Patungan Cegah Mushola Al Barakah Ambruk Lagi

Sebentar lagi Isya. Warga kampung Juga Cibedil tengah bersiap tarawih di Mushola Al Barakah. Namun, belum sempat kaki melangkah ke sana, tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh yang memekakkan telinga. Brakk! Krakk! Brugh!

Sambil kebingungan dan menerka-nerka, warga berbondong-bondong menuju asal suara. “Suaranya dari arah mushola! Semoga bukan seperti yang kami pikirkan,” harap mereka.

Sesampainya di lokasi, warga terkesiap. Di hadapan mereka tak ada lagi bangunan. Mushola Al Barakah sudah rata dengan tanah.

Dibangun Tahun 2000

Mushola Al Barakah memang sudah lama rusak dan lapuk, tetapi warga belum ada dana untuk merenovasinya. Pada tahun 2000—saat mushola ini dibangun—warga pun hanya bisa membeli bahan material sederhana, sehingga secara struktur bangunan, memang akan cepat rusak.

“Sesudah rubuh itu, saya musyawarah sama tokoh-tokoh, akhirnya kami sepakat gotong-royong bangun mushola lagi,” kisah Bapak Suanda, tokoh masyarakat setempat.

Hari ini, mushola memang sudah berdiri kembali. Warga pun bisa menggunakannya untuk beribadah.  Namun, renovasinya belum selesai karena terkendala dana.

Mushola hasil gotong royong warga, namun sudah rusak kembali.

Ada 28 KK atau 130 jiwa yang menghuni kampung ini. Mayoritasnya adalah petani sederhana dan penambang pasir atau batu. Pendapatan mencapai Rp 1 juta per bulan saja sudah Alhamdulillah, karena lebih sering kurang dari itu. Akhirnya, dana renovasi tak kunjung terkumpul, karena memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sulit.

Bocor sudah jadi langganan jamaah di musim hujan.
Trauma Warga Kampung

Warga juga dibayang-bayangi kekhawatiran ambruk lagi. Jika dihitung sejak mushola berdiri pada tahun 2000, kemudian ambruk pada 2009, ada jarak 9 tahun. Kemudian, warga membangun ulang mushola dan berdiri pada 2009 akhir. Maka, hingga hari ini, bangunan Al Barakah sudah berusia hampir 12 tahun.

Tak berdaun jendela, saksi ikhtiar jamaah yang terhenti.

Bisa dibilang, mushola berukuran 6 x7 meter persegi ini sudah memasuki masa-masa genting. Mengingat warga membangun ulang dengan bahan seadanya, kini kondisinya banyak kerusakan. Plafon sudah lapuk, bocor di mana-mana.

Harapan Warga Jelang Ramadhan

Mungkin ada yang berkomentar, “Jika sedemikian khawatir, kenapa tidak shalat di masjid lain?”

Sobat, masjid terdekat berjarak lebih dari 1 kilometer, dengan akses jalan terjal dan sempit yang hanya bisa dilalui motor. Tidak semua warga memiliki motor, sehingga harus berjalan kaki selama 30 menitan.

“Calon” toilet masjid yang tak pernah terselesaikan.

Bayangkan jika mereka ingin tarawih ke masjid terdekat itu, malam hari saat hujan turun. Akses penerangan masih minim, ditambah jalanan yang licin. Lansia atau anak-anak tentu sulit menempuhnya.

“Kami mohon bantuan untuk merenovasi mushola kami agar layak untuk beribadah,” harap Bapak Suanda, mewakili seluruh warga Kampung Juga Cibedil, Cigudeg, Bogor.

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

12 May 2021

Fitri ulviAnti
Rp 15.238

15 Apr 2021

HAMBA ALLAH
Rp 100.300

22 Mar 2021

Bla
Rp 50.494

6 Mar 2021

Agus
Rp 100.412

4 Mar 2021

Fita
Rp 100.435

3 Mar 2021

Sulistiyowati
Rp 25.419

28 Feb 2021

H
Rp 7.323

25 Feb 2021

Naufal Sahitya Gunawan
Rp 125.230