Wujudkan Masjid Ramah Difabel, Bantu Mereka Mengejar Amal Sholeh
“Jangan sampai para difabel ini mengalami kerugian dua kali, udah mah gak nikmat-nikmat banget di dunia, eh di akhiratnya gak dapet syurga. Na’udzubillah min dzalik.”

Dari atas kursi rodanya, Ustadz Muhammad Isa membuka percakapan di kawasan pesantren Mihrab Qur’an Al Fatih, Cilengkrang I, Ujungberung, Bandung.

Pendiri pesantren tahfidz ini berpendapat, kaum difabel justru sangat membutuhkan masjid. Di sinilah mereka menjadi pribadi yang dekat dengan Allah.

Ustadz Muhammad Isa, pendiri Mihrab Qur’an Al Fatih, pesantren tahfidz ramah difabel di kawasan Cilengkrang, Bandung.

“Difabel ini membutuhkan sentuhan rohani, agar mereka menjadi pribadi yang kuat, tidak mudah mengeluh, dan tidak mencaci keadaan,” tutur Ustadz Isa, yang mengalami kelumpuhan sejak usia 17 tahun.

Sayangnya, mayoritas masjid hanya mudah diakses oleh orang berfisik prima. Banyak tangga, tidak ada jalur kursi roda, dan tidak ada penerjemah bahasa isyarat. Pendeknya, kaum difabel sulit mengaksesnya.

Bayangkan, Sobat, seseorang yang berkursi roda harus melalui anak tangga untuk shalat berjamaah. Tentu harus digendong, kan? Alhamdulillah jika ada yang menemani. Jika tidak ada?

Begitu pula dengan kaum tunarungu yang ingin mendengarkan ceramah agama yang mencerahkan jiwa. Bagaimana mereka bisa menyelami isi ceramah jika tidak ada yang menerjemahkan suara sang da’i ke dalam bentuk bahasa isyarat?

Atau kaum tunanetra yang rindu bertemu saudara-saudara muslimnya. Bagaimana mereka akan semangat menuju masjid jika untuk mencapainya saja begitu kesulitan?

Untaian kalimat suci dan ketenangan masjid sangat dirindukan kaum difabel.

Selama masjid tidak memfasilitasi kebutuhan kaum difabel, niscaya mereka akan berpikir dua kali mendatanginya.

Idealnya, masjid ramah difabel memiliki:

  • Jalur khusus untuk pengguna kursi roda dan tunanetra.
  • Tempat wudhu khusus, dengan dua keran air. Keran atas untuk membasuh bagian atas badan, dan shower bawah untuk membasuh bagian kaki.
  • Ada handtrail untuk membimbing tunanetra dan pengguna kursi roda.
  • Layar dan penerjemah bahasa isyarat, untuk menayangkan isi ceramah maupun bacaan shalat.
  • Al Qur’an braille.

Masjid adalah milik umat Islam, seharusnya semua bisa mengaksesnya, termasuk kaum difabel. Itulah cita-cita Ustadz Isa, mendirikan masjid ramah difabel di lingkungan pesantren Mihrab Qur’an yang ia dirikan.

Ustadz Asad Askaruddin, pimpinan Yayasan Mihrab Qur’an Al Fatih, berdiri di lahan yang akan dijadikan masjid ramah difabel.

Lewat pesantren dan masjid ini, Ustadz Isa ingin menggabungkan keselamatan dunia dan akhirat, baik bagi orang berfisik lengkap maupun difabel.

“Kebanyakan difabel sekarang itu hanya dikasih pelatihan, bagaimana sih cara mereka agar bisa selamat dunianya, atau bisa hiduplah. Justru yang paling penting itu, bagaimana mereka bisa selamat akhiratnya,” terang Ustadz Isa.

“Maka para santri di sini dibekali keterampilan untuk mencari penghidupan duniawi, seperti fotografi, akuaponik, public speaking, beternak. Intinya yang sesuai passion mereka. Namun, mereka juga dibekali dengan ilmu agama dan Al Qur’an demi keselamatan akhiratnya,” tambahnya.

Sobat, bahagia itu bukan hanya milik mereka yang kaya, berpangkat, atau berfisik lengkap saja. Bahagia juga milik mereka yang Allah takdirkan sebaliknya.

Agenda rutin para santri, mengecek hafalan Qur’an sesamanya.
Bagi Ustadz Isa dan para santri Mihrab Qur’an Al Fatih, salah satu bahagia mereka adalah mewujudkan masjid ramah difabel. Mereka yakin, pribadi yang penuh syukur hanyalah pribadi yang dekat dengan Allah.

 

Maka, maukah kalian menggenapkan rasa syukur saudara-saudara difabel ini, Sobat? Klik ‘bantu sekarang’.

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

11 May 2021

HAMBA ALLAH
Rp 50.099

11 May 2021

Hamba Allah

"semoga berkah dan manfaat.Aamiiin"

Rp 100.055

26 Jan 2021

ANDIEK TRI FERIYANTO
Rp 100.222

15 Jan 2021

Ev
Rp 50.148

8 Jan 2021

Desi sumarno
Rp 50.146

25 Dec 2020

Abi Azfar
Rp 25.110

16 Dec 2020

Ati Rohati

"Semoga Pembangunan Masjid Difabel Berjalan Lancar dan Masyarakat Difabel bisa Beribadah di Masjid dengan khusu.."

Rp 100.226

14 Dec 2020

Eva Yulianti P.

"Semoga bermanfaat"

Rp 100.378

11 Dec 2020

Rizki
Rp 15.476

11 Dec 2020

Nurlaila

"Semoga bermanfaat"

Rp 15.032

11 Dec 2020

Tyas
Rp 100.131

10 Dec 2020

Liza Novietta
Rp 50.272

10 Dec 2020

Indra Gunawan
Rp 150.414

4 Dec 2020

Devina

"Semoga bermanfaat"

Rp 15.290

4 Dec 2020

Devi
Rp 50.399

4 Dec 2020

Evie Permata
Rp 50.437

4 Dec 2020

Irfan
Rp 50.254

4 Dec 2020

Helen

"Bismillahirrahmanirrahim"

Rp 50.161

3 Dec 2020

Kiki

"Bismillah, semoga lancar pembangunan Masjidnya"

Rp 15.232