Muslim di Pulau Terluar Sangihe Impikan Beribadah di Masjid yang Layak

Kepulauan Sangihe merupakan salah satu pulau terluar wilayah Indonesia, berbatasan langsung dengan Filipina. Dan sebagian dari masyarakat di sana sudah memeluk agama Islam, meski masih minoritas.

Di tengah minoritas tersebut, Islam tetap mendapat tempat, ditandai dengan beberapa masjid yang tersebar. Sayangnya tak semua masjid yang kami temukan disini berdiri layak. Seperti masjid Al-Jamal di Kampung Lehimi Tariang Kec. Manganitu Selatan Kab. Kepulauan Sangihe.

Dari Kota Manado, perjalanan untuk bisa sampai ke lokasi harus ditempuh melalui jalur laut dengan jarak waktu 5 jam hingga Kota Tahuna. Dilanjutkan jalur darat selama 4 jam hingga sampai ke Kampung Lehimi Tariang.

Disana kami menemukan beberapa warga tengah beribadah di masjid sederhana beratap seng. Disebagian sisinya tidak bertembok. Ukurannya pun tak luas, sekitar 10×6 meter persegi. Nampak bahwa masjid ini masih dalam tahap renovasi pembangunan.

Sudah nyaris 8 tahun, jamaah disana beribadah di masjid yang tak kunjung rampung. Alih-alih membangun masjid yang layak, pembangunannya justru mangkrak selama bertahun-tahun. Keinginan jamaah untuk bisa beribadah dengan aman dan nyaman pun masih dalam angan hingga kini.

Sementara untuk beribadah di kampung lain jaraknya cukup jauh, sekitar 1 kilometer.”Kami bertahan untuk beribadah di masjid ini karena jarak ke masjid lainnya jauh. Itu pun kami harus melalui jalan rintisan yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki ataupun menggunakan perahu,” kata Hasim Munde, Imam Masjid Al-Jamal.

Jumlah muslim di kampung ini berjumlah 56 Kepala Keluarga (KK). Dimana mayoritas dari mereka bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan.

Menurut Hasim, pembangunan masjid mangkrak lantaran penghasilan warga yang rendah untuk berswadaya. Jadi meski jauh dari rampung, jemaah tetap bertahan untuk beribadah di masjid.

“Semangat ibadah jemaah disini sangat baik. Tapi saya kasihan sama mereka karena masjidnya hingga kini belum selesai. Kalau hujan, air kerap kali membasahi jemaah karena beberapa titik ada kebocoran dan sebagian sisi masjidnya tak bertembok,” ungkapnya.

Sementara Pak Julkam, pengurus Nahdlatul Ulama (NU) setempat mengatakan, mayoritas warga di Kampung Lehimi mayoritas muslim. Sementara masjid yang ada selain tidak layak, ukurannya pun tak sebanding dengan jumlah jamaah yang sangat banyak.

“Kami pengurus NU setempat juga berharap ada uluran tangan para donatur agar pembangunannya bisa selesai dan warga bisa beribadah dengan nyaman dan aman,” tutur Pak Julkam.

Yuk sobat, kita bantu selesaikan pembangunan masjid untuk muslim di pedalaman Sangihe. Bantu mereka merasakan sholat dan menimba ilmu Islam di masjid yang nyaman.

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

26 Mar 2021

EN

"Bismillah smoga berkah"

Rp 125.312

22 Mar 2021

Hamba Allah
Rp 100.356

7 Mar 2021

Febriwando Zulhadifka Gunawan
Rp 100.121

24 Feb 2021

Sulistiyowati
Rp 25.152

22 Feb 2021

Tantya H
Rp 100.066

22 Feb 2021

Tantya H
Rp 100.226

8 Feb 2021

Sulistiyowati
Rp 25.165

30 Jan 2021

Sartiman hidayat
Rp 25.032

29 Jan 2021

Bimarendra P. Kuswanto
Rp 100.012

19 Jan 2021

Sri Hardhini Widyastuti
Rp 300.130