Tak Muluk-Muluk, 3.000 Warga Salube Hanya Berharap 1 Masjid Layak
Alhamdulillah, setiap 220 orang di suatu daerah pasti ada masjid,” kata Jusuf Kalla saat menjadi pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Pangkalpinang, Februari lalu.

Tapi tunggu, ‘daerah’ mana yang dimaksud Kalla?

Negeri sejuta masjid. Itulah sebutan Indonesia dari Raja Salman, pemimpin Arab Saudi. Wajar, masjid/mushola yang terdaftar saja mencapai 800 ribu.

Ambil contoh Kabupaten Brebes di Pulau Jawa. Data Kemenag mencatat, ada 5.712 masjid di sana. Dari jumlah itu, 1.212 berbentuk masjid jami’, alias masjid setingkat desa/kelurahan.

Tapi, sekali lagi, tunggu dulu. Apakah jumlah ini merata di setiap desa/kelurahan di Indonesia?

Sayangnya, fakta menjawab: tidak, Sobat.

Jumlah masjid yang membuat Indonesia ditahbiskan sebagai ‘negeri dengan masjid terbanyak di dunia’ ini, hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Sementara nun jauh di pelosok Maluku Utara, 3.000 warga Desa Salube ‘berebut’ tempat di satu-satunya masjid di sana. Disebut ‘masjid’ pun, jangan bandingkan dengan bangunan megah dan kokoh di Pulau Jawa, ya.

Masjid Desa Salube berukuran 6 meter x 8 meter, berdinding tembok dan kayu, dengan perbandingan 40:60. Di puncak dinding kayu yang sudah lapuk itu, atap seng memang meneduhi jamaah dari panas matahari, tapi sulit menghadirkan hawa adem khas masjid. Inget, kan, pelajaran IPA… Seng termasuk penghantar panas yang baik.

Kalaupun ada hawa ‘adem’ yang dirasakan jamaah, biasanya terjadi saat musim hujan, di mana air merembes masuk dari atap yang sudah bolong-bolong itu. Tes! Jatuh menetes ke kepala atau punggung mereka yang tengah sujud.

“Memang gak ada masjid lain?” tanya seorang netizen.

Ada, Sobat, tapi jaraknya 30 menit – 40 menit berjalan kaki, karena terletak di ibu kota Kecamatan Dama. Boro-boro gojek/angkot, motor saja barang langka di sana.

Akses jalan menuju Salube bisa dicapai lewat pelabuhan di Kabupaten Halmahera Utara. Menaiki ‘ojek laut’ berupa kapal kayu selama sehari penuh, sampailah di Loloda Kepulauan, Kecamatan Dama.

Dari sana, kita bisa pilih tiga ‘alat’ transportasi menuju Desa Salube: sewa motor; perahu lagi; atau berjalan kaki.

Oh ya, pilihan transportasi laut memang paling cepat, tapi hanya jika kondisi laut tenang. Apabila angin laut kencang dan bergelombang tinggi, jangan coba-coba melewati jalur ini, karena beberapa kapal penumpang dan ferry pernah nyaris tenggelam (bahkan ada yang tenggelam) di perairan Loloda.

Akibat akses jalan yang memacu adrenalin ini, biaya pembangunan masjid Salube meroket tinggi, karena biaya angkut material jadi mahal.

Padahal, mayoritas penduduk Salube bermata pencaharian sebagai nelayan atau petani. Penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari, sehingga kondisi Masjid Salube tak berubah dari tahun ke tahun.

“Dengan berbagai keterbatasan inilah, kami berharap besar kepada donatur Masjid Nusantara yang peduli pada pembangunan masjid di Indonesia. Lihatlah dan bantulah kami yang jauh di ujung negeri ini,” harap Kades Sabri Ibrahim, mewakili warga Salube.

Sobat, bisa saja kita memalingkan muka, toh hampir semuanya tengah kesulitan di tengah pandemi ini. Tapi, ingatlah sabda Nabi ﷺ ini,

Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Yang akan kita bantu ini pun bukan main-main: mempermudah sesama muslim beribadah kepada Allah. Bayangkan amal jariyah yang kita peroleh dari setiap butiran pasir yang menjadi masjid Salube kelak. Masya Allah.

Sobat, mari lepaskan muslim Salube dari kesulitan beribadah, dengan membangunkan rumah Allah yang kokoh dan layak untuk mereka. Klik ‘lanjut donasi’.

***

Bantu program ini :

  1. Klik tombol "BANTU SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran: GOPAY/BCA/Mandiri/Mandiri Syariah/Bank Muamalat/BNI Syariah
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

    Tidak ada update baru belum

22 Sep 2020

Muhammad Syaeful Fajar
Rp 100.303

18 Sep 2020

Ardi Riawan dan hafsah
Rp 100.473

18 Sep 2020

Melia Oktia Suzana

"Semoga semua donatur dilapangkan rezekinya, dana cepat terkumpul dan mesjid cepat dibangun. Amin"

Rp 100.111

18 Sep 2020

Liqo Ceria

"Bismillah.. smg berkah."

Rp 100.479

18 Sep 2020

Fico Farizano Harahap
Rp 1.000.309

18 Sep 2020

Dea Raisa
Rp 50.027

14 Sep 2020

Hamba Allah
Rp 50.209

11 Sep 2020

Lulu Hasanah
Rp 100.225

10 Sep 2020

Yayan
Rp 15.378

7 Sep 2020

Hamba Allah
Rp 15.190