak ada update baru belum

Muhammad

26 Jun 2020

Rp 50.000

Fitri Ulvianti

26 Jun 2020

Rp 25.000

Hamba Allah S.W.T.

23 May 2020

Rp 10.000

Rachman Setiawan Amir

23 May 2020

Rp 100.000

Lendrawati

23 May 2020

Rp 200.000

Laras

22 May 2020

Rp 3.000

Laras

22 May 2020

Rp 3.000

Laras

20 May 2020

Rp 3.000

Kalyana hasna dhafiyah

15 May 2020

Rp 25.000

Ria sihotang

15 May 2020

Rp 300.000

Mufti Lutfhi Ayunani Binti Muhammad Yusuf

11 May 2020

Rp 25.000

Yulianto

10 May 2020

Rp 20.000

Deasy Arfianti

10 May 2020

Rp 400.000

Pujo wardoyo

10 May 2020

Rp 10.000

Wahis Kurniawan

10 May 2020

Rp 1.000.000

Indra Gunawan

10 May 2020

Rp 250.000

Hamba Allah

10 May 2020

Rp 250.000

Ira Novita

10 May 2020

Rp 200.000

Agus Purwantono

10 May 2020

Rp 50.000

Sarinten

10 May 2020

Rp 50.000

Feri Linda Alif Fais

4 May 2020

Rp 50.000

Husnul

1 May 2020

Rp 50.000

Laras

30 Apr 2020

Rp 5.000

Laras

25 Apr 2020

Rp 5.000

Yuni

16 Apr 2020

Rp 25.000

RIF

12 Apr 2020

Rp 60.000

HIlilyah Wilastuty Jusuf

8 Apr 2020

Rp 15.000

Deasy arfianti

6 Apr 2020

Rp 500.000

Sri Wahyuni

6 Apr 2020

Rp 20.000

Tessaldi ilmi

6 Apr 2020

Rp 100.000

Mita

5 Apr 2020

Rp 50.000

Hamba allah

5 Apr 2020

Rp 50.000

Muhammad rifai

5 Apr 2020

Rp 20.000

Agus Purwantono

5 Apr 2020

Rp 50.000

Rizky andre

4 Apr 2020

Rp 200.000

Ira

4 Apr 2020

Rp 1.000.000

Dian

4 Apr 2020

Rp 200.000

Enky Qashas

4 Apr 2020

Rp 500.000

Daniyal Bahtiar

4 Apr 2020

Rp 200.000

Bagus

3 Apr 2020

Rp 50.000

Xxxx

31 Mar 2020

Rp 50.000

Barii hafidh pramono

25 Mar 2020

Rp 150.000

Ega Pratama Putra

18 Mar 2020

Rp 8.000

Dian

17 Mar 2020

Rp 1.000.000

Miza

17 Mar 2020

Rp 50.000

Indah

16 Mar 2020

Rp 30.000

Deni Karnayuda

16 Mar 2020

Rp 100.000

Hermawan

16 Mar 2020

Rp 200.000

Lia

15 Mar 2020

Rp 50.000

Nurmadiah

14 Mar 2020

Rp 10.000