Yang terlihat di atas tanah itu hanya fondasi cakar ayam. Itulah satu-satunya tanda bahwa akan ada bangunan di atasnya.

Meski demikian, fondasi itu ibarat benih harapan yang disiram warga Karang Pawitan dengan do’a dan ikhtiar tanpa putus.

Ya, itulah cikal-bakal bangunan masjid yang dirintis warga sebuah kampung di Langkap Lancar, sebuah kecamatan di pelosok Pangandaran, Jawa Barat.

Warga menyadari, belum ada masjid yang bisa menampung 14 KK yang tinggal di sana. Masjid terdekat berjarak lebih dari 1,5 kilometer, dengan kondisi jalan rusak dan menanjak, serta tidak ada angkutan umum.

Akhirnya, dari hasil mereka menjadi buruh tani, terkumpul uang patungan sebesar Rp 6.500.000. Mereka mencicil pembelian bahan bangunan, dengan harapan kekurangannya bisa dibantu lewat proposal atau donatur pribadi.

Ternyata, dana yang terkumpul hanya cukup untuk material fondasi. Maka, di atas tanah wakaf seluas 10×14 m2 itu, pada Juli 2020 pembangunan masjid yang bahkan belum bernama ini, dimulai.

Kerinduan warga Karang Pawitan akan masjid bukan tanpa alasan. Masjid adalah medium penguatan keimanan, dakwah, serta syiar Islam. Di masjid pula para orang tua muslim mengajarkan agama kepada anak-anaknya.

Jarak masjid kampung tetangga yang cukup jauh, membuat sukar untuk shalat lima waktu berjamaah. Padahal, ada para ayah yang ingin mengajari anak laki-laki mereka terbiasa ke masjid.

Ketiadaan masjid pun menyulitkan anak-anak yang ingin mengaji. Apalagi tidak angkutan umum.

Sobat, jangan biarkan bangunan masjid itu berlama-lama berupa fondasi cakar ayam belaka.

Yuk, bantu wujudkan masjid pertama untuk warga Karang Pawitan. Klik ‘bantu sekarang’.

    Tidak ada update baru belum

Hamba Allah

22 Oct 2020

Rp 15.311

Hamba Allah

21 Oct 2020

Rp 100.242

Hamba Allah

9 Oct 2020

Rp 100.128

Rizali

"Semoga Alloh mempermudah Pembangunan Masjid ini. Aamiin"

8 Oct 2020

Rp 50.193

Hamba Allah

8 Oct 2020

Rp 100.282