Hadiah Motor untuk Da’i Pulau Buru

Para penyuka hiking pasti tahu lelahnya berjalan kaki 6 jam. Begitu juga pendaki gunung pasti paham payahnya menapakkan kaki di tanjakan curam. Namun menyadari ada kebahagiaan menanti di ujung jalan menanjak itu, semangat pun membanjiri jiwa.

Sobat, di Pulau Buru sana, sesosok manusia merasakan lelahnya berjalan kaki 6 jam, bagaimana payahnya menempuh tanjakan curam. Itulah perjalanan yang harus ia tempuh setiap sore, dari rumah ke masjid, untuk berdakwah Islam.

Kenalkan, Ustadz Ahmad Husain (26), yang dua tahun terakhir ini menjalankan amanah sebagai da’i di Dusun Silewa, Desa Waelana lana, Kecamatan Finalisela, Kabupaten Buru, Maluku.

 

Tak ada angkutan umum di Silewa. Sejauh mata memandang hanya ada jalan tanah, sungai, perbukitan, dan perkebunan kayu putih.

“Awalnya orang tua berat melepas saya, karena kondisi di Pulau Buru beda dengan di Jawa, tapi saya termotivasi dengan dakwah para salafus-salih, jadi bismillah saja,” tutur Ustadz yang berasal dari Bogor ini.

Meski kini terpisah ribuan kilometer dengan ayah ibu, Ustadz Ahmad memantapkan hati, karena ingat do’anya sebelum bertugas ke Pulau Buru.

“Ya Allah, di manapun saya ditempatkan, saya ingin orang-orangnya memang haus akan ilmu agama,” kenangnya.

Maka, ia pun semangat memenuhi panggilan syiar Islam kepada warga Suku Rana, penduduk asli Pulau Buru, karena ia yakin Allah menjawab do’anya.

Terbukti, Suku Rana menerima kedatangan Ustadz Ahmad dengan hangat. Kini, setiap tahun ada 12 mualaf baru yang mendapat hidayah Islam.

“Cara dakwah di sini tidak mengajak atau mendikte dengan ceramah, tetapi pendekatan dengan memperlihatkan akhlak muslim yang rahmatan lil alamin. Mengajarkan anak-anak menghafal surat pendek dan iqro setiap sore,” katanya.

Tanpa melihat cuaca, Ustadz Ahmad jalan kaki berjam-jam menemui anak-anak dan warga yang ingin belajar agama. Idealnya memang ada kendaraan sendiri seperti motor, tapi Ustadz tidak memiliki gaji.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ustadz membuka lahan pertanian singkong, dan sesekali menjadi buruh petik daun kayu putih.

“Baru mulai menanam singkong, karena air di sini bagus. Kalau tidak juga petik daun kayu putih, ya lumayan lah untuk sehari-hari, walau tidak seberapa, tapi ya dicukup-cukup,” katanya.

Sobat, seorang da’i adalah ujung tombak dakwah, karena merekalah yang terjun langsung menyebarkan syi’ar Islam ke berbagai tempat. Namun, perjuangan mereka seringkali terhambat karena fasilitas yang minim.

Yuk, bantu Ustadz Ahmad memiliki motor, agar dakwah Islam di Pulau Buru lancar, dan semakin banyak orang-orang yang mendapat hidayah Islam.

Insya Allah, setiap rupiah yang disedekahkan untuk dakwah Islam, akan jadi pahala yang sama besarnya.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim No. 1893)

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

15 Jun 2021

Hamba Allah
Rp 500.194

26 May 2021

Hamba Allah
Rp 100.011

25 May 2021

GENNIES
Rp 10.219

13 May 2021

HAMBA ALLAH
Rp 25.309

12 May 2021

Hamba Allah

"Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala senantiasa memberi limpahan pahala dan rezeki utk segala keikhlasan bapak dalam menyebarkan ilmu ke umat. Aamiin aamiin yarabbal'alamiin."

Rp 100.439

3 May 2021

Pratama
Rp 15.368

23 Apr 2021

Hannisa
Rp 15.315

15 Apr 2021

Riswan
Rp 15.461

13 Apr 2021

Hamba Allah
Rp 500.145

6 Apr 2021

Hamba Allah

"Semoga berkah dan sehat selalu"

Rp 50.001